LEWOLEBA, AKSARANEWS.NET – Setelah dua hari masyarakat Lembata antre berjam-jam dan kesulitan mendapatkan BBM, Pemerintah Kabupaten Lembata akhirnya bergerak cepat. Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, memastikan pasokan BBM kembali normal.
Bupati Kanis tidak menunggu laporan berjenjang. Begitu krisis merebak, ia langsung berkoordinasi dengan Depo Pertamina Maumere. Koordinasi itu dilanjutkan dengan rapat terbatas di Kantor Bupati Lembata, pada Jumat 6 November 2026 untuk membedah akar persoalan pasokan dan distribusi.
Hasilnya langsung terasa. Dua SPBU yang sempat mogok melayani selama dua hari – SPBU Waijarang dan SPBU Balauring – kini kembali beroperasi dan melayani masyarakat.
“Kami memahami kesulitan masyarakat. Pemerintah tidak tinggal diam. Pasokan harus aman dan distribusi harus lancar,” tegas Bupati Kanis dalam rapat tersebut.
Pemkab Lembata menegaskan komitmennya: tidak ada lagi alasan warga kesulitan BBM untuk aktivitas sehari-hari, untuk melaut, bertani, berdagang, hingga mengantar anak ke sekolah.
Langkah konkret berikutnya juga sudah disiapkan. Satu SPBU baru akan segera beroperasi di Kecamatan Lebatukan untuk memecah penumpukan antrean dan memperpendek jarak tempuh warga mendapatkan BBM.
“Dalam waktu dekat, SPBU 51 di Desa Baopana, Kecamatan Lebatukan, akan beroperasi,” ungkap Bupati Kanis.
Kehadiran SPBU baru itu diharapkan menjadi jawaban jangka menengah agar krisis serupa tidak terus berulang setiap kali ada gangguan distribusi. Selama ini, warga di wilayah timur Lembata harus menempuh jarak jauh hanya untuk mengisi BBM.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pembelian sesuai kebutuhan menjadi kunci agar stok tetap merata dan antrean tidak kembali mengular.
“Kita jaga bersama. Beli sesuai kebutuhan, jangan menimbun,” imbau Pemkab Lembata.
Kini, bola ada di tangan Pertamina dan pengelola SPBU. Setelah Bupati turun tangan dan SPBU kembali dibuka, publik menunggu pembuktian: apakah pasokan benar-benar stabil, atau krisis hanya diredam sementara.


















