LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Di atas bukit cadas yang membelah cakrawala, puluhan tangan kecil memegang pensil warna. Di bawah hembusan angin yang membelai padang rumput Bukit Cinta Lembata, Desa Bour, pada Sabtu 10 Oktober 2026, suasananya terasa begitu berbeda.
Anak-anak Sekolah Dasar (SD) hadir bukan sekadar berlomba mewarnai gambar. Mereka sedang melukis peta hati tentang kampung halaman mereka yang eksotis, sekaligus menjadi cara tulus Kabupaten Lembata merayakan HUT ke-27-nya pada 12 Oktober mendatang.
Lomba Mewarnai Tingkat SD ini merupakan bagian dari Gebyar Pesona Bukit Cinta Lembata (BCL) 2026 yang digelar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata. Peserta berasal dari SD Negeri Waijarang, SD Negeri Pada, dan SD Inpres Riangdua, siswa kelas III hingga V yang hadir bersama semangat dan dukungan hangat orang tua mereka.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Anton Ali, menjelaskan makna di balik pilihan lokasi di alam terbuka ini. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan rangkaian ulang tahun daerah. Ini adalah langkah strategis menanamkan rasa memiliki sejak dini: mengenalkan keindahan Lembata kepada generasi penerus, sekaligus membiarkan keindahan itu berbicara sendiri kepada siapa pun yang melihatnya.
“Melalui karya anak-anak ini, kami ingin mengirim pesan ke dunia luar: Lembata punya cerita. Dan di Bukit Cinta inilah salah satu bab yang paling indah untuk dibaca,” ujar Anton.
Suasana yang eksotik dengan bukit cadas khas Lembata dijadikan ruang belajar sekaligus panggung promosi yang paling jujur, dari sudut pandang anak-anak.
Paulus Ile, warga Lewoleba yang hadir menyaksikan kegiatan, menilai langkah ini segar dan bermakna. Selama ini, katanya, perayaan lebih banyak melibatkan remaja dan orang dewasa. Anak-anak jarang menjadi pusat kegiatan publik. Padahal merekalah pemilik masa depan pariwisata Lembata.
“Ini bagian dari mencerdaskan anak bangsa. Anak-anak yang hari ini melukis keindahan kampungnya, esok merekalah yang akan menjaga dan menceritakannya kepada tamu yang datang. Pariwisata tidak dimulai dari papan nama di jalan raya, tetapi dari hati warganya sendiri yang mencintai alamnya,” ujar Paulus.
Selain lomba mewarnai, rangkaian kegiatan Gebyar Pesona BCL 2026 juga mencakup senam bersama, pertunjukan musik hidup, dan sesi foto bersama, menjadikan bukit ikonik ini bukan sekadar tempat singgah wisatawan, tetapi ruang kebersamaan warga yang hidup dan terus dijaga.
Di hari ulang tahun ke-27 Kabupaten Lembata, pesan yang dikirim pemerintah daerah sederhana namun dalam: cara terbaik memperkenalkan keindahan Lembata kepada dunia, adalah dengan terlebih dahulu membiarkan anak-anak Lembata jatuh cinta pada alamnya sendiri. Prokompim Lembata

















