LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan orientasi pelayanan kepada para pejabat administrator dan pejabat pengawas yang dilantik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Flores Timur.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Anton Doni Dihen dalam sambutannya pada acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan sejumlah pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Senin (28/9/2026).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Flores Timur, saya menyampaikan selamat kepada seluruh pejabat yang hari ini dikukuhkan,” ujar Bupati.
Ia mengatakan, pengukuhan jabatan tidak hanya berkaitan dengan perubahan atau penegasan kedudukan dalam struktur organisasi pemerintahan. Jabatan, kata dia, merupakan kepercayaan dan amanah yang harus dijawab melalui kinerja, integritas, dan tanggung jawab.
“Jabatan dalam pemerintahan pada hakikatnya bukanlah semata-mata kedudukan, tetapi tanggung jawab untuk memastikan roda pemerintahan berjalan secara efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.
Menurut Bupati, pejabat administrator memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan dan program perangkat daerah diterjemahkan menjadi pekerjaan yang terarah, terukur, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara pejabat pengawas memiliki peran strategis dalam memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, disiplin, standar pelayanan, dan target yang telah ditetapkan.
Karena itu, Bupati berharap pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, profesionalisme, dan etos kerja aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Kita membutuhkan aparatur yang tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga mampu bekerja dengan benar. Tidak hanya menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi mampu menghadirkan solusi. Tidak hanya memahami aturan, tetapi mampu menerapkannya secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anton Doni Dihen menyampaikan sejumlah penekanan kepada pejabat yang baru dilantik. Hal pertama yang ditekankannya adalah integritas sebagai fondasi dalam menjalankan tugas.
“Yang pertama, itu integritas harus menjadi fondasi dan tadi juga sudah dibaca pakta integritasnya. Kita menjaga integritas kita dengan suasana ‘doi’ tidak ada. Jangan sampai ‘doi’ sudah tidak ada, lalu kita juga masuk dalam situasi yang tidak baik,” ujarnya.
Bupati mengatakan, aparatur pemerintah daerah sejauh ini telah diuji dalam menghadapi situasi efisiensi anggaran. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi dengan tetap menjaga integritas.
Pesan berikutnya berkaitan dengan penguatan orientasi pelayanan. Ia mengakui, perubahan orientasi aparatur dari sekadar mengejar keamanan pendapatan menuju semangat memberikan pelayanan yang lebih kuat membutuhkan proses.
“Memang jadi pegawai negeri itu kan pikirannya mesti orientasi pertama itu keamanan, keamanan income. Mentransformasikan dari itu menjadi ‘gelekat’ itu, kadang-kadang juga kata-katanya manis, tapi riil diterjemahkan dalam kerja ekstra segala macam, saya kira agak repot juga untuk urusan itu,” ungkapnya.
Karena itu, ia mendorong aparatur agar menerjemahkan semangat pelayanan ke dalam kerja nyata, termasuk melalui kemauan memberikan usaha lebih dalam menjalankan tugas.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan menyegarkan kembali semangat pengabdian kepada daerah.
“Mari kita menjadikan kesempatan ini kesempatan untuk menyegarkan kembali semangat kita mengabdi pada Lewotana, tanah kita tercinta ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, tantangan pemerintahan ke depan cukup besar. Aparatur dituntut mampu bekerja melampaui standar-standar biasa untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Tantangan kita besar. Karena itu, kita harus bisa bekerja agar di luar standar-standar biasa, karena kita mau melayani lewotana kita dengan baik,” pungkasnya.
Berikut daftar pejabat yang dilantik dan dikukuhkan. Empat pejabat yang dilantik dalam kesempatan tersebut, yakni: Muhamad Ali, S.Sos, Samuel Willem Sairdekut, S.T, Karolina Bunga Lawan, A.Md, dan Martina Ani Lipat Doni, A.Md.
Sementara sembilan pejabat lainnya dikukuhkan sebagai bagian dari penyesuaian jabatan menyusul adanya perubahan nomenklatur dalam struktur organisasi perangkat daerah.
Sembilan pejabat yang dikukuhkan, yakni: Dona Floranti Martina DVG, S.E., M.Par, Jhon Wilbert, S.ST.Par, Silvester Petara Hurit, S.Sn, Petronela Chanel Wasi Belang, S.STP, Sergius Okri Damatu Kelen, S.Pd., M.Pd, Yapy Harapan Hens Nggonggoek, S.Sos, Rosalia Pung, A.Md, Maria Patrisia Yopita Upik, S.T, Yosef Ua Koten, S.Md. (Tino)

















