ADONARA, AKSARANEWS.NET – Wakil Ketua Umum (Waketum) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Wilfridus Yons Ebit, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin (28/9/2026).
Desa Wureh, Kecamatan Adonara Barat, menjadi titik pertama kunjungan kerja tersebut. Di persawahan Waiua, Yons Ebit bersama Bupati Flores Timur Anton Doni Dihen melakukan panen secara simbolis sejumlah tanaman hortikultura serta tanam perdana bawang merah dan kacang buncis.
Panen dan tanam dilakukan di kebun Yohanes Bentu Meko, salah satu petani Desa Wureh yang juga merupakan alumni peserta magang pertanian di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Sebelum melakukan panen dan tanam, Waketum TMI Wilfridus Yons Ebit bersama Bupati Anton Doni Dihen berdialog dengan para petani untuk menyerap aspirasi terkait pengembangan pertanian di kawasan tersebut.
Menurut data yang disampaikan Koordinator Kecamatan (Korcam) TMI Adonara Barat, Hendrikus Making, Desa Wureh memiliki lahan sawah seluas 83,73 hektare. Baru sekitar 15 hektare yang telah dikelola.
Lahan yang digunakan oleh para petani untuk tanaman hortikultura mencapai sekitar 17,54 hektare. Desa Wureh juga memiliki lahan kering seluas 95 hektare dan lahan perkebunan sekitar 166 hektare.
Pada kesempatan itu, Waketum TMI, Wilfridus Yons Ebit, menyatakan kesiapan untuk membantu dan berkolaborasi dengan Pemkab Flores Timur, khususnya dalam pembangunan sektor pertanian, tanpa membawa kepentingan politik.
“Kita tanggalkan urusan partai, kita bangun Lewotana (Flores Timur),” tegas Yons Ebit. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan para petani dan undangan yang hadir.
Yons Ebit juga mengapresiasi terbentuknya kepengurusan Tani Merdeka Indonesia dari tingkat kabupaten hingga desa dalam waktu kurang lebih satu bulan. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan energi dan semangat kuat untuk membangun kekuatan bersama.
“Ini bagian dari membangun semangat kolaboratif. Tentu kita tidak harus berharap hanya kepada pemimpin, dalam arti bupati atau wakil bupati, tetapi masyarakat juga menjadi elemen penting untuk kemudian bersama-sama pemerintah membangun daerah,” ungkapnya.
Menanggapi potensi lahan sawah di Desa Wureh, Yons Ebit meminta agar kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) mulai diusulkan, termasuk combine harvester untuk mendukung proses panen.
“Kalau saya tidak salah, saya dengar tadi ada kurang lebih 83 hektare sawah, ya. Nanti tolong diajukan satu combine, alat pascapanen,” kata dia.
Ia juga meminta para petani bersabar terkait bantuan traktor roda dua, traktor roda empat, cultivator, dan handsprayer. Distribusi alsintan sebelumnya, masih terbatas sehingga baru sebagian wilayah yang mendapat bantuan.
“Kita sambil bersabar supaya ke depan kita juga mendapat bagian itu, untuk traktor roda dua, roda empat, cultivator, handsprayer. Nanti kita ajukan lewat CPCL,” ujarnya.
Terkait kebutuhan air, jalan usaha tani (JUT), dan perbaikan saluran irigasi yang disampaikan salah satu petani desa wureh, Thomas Fernandez, Waketum TMI mengatakan telah berkomunikasi dengan Bupati Flores Timur sekitar tiga minggu lalu.
Saat berkunjung ke Kementerian Pertanian, Yons Ebit mengaku mendapat arahan untuk menyampaikan kebutuhan daerah di Nusa Tenggara Timur kepada para kepala daerah atau wakil kepala daerah.
Ia kemudian menyampaikan kepada Bupati Flores Timur agar mengajukan surat dan melakukan audiensi dengan pihak kementerian terkait kebutuhan para petani.
Menurut Yons Ebit, Bupati Flores Timur telah menyampaikan rencana audiensi dengan pihak kementerian pada Oktober mendatang untuk menindaklanjuti surat yang telah diajukan.
Sebelumnya, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Waketum TMI, Wilfridus Yons Ebit, terhadap pembangunan pertanian di Flores Timur.
Menurut Bupati, kunjungan tersebut menunjukkan keseriusan Wakil Ketua Umum TMI karena telah meluangkan waktu untuk mengunjungi sejumlah wilayah dan bertemu langsung dengan para petani.
“Ini tidak main-main, karena beliau menyiapkan waktu banyak untuk kunjungan keliling. Hari ini, di sini (Adonara Barat), besok lanjut ke Adonara dan Kelubagolit, lanjut ke Witihama, lanjut ke Ileboleng, keliling semua,” ungkapnya.
Ia berharap kader muda asal Flores yang kini menjabat Komisaris PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) itu dapat menjadi jembatan komunikasi antara kebutuhan masyarakat di daerah dengan pemerintah di tingkat pusat.
“Kita menaruh banyak harapan sama kader muda Flores ini untuk menjadi jembatan kita sampai ke Jakarta,” ujarnya.
Bupati mengatakan Pemkab Flores Timur terus membangun kerja sama dan komunikasi dengan Waketum TMI, Yons Ebit, untuk mendukung pengembangan kawasan persawahan di Flores Timur, termasuk di Desa Wureh.
Terkait keluhan petani mengenai debit mata air yang mengaliri lahan persawahan yang kian menipis, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan di sekitar sumber mata air.
“Kita belum banyak sentuh di urusan lingkungan. Tahun 2027 harus ada perhatian yang lebih bertenaga untuk urusan lingkungan, karena kita banyak bor sumur,” kata Anton Doni.
Untuk menjawab keterbatasan kebutuhan air di kawasan persawahan, Bupati mengatakan Pemerintah Kabupaten Flores Timur akan mengupayakan bantuan sumur bor bagi petani Desa Wureh pada tahun depan.
Bupati menambahkan, saat ini Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tengah melakukan audit terhadap sistem irigasi yang mengairi kawasan persawahan Konga dan Hewa.
Ia berharap audit sistem irigasi ini dapat dilanjutkan ke kawasan persawahan Waiua dan Waigowa sehingga kebutuhan air serta kondisi jaringan irigasi di kawasan tersebut dapat dipetakan secara lebih menyeluruh.
Dalam catatan AksaraNews.net, Pemerintah Kabupaten Flores Timur di bawah kepemimpinan Bupati Anton Doni Dihen dan Wakil Bupati Ignasius Boli Uran sejak dilantik terus memberi perhatian pada pembangunan sektor pertanian.
Perhatian itu mencakup dukungan terhadap teknologi pertanian, penyediaan sarana dan prasarana, serta peningkatan kapasitas petani. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas dan pengelolaan potensi lahan pertanian secara lebih optimal.
Usai berdialog serta melakukan panen dan tanam perdana, Yons Ebit bersama Bupati Flores Timur dan rombongan menuju persawahan Waibelen di Desa Waiwadan, Kecamatan Adonara Barat.
Di lokasi tersebut, rombongan mengikuti agenda temu tani serta melakukan panen jagung perdana yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wakil Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia. (Tino)


















