• Home 1
  • Home 2
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sample Page
Kamis, Agustus 20, 2026
  • Login
Aksara News
  • Home
  • Polkam
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Dunia
  • Nasional
  • Hiburan
    Lembata Kembali ke Akar! Dulitukan Jadi Panggung Olahraga Tradisional. Bupati dan Wakil Bupati Main Tembak Karet

    Lembata Kembali ke Akar! Dulitukan Jadi Panggung Olahraga Tradisional. Bupati dan Wakil Bupati Main Tembak Karet

    Dari Cerita Leluhur ke Generasi Muda, Lomba Bertutur Jadi Ruang Merawat Identitas Lembata

    Dari Cerita Leluhur ke Generasi Muda, Lomba Bertutur Jadi Ruang Merawat Identitas Lembata

    Wakil Bupati Lembata Buka Turnamen TPH CUP U-17, Tekankan Sportivitas dan Pembentukan Karakter

    Wakil Bupati Lembata Jajal Kemampuan Menembak Bersama Personel Polres di Bukit Muruona

    Karnaval Budaya Menjadi Grand Opening Festival Lamaholot

    Festival Lamaholot 2026 di Lembata Diawali Pameran UMKM dan Tenun

    Pemancing Lembata Sabet Juara 1-3 Lembata Fishing Tournament 2026

    Lembata Fishing Tournament 2026, Laut dan Masyarakat Lembata Tuai Pujian Dari Dalam dan Luar Negeri

    Tuna Yellowfin Seberat 30 Kg Tangkapan Emmanuel Toni Juara Lembata Fishing Tournament 2026

    Ramaikan, Rebut Piala Bupati dan Ratusan Juta Dalam Ajang Lembata Fishing Tournament 2026

  • Olahraga
    • Opini
      • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Dunia
  • Nasional
  • Hiburan
    Lembata Kembali ke Akar! Dulitukan Jadi Panggung Olahraga Tradisional. Bupati dan Wakil Bupati Main Tembak Karet

    Lembata Kembali ke Akar! Dulitukan Jadi Panggung Olahraga Tradisional. Bupati dan Wakil Bupati Main Tembak Karet

    Dari Cerita Leluhur ke Generasi Muda, Lomba Bertutur Jadi Ruang Merawat Identitas Lembata

    Dari Cerita Leluhur ke Generasi Muda, Lomba Bertutur Jadi Ruang Merawat Identitas Lembata

    Wakil Bupati Lembata Buka Turnamen TPH CUP U-17, Tekankan Sportivitas dan Pembentukan Karakter

    Wakil Bupati Lembata Jajal Kemampuan Menembak Bersama Personel Polres di Bukit Muruona

    Karnaval Budaya Menjadi Grand Opening Festival Lamaholot

    Festival Lamaholot 2026 di Lembata Diawali Pameran UMKM dan Tenun

    Pemancing Lembata Sabet Juara 1-3 Lembata Fishing Tournament 2026

    Lembata Fishing Tournament 2026, Laut dan Masyarakat Lembata Tuai Pujian Dari Dalam dan Luar Negeri

    Tuna Yellowfin Seberat 30 Kg Tangkapan Emmanuel Toni Juara Lembata Fishing Tournament 2026

    Ramaikan, Rebut Piala Bupati dan Ratusan Juta Dalam Ajang Lembata Fishing Tournament 2026

  • Olahraga
    • Opini
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Aksara News
No Result
View All Result
Home Daerah

𝐌𝐁𝐆 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐩𝐞𝐤𝐭𝐢𝐟 𝐁𝐚𝐡𝐚𝐬𝐚 𝐏𝐮𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐑𝐨𝐦𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐤𝐨𝐛𝐬𝐨𝐧

AksaraNews by AksaraNews
5 Juli 2026
in Daerah, Opini
0

𝑻𝒊𝒏𝒐 𝑾𝒂𝒕𝒐𝒘𝒖𝒂𝒏, 𝑤𝑎𝑟𝑔𝑎 𝐹𝑙𝑜𝑟𝑒𝑠 𝑇𝑖𝑚𝑢𝑟, 𝑁𝑇𝑇

0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

𝑂𝑙𝑒ℎ: 𝑇𝑖𝑛𝑜 𝑊𝑎𝑡𝑜𝑤𝑢𝑎𝑛
FLORES TIMUR, AKSARANEWS.NET – Setiap kebijakan selalu diawali oleh bahasa. Sebelum masyarakat menikmati manfaat dari sebuah kebijakan, mereka lebih dulu mengenal nama program yang diperkenalkan pemerintah. Dari sanalah harapan mulai dibangun.

Menurut Roman Jakobson, ahli bahasa dan teoretikus sastra asal Rusia, bahasa memiliki beberapa fungsi. Salah satunya ialah fungsi puitik, ketika pilihan kata disusun untuk membangun kesan, emosi, dan imajinasi.

RELATED POSTS

Paulus Ola Menang Banding, PT Kupang Batalkan Putusan PN Lembata

Dugaan Korupsi Dana Bansos 2023 di Lembata, Tim Audit BPKP Diminta Hitung Kerugian Negara

Dalam fungsi itu, bahasa tidak hanya menyampaikan informasi. Bahasa juga menciptakan harapan, memengaruhi cara orang memandang kenyataan, bahkan sebelum kenyataan itu benar-benar hadir.

Saya menggunakan perspktif tersebut untuk membaca Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Muncul sesuatu yang menarik. Nama program tersebut terdengar sederhana, namun setiap katanya menyimpan makna yang kuat.

Rangkaian tiga kata “Makan Bergizi Gratis” membentuk sebuah frasa yang kemudian digunakan sebagai nama program memiliki daya pengaruh yang besar. Saya menyebutnya sebagai bentuk hegemoni bahasa.

Dalam politik, penamaan sebuah program hampir tidak pernah bersifat netral. Nama sebuah program selain  menjadi label administratif, sering kali menjadi bagian dari strategi komunikasi untuk membangun  citra dan memperoleh dukungan masyarakat.

Sebagai salah satu program andalan Prabowo-Gibran, MBG menjadi gagasan yang mendapat perhatian luas pada Pilpres 2024. Program ini diyakini ikut memperkuat daya tarik politik pasangan tersebut, meskipun kemenangan dalam pemilu tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Di titik inilah fungsi puitik bahasa bekerja secara efektif. Setiap kata dalam nama program memiliki makna simbolik yang saling menguatkan dan membentuk ekspektasi.

Kata “makan” segera membawa pikiran pada kebutuhan paling mendasar. Kata itu menghadirkan rasa aman dan kepedulian. Seolah negara ingin memastikan tidak ada warga yang kekurangan pangan.

Kata “bergizi” memiliki makna yang lebih dalam. Membawa harapan tentang tubuh yang sehat, anak yang tumbuh optimal, dan masa depan bangsa. Di sinilah inti pesan program sebenarnya berada.

Kemudian ada kata “gratis”. Satu kata yang mampu menyedot perhatian siapa saja. Memberi kesan bahwa negara hadir tanpa membebani rakyat.

Dalam konteks ini, bahasa bekerja lebih cepat daripada kenyataan. Nama program lebih dahulu membentuk persepsi, sementara hasilnya masih menunggu pembuktian.

Belakangan, baik dari perspektif bahasa maupun tujuan perlahan seolah bergeser, ketika pembahasan mengenai MBG lebih sering berputar pada dampak ekonomi dibanding persoalan gizi dan stunting.

Presiden Prabowo dan Wapres Gibran berulang kali mengatakan MBG menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi rakyat. Hasil pertanian terserap pasar, peternak memiliki pembeli, dan UMKM ikut berkembang.

Tentu, apabila ekonomi masyarakat ikut bergerak dan semakin banyak usaha kecil bertumbuh, hal itu patut disyukuri. Tidak ada alasan untuk menolak manfaat tersebut.

Sebaliknya, bila ada pihak yang mengkritik MBG dengan alasan logis dan ilmiah, kritik itu tidak dapat dijawab semata-mata dengan dalih bahwa penghentian program akan berdampak pada perekonomian masyarakat.

Ukuran keberhasilan MBG tetap harus kembali pada makna kata “bergizi”. Apakah makanan yang tersaji di setiap ompreng benar-benar memenuhi standar gizi? Apakah status gizi masyarakat membaik? Apakah angka stunting mengalami penurunan?

Sekali lagi, apabila ekonomi tumbuh, itu merupakan dampak yang menggembirakan. Dampak tetap berbeda dengan tujuan sehingga keduanya tidak boleh dipertukarkan.

Sejak awal, tujuan utama program MBG adalah pemenuhan gizi dan menurunkan stunting. Ilmu kesehatan telah lama menjelaskan kapan intervensi paling efektif dilakukan. Jawabannya ada pada seribu hari pertama kehidupan.

Fase itu dimulai sejak janin berada dalam kandungan. Berlanjut hingga anak berusia dua tahun. Masa tersebut menjadi periode emas pertumbuhan.

Pada fase inilah otak berkembang sangat cepat. Gangguan gizi dapat meninggalkan dampak jangka panjang. Kesempatan memperbaikinya semakin kecil setelah masa itu berlalu.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional per 22 Mei 2026 yang dipublikasikan ANTARA News, dari sekitar 62,4 juta penerima manfaat MBG, sebanyak 48,35 juta merupakan peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA/SMK. Selain itu terdapat 644.664 santri, 6,30 juta balita, 2,06 juta ibu menyusui, dan 868 ribu ibu hamil.

Data ini menunjukkan komposisi yang berbeda. Cakupan peserta didik telah mencapai sekitar 76,1 persen dari total sasarannya, sementara santri 44,2 persen. Sebaliknya, balita baru mencapai sekitar 37,7 persen, ibu hamil 35,3 persen, sedangkan ibu menyusui sekitar 75,2 persen.

Di sinilah muncul pertanyaan. Mengapa kelompok penerima manfaat terbesar sejauh ini justru peserta didik dan santri, sementara kelompok yang berada pada fase paling menentukan dalam pemenuhan gizi dan pencegahan stunting masih jauh lebih sedikit?

Peserta didik, termasuk santri, tetap membutuhkan makanan bergizi. Mereka juga berhak memperoleh perhatian negara. Masalahnya terletak pada urutan sasaran prioritas kebijakan.

Seharusnya kelompok yang paling rentan ditempatkan di posisi terdepan. Ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita berada pada fase kehidupan yang paling menentukan bagi pertumbuhan, perkembangan, dan pencegahan stunting.

Urusan gizi juga sering dipahami sebatas makanan yang disajikan. Padahal ilmu kesehatan menjelaskan bahwa gizi merupakan hasil dari banyak faktor yang saling berkaitan.

Anak yang memperoleh makanan bergizi di sekolah belum tentu tumbuh optimal. Sanitasi yang buruk, air bersih yang terbatas, dan lingkungan yang tidak sehat ikut memengaruhi tumbuh kembangnya.

Pendidikan orang tua juga menentukan. Pengetahuan tentang pola asuh, kebersihan, dan kebutuhan gizi keluarga sama pentingnya dengan makanan itu sendiri.

Akses terhadap layanan kesehatan juga berperan besar. Pemeriksaan kehamilan, imunisasi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Persoalan gizi dan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui makan siang gratis. Memerlukan pendekatan yang jauh lebih menyeluruh.

Makna kata “bergizi” jauh melampaui makanan yang disajikan setiap hari. Jika dibaca melalui perspektif bahasa, satu kata tersebut sesungguhnya memuat harapan yang jauh lebih besar daripada pemberian makanan gratis.

MBG telah berjalan sektar 1 tahun 6 bulan, walaupun belum merata ke segala pelosok. Harapan yang dibangun oleh bahasa sedang bertemu kenyataan. Perjalanan MBG tidak seindah imajinasi. Menemui banyak polemik.

Kasus makanan basi, keracunan makanan, dugaan penyimpangan anggaran, kasus korupsi yang menyeret pejabat terkait, dugaan titik SPPG fiktif, hingga perselisihan antara SPPG dan karyawan dapur MBG memperpanjang daftar polemik yang mengiringi pelaksanaan program.

Program sebesar MBG memerlukan tata kelola dan pengawasan yang sama besarnya. MBG menggunakan anggaran negara yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah dalam proyeksi pelaksanaannya. Masyarakat berhak mempertanyakan efektivitas setiap rupiah yang dibelanjakan.

Di sisi lain, masyarakat juga menghadapi kebutuhan mendesak pada sektor pendidikan. Banyak pihak lebih memilih pendidikan gratis yang berkualitas. Kesejahteraan guru, serta fasilitas belajar di banyak daerah masih memerlukan perhatian serius.

Seluruh pembahasan terkait sasaran penerima, kualitas gizi, tata kelola, efektivitas, dan prioritas anggaran bermuara pada satu pertanyaan: apakah MBG benar-benar mewujudkan makna yang terkandung dalam nama sekaligus tujuan utama program tersebut?

Roman Jakobson mengingatkan bahwa bahasa mampu membangun harapan, tetapi harapan hanya akan bertahan ketika bertemu fakta.

Jika status gizi meningkat, stunting menurun, tata kelola membaik, dan anggaran digunakan secara efektif, maka nama Makan Bergizi Gratis memperoleh makna yang utuh.

Sebaliknya, apabila bahasa lebih indah daripada kenyataan, keindahan bahasa kehilangan daya pikatnya karena masyarakat akan menilai kebijakan dari manfaat yang mereka rasakan.

Tags: MBGOpiniTino Watowuan
SendShareTweet
AksaraNews

AksaraNews

Related Posts

Paulus Ola Menang Banding, PT Kupang Batalkan Putusan PN Lembata

Paulus Ola Menang Banding, PT Kupang Batalkan Putusan PN Lembata

20 Agustus 2026
0

LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Sengketa tanah di depan Kantor Koperasi Merah Putih, Desa Lodotodokowa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata memasuki babak baru....

Dugaan Korupsi Dana Bansos 2023 di Lembata, Tim Audit BPKP Diminta Hitung Kerugian Negara

19 Agustus 2026
0

LEMBATA,AKSARANEWS.NET – Kejaksaan Negeri Lembata tengah menangani dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam penyelenggaraan Dana Bantuan Sosial pada Kementerian Sosial Republik...

Terpidana Korupsi Proyek Jalan di Lembata Bayar Lunas Rp2,79 Miliar Kerugian Negara

19 Agustus 2026
0

LEMBATA, AKSARANEWS.NET — Terpidana kasus tindak pidana korupsi Paket Pekerjaan Peningkatan Jalan di Kabupaten Lembata, Lely Yumima Lay, S.E., telah...

Bupati dan Wakil Bupati Lembata Melayat ke Rumah Duka Mantan Penjabat Bupati Drs. Sinun Petrus Manuk di Kupang

Bupati dan Wakil Bupati Lembata Melayat ke Rumah Duka Mantan Penjabat Bupati Drs. Sinun Petrus Manuk di Kupang

18 Agustus 2026
0

KUPANG, AKSARANEWS.NET - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, S.P., bersama Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, S.Sos., beserta jajaran Forum...

Acara Hiburan Dibatalkan, Toast Kenegaraan di Flotim Diwarnai Aksi Amal untuk Korban Gempa Bumi

Acara Hiburan Dibatalkan, Toast Kenegaraan di Flotim Diwarnai Aksi Amal untuk Korban Gempa Bumi

18 Agustus 2026
0

LARANTUKA, AKSARANEWS.NET — Pemerintah Kabupaten Flores Timur membatalkan sejumlah acara hiburan dalam rangkaian malam toast kenegaraan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan...

Next Post

Sumbang 200 Juta ETMC Flotim, Ahmad Yohan : Kita Harus Jadi Tuan Rumah Yang Baik

Lantik 13 Kepsek dan 42 Pejabat Fungsional, Bupati Lembata Tekankan Junjung Tinggi Nilai-nilai Dasar ASN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Paulus Ola Menang Banding, PT Kupang Batalkan Putusan PN Lembata

Paulus Ola Menang Banding, PT Kupang Batalkan Putusan PN Lembata

20 Agustus 2026

Dugaan Korupsi Dana Bansos 2023 di Lembata, Tim Audit BPKP Diminta Hitung Kerugian Negara

19 Agustus 2026

MOST VIEWED

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

Aksara News ( aksaranews.net ) merupakan portal berita online Nusa Tenggara Timur. Kami berkomitmen menyajikan berita terupdate, akurat dan edukatif.

CATEGORY

  • Advetorial – Pariwara
  • Berita Flores Timur
  • Berita Lembata
  • Berita Utama
  • Budaya
  • Daerah
  • Dunia
  • Ekbis
  • Feature
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Humaniora
  • Islami
  • Kemanusiaan
  • Kesehatan
  • Keuangan Daerah
  • Literasi
  • Nasional
  • NTT
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan Daerah
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Polkam
  • Puisi
  • Rohani
  • Sosial
  • Uncategorized

SITE LINKS

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org
  • Landing Page
  • All Features
  • Get JNews
  • Kontak

© 2023 - aksaranews.net

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • Polkam
  • Dunia
  • Ekbis
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hukrim

© 2023 - aksaranews.net

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In