• Home 1
  • Home 2
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sample Page
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Aksara News
  • Home
  • Polkam
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Dunia
  • Nasional
  • Hiburan

    Karnaval Budaya Menjadi Grand Opening Festival Lamaholot

    Festival Lamaholot 2026 di Lembata Diawali Pameran UMKM dan Tenun

    Pemancing Lembata Sabet Juara 1-3 Lembata Fishing Tournament 2026

    Lembata Fishing Tournament 2026, Laut dan Masyarakat Lembata Tuai Pujian Dari Dalam dan Luar Negeri

    Tuna Yellowfin Seberat 30 Kg Tangkapan Emmanuel Toni Juara Lembata Fishing Tournament 2026

    Ramaikan, Rebut Piala Bupati dan Ratusan Juta Dalam Ajang Lembata Fishing Tournament 2026

    Hari Pendidikan Nasional ke-66 di Lembata, Wabup Ajak Bangun Pendidikan Cerdas Digital dan Berakar Budaya

    Gelar Festival Muro, Kornelia Penate : Empat Tujuan Menjadi Sasaran

    Festival MURO 2026: Merawat Pesisir, Melestarikan Budaya, untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Festival MURO 2026: Merawat Pesisir, Melestarikan Budaya, untuk Masa Depan Berkelanjutan

    ETMC 2026 Siap Digelar November Mendatang, Flores Timur Tuan Rumah

  • Olahraga
    • Opini
      • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Dunia
  • Nasional
  • Hiburan

    Karnaval Budaya Menjadi Grand Opening Festival Lamaholot

    Festival Lamaholot 2026 di Lembata Diawali Pameran UMKM dan Tenun

    Pemancing Lembata Sabet Juara 1-3 Lembata Fishing Tournament 2026

    Lembata Fishing Tournament 2026, Laut dan Masyarakat Lembata Tuai Pujian Dari Dalam dan Luar Negeri

    Tuna Yellowfin Seberat 30 Kg Tangkapan Emmanuel Toni Juara Lembata Fishing Tournament 2026

    Ramaikan, Rebut Piala Bupati dan Ratusan Juta Dalam Ajang Lembata Fishing Tournament 2026

    Hari Pendidikan Nasional ke-66 di Lembata, Wabup Ajak Bangun Pendidikan Cerdas Digital dan Berakar Budaya

    Gelar Festival Muro, Kornelia Penate : Empat Tujuan Menjadi Sasaran

    Festival MURO 2026: Merawat Pesisir, Melestarikan Budaya, untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Festival MURO 2026: Merawat Pesisir, Melestarikan Budaya, untuk Masa Depan Berkelanjutan

    ETMC 2026 Siap Digelar November Mendatang, Flores Timur Tuan Rumah

  • Olahraga
    • Opini
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Aksara News
No Result
View All Result
Home Feature

Di Antara Rumah dan Demokrasi: Perempuan Menjaga Dua Amanah

AksaraNews by AksaraNews
22 Desember 2025
in Feature, Humaniora
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Feature Oleh Indah Purnama Dewi
Anggota Bawaslu Lembata

Pagi belum sepenuhnya terang ketika rumah mulai berdenyut oleh rutinitas. Air mendidih di dapur, seragam anak dilipat rapi, doa-doa pendek terucap lirih sebelum pintu ditutup. Di ruang yang sederhana itu, seorang perempuan menunaikan peran yang sering tak tercatat: menjaga kehidupan

RELATED POSTS

Jaga Kelestarian Pulau Kelor, PLN UIP Nusra Gelar Aksi Bersih Pantai Peringati Hari Lingkungan Hidup

A.M Lamabelawa: Program MBG Dibenahi Tata Kelola, Bukan Dihentikan

Namun setelah pintu rumah tertutup, langkah mereka berubah arah. Seragam dikenakan, berkas disusun dan tanggung jawab besar menanti. Di luar rumah, mereka bukan lagi sekadar penjaga keluarga—mereka adalah penjaga demokrasi.

Menjadi perempuan pengawas Pemilu bukanlah peran biasa. Ia menuntut keteguhan sikap, keberanian bersuara dan kejujuran yang tak bisa ditawar. Di ruang-ruang pengawasan, perempuan hadir membawa ketelitian dan empati, dua hal yang sering kali menjadi penentu keadilan dalam proses demokrasi.

Mereka mengawal setiap tahapan Pemilu dengan kesadaran penuh bahwa satu kelalaian kecil dapat berdampak besar bagi hak pilih rakyat.
Dipilih menjadi pemimpin bukanlah akhir perjuangan, justru awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Di pundak mereka, keadilan tidak boleh goyah oleh tekanan dan kebenaran tidak boleh dikaburkan oleh kepentingan. Mereka bersiap menghadapi laporan pelanggaran, membaca satu per satu fakta, menimbang hukum dengan hati yang jernih dan pikiran yang merdeka.

Saat sengketa Pemilu dan Pilkada hadir,
mereka berdiri di garis yang tidak mudah
menjadi penengah di tengah tarik-menarik kepentingan, menjadi penjaga prosedur saat emosi memuncak dan menjadi suara keadilan bagi hak-hak warga negara. Keputusan yang diambil bukan sekadar administrasi, melainkan ikhtiar menjaga kepercayaan publik.

Di tengah tugas itu, perempuan pengawas juga berhadapan dengan tantangan yang tak selalu tertulis dalam regulasi. Tekanan psikologis, ancaman, stigma, hingga kekerasan—baik verbal, fisik, maupun di ruang digital—kerap menjadi bagian dari risiko yang harus dihadapi. Namun mereka tetap berdiri, bukan karena tidak takut, melainkan karena mereka tahu demokrasi membutuhkan keberanian yang lahir dari nurani.

Di rumah, anak-anak mungkin bertanya mengapa ibu sering pulang larut. Di kantor, keputusan harus diambil tanpa ruang ragu. Di antara dua dunia itu, perempuan pengawas Pemilu belajar menyeimbangkan cinta dan tanggung jawab, perasaan dan profesionalisme. Mereka menyimpan lelahnya sendiri, agar keadilan tetap berjalan.

Kehadiran perempuan dalam pengawasan Pemilu sesungguhnya membawa makna lebih dari sekadar keterwakilan. Ia menghadirkan perspektif yang inklusif, sensitif terhadap kelompok rentan, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Perempuan memahami bahwa Pemilu bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi tentang bagaimana proses dijalankan dengan bermartabat dan bebas dari kekerasan.

Melalui kegiatan konsolidasi perempuan pengawas Pemilu dan masyarakat sipil, ruang-ruang penguatan dibuka. Di sanalah cerita dibagikan, pengalaman disatukan, dan harapan dirajut bersama. Bukan untuk mengeluh, tetapi untuk saling menguatkan. Sebab perempuan tidak berjalan sendiri dalam menjaga demokrasi—mereka saling menopang.

Transformasi digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari Pemilu juga dihadapi dengan kesiapan dan kehati-hatian. Perempuan pengawas hadir sebagai garda terdepan dalam memastikan teknologi menjadi alat perlindungan hak, bukan sumber kekerasan baru. Mereka belajar, beradaptasi, dan terus melangkah agar pengawasan tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Pada akhirnya, perjuangan perempuan pengawas Pemilu adalah kisah tentang pengabdian yang jarang disorot. Tentang air mata yang jatuh di ruang sunyi. Tentang doa yang dipanjatkan sebelum sidang dimulai. Tentang rindu yang ditahan demi amanah.

Jika hari ini demokrasi masih berdiri dengan kepercayaan publik yang terjaga, maka di dalamnya ada peran perempuan yang memilih untuk setia pada nilai, meski harus membagi dirinya antara rumah dan amanah

Mereka bukan hanya pengawas Pemilu.
Mereka adalah ibu bagi keluarga,
dan penjaga nurani bagi demokrasi Indonesia.
Selamat Hari Ibu

Tags: Bawaslu LembataBawaslu NTTBawaslu RIHari IbuIndah Purnama DewiSrikandiNTT
SendShareTweet
AksaraNews

AksaraNews

Related Posts

Jaga Kelestarian Pulau Kelor, PLN UIP Nusra Gelar Aksi Bersih Pantai Peringati Hari Lingkungan Hidup

18 Juni 2026
0

MANGGARAI BARAT, AKSARANEWS.NET – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menggelar kegiatan Beach Clean Up di...

A.M Lamabelawa: Program MBG Dibenahi Tata Kelola, Bukan Dihentikan

17 Juni 2026
0

YOGYAKARTA, AKSARANEWS.NET – Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan siswa di seluruh Indonesia kini menghadapi ujian berat. Isu gangguan...

Plan Indonesia dan Forum Jurnalis Lembata Luncurkan Buku Saku Panduan Peliputan BerbasisPerlindungan Anak

Plan Indonesia dan Forum Jurnalis Lembata Luncurkan Buku Saku Panduan Peliputan BerbasisPerlindungan Anak

16 Juni 2026
0

LEWOLEBA, AKSARANEWS.NET – Plan Indonesia bersama Forum Jurnalis Lembata (FJL) secara resmi meluncurkan “Buku Saku Panduan Peliputan Anak Berbasis Perlindungan...

Paradoks Lembata: Pengangguran Turun, Perantau Naik. Donatus Asan Lamabelawa: ‘Ini Sihir Statistik atau Luka Ekonomi?

4 Juni 2026
0

YOGYAKARTA, AKSARANEWS.NET - Kabupaten Lembata sedang menari di atas paradoks. Di atas panggung, Pemda Kabupaten Lembata di bawah kepemimpinan Bupati...

Isu “Kredit Siluman” Pihak Bank NTT Berjanji Akan Menghadirkan Petugas Marketing

2 Juni 2026
0

LEMBATA, AKSARANEWS.NET - Dugaan kejanggalan kredit tindis senilai Rp230 juta yang menimpa seorang nasabah Lasarus Teka Udak memasuki proses mediasi...

Next Post

Pemkab Lembata Pastikan Lokasi Kampung Nelayan Tahun 2026

PLN ULP Lembata Pastikan Listrik Aman Saat Nataru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

PLN UIP Nusra dan Polda NTT Perkuat Sinergi Pengamanan Proyek Strategis Ketenagalistrikan

2 Juli 2026

Berbalut Tenun, Wisatawan Mancanegara Ramaikan Festival Lamaholot dan Post Tour

2 Juli 2026

MOST VIEWED

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

Aksara News ( aksaranews.net ) merupakan portal berita online Nusa Tenggara Timur. Kami berkomitmen menyajikan berita terupdate, akurat dan edukatif.

CATEGORY

  • Advetorial – Pariwara
  • Berita Utama
  • Budaya
  • Daerah
  • Dunia
  • Ekbis
  • Feature
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Humaniora
  • Islami
  • Kemanusiaan
  • Kesehatan
  • Literasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan Daerah
  • Pendidikan
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Polkam
  • Puisi
  • Rohani
  • Sosial
  • Uncategorized

SITE LINKS

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org
  • Landing Page
  • All Features
  • Get JNews
  • Kontak

© 2023 - aksaranews.net

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • Polkam
  • Dunia
  • Ekbis
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hukrim

© 2023 - aksaranews.net

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In