LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Sebuah kapal yang pengadaannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Transportasi, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terbengkalai hingga karam.
Kapal Phinisi “Aku Lembata” Milik Pemda Lembata yang mana biaya pengadaannya menelan sekitar Rp.2.508.056.000,00 (dua milyar Lima ratus delapan juta lima puluh enam ribu) itu kini bagai ditelan lautan.
Dilansir dari Indonesiasurya.com edisi Rabu, 13 Mei 2026 menyebutkan Kapal ini pengadaan pada tahun, 2019 dengan sistem tender lalu dibangun pada Juli 2019 di Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.
Pengadaan kapal Rayat Pinisi Aku Lembata ini dengan tiga (3) orang pengguna anggaran dimana yang terhitung menjabat sejak periode 5 Juli 2019 – 10
Januari 2020 yakni pengguna anggaranya Paskalis Ola Tapobali , lanjut pada, tanggal 11 Januari 2020 sampai 11 Maret 2021 pengguna anggaranya Petrus Bote dan selanjutnya pada bulan April tahun 2021 – Desember 2022 itu pengguna anggaran El mandiri.
Kapal yang kemudian jadi masalah dan makan korban dua ASN Pemda Lembata itu kini tinggal cerita sebagian badan kapal tengelam.
Informasi dihimpun media ini, tenggelamnya kapan phinisi aku Lembata disebabkan ketiadaan anggaran pemeliharaan sehingga kapal bermasalah yang kropos
dimakan usia itu tenggelam ***(Team)

















