LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu deras, kemampuan literasi menjadi semakin penting. Kita tidak hanya dituntut untuk bisa membaca dan menulis, tetapi juga memahami, mengolah dan memanfaatkan informasi secara bijak.
Di sinilah peran kita semua untuk bersama-sama menumbuhkan budaya literasi yang berakar pada nilai-nilai lokal. Karena itu, melalui festival ini saya berharap akan lahir semangat baru : semangat untuk membaca lebih banyak, menulis lebih baik, dan berkarya lebih luas.
Demikian hal yang disampaikan Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, Yohanes Berchamans Daniel Dai, S.IP, pada pembukaan Festival Literasi Lembata 2026 di halaman kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lembata. Minggu, (10/05).
Tema yang diusung kali ini adalah: “Dari Laut, Tanah, dan Kandang, Kita Menenun
Literasi sebagai Nafas Kehidupan.
Menurut Bupati Lembata melalui Mans Dai, Tema ini bukan sekadar rangkaian kata, tetapi cerminan jati diri kita. Laut, tanah dan kandang adalah sumber kehidupan, tempat kita berpijak dan bertumbuh, sekaligus adalah simbol kerja keras, ketekunan, dan kearifan lokal.
” Dari ketiganya, kita belajar bahwa literasi tidak hanya hadir di buku, tetapi juga hidup dalam pengalaman, tradisi, dan keseharian masyarakat kita. Mari kita jadikan laut sebagai inspirasi luasnya wawasan, tanah sebagai pijakan nilai-nilai kearifan dan kandang sebagai simbol ketekunan dalam belajar dan berkarya,” Ucap Dai
Pemerintah Kabupaten Lembata memberikan apresiasi kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan bersama semua pihak terkait lainnya yang menyelenggarakan Kegiatan Festival Literasi Tahun 2026 ini.
“Kegiatan ini sangat strategis sebagai upaya menjadikan literasi sebagai budaya di daerah ini, teristimewa bagi peserta didik (pelajar). Karena itu, kita tidak boleh berhenti dengan menyelenggarakan festival, tetapi bagaimana setelah kegiatan ini kegemaran membaca peserta didik semakin meningkat, sehingga nantinya akan muncul generasi-generasi yang cerdas, generasi-generasi yang berbudaya yang lahir di sekolah-sekolah yang ada di daerah ini,” Kata Dai
Untuk itu lanjutnya, saya sangat mengharapkan kolaborasi dan kerja sama semua pihak, baik lembaga pemerintah, NGO, BUMD dan BUMN, satuan lembaga pendidikan di semua jenjang, pegiat literasi, penulis, budayawan serta semua stakeholder terkait lainnya agar bersama-sama mengembangkan literasi di Kabupaten ini.

















