LEWOLEBA, AKSARANEWS.NET – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq meresmikan gerai Alfamart Selandoro, Jumat (16/10/2026). Peresmian ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR), berupa program pemberian satu telur setiap hari selama enam bulan sebagai upaya mendukung penanganan stunting, serta bantuan sembako bagi masyarakat sekitar.
Peresmian yang berlangsung di gerai Alfamart Selandoro ini dihadiri Wakapolres Lembata, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Government Relations Manager Alfamart , Pimpinan Bank NTT, PLT Camat Nubatukan, Lurah Selandoro serta undangan lainnya.
Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Lembata yang didampingi oleh Wakapolres, Government Relations Manager Alfamart, Pimpinan Bank NTT, Plt. Camat Nubatukan dan Lurah Selandoro.
Dalam sambutannya, Government Relations Manager Alfamart, Burhanuddin Mahmud, menyampaikan bahwa kehadiran Alfamart di Kabupaten Lembata merupakan bagian dari pengembangan jaringan usaha yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Ia menjelaskan bahwa Alfamart telah menyerap sebanyak 49 tenaga kerja asal Kabupaten Lembata. Selain membuka kesempatan kerja, perusahaan juga telah memberikan ruang pemasaran bagi sejumlah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan.
Burhanuddin menegaskan bahwa pihaknya ingin membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha lokal agar keberadaan ritel modern dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan peluang kerja sama berupa pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM pada masa mendatang.
Menurutnya, pengembangan usaha ritel perlu berjalan seiring dengan pemberdayaan usaha kecil, mengingat pertumbuhan ekonomi daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha lokal yang memiliki potensi produk unggulan.
Pada kesempatan tersebut, Burhanuddin juga menjelaskan pelaksanaan program CSR Alfamart yang mencakup bantuan sembako bagi masyarakat sekitar serta dukungan penanganan stunting melalui program pemberian satu telur setiap hari selama enam bulan bagi 100 balita di wilayah Selandoro dan Lewoleba.
Program tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, , Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq dalam sambutannya, menegaskan bahwa peresmian gerai Alfamart bukan sekadar pembukaan tempat usaha baru, melainkan momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun perekonomian daerah yang produktif dan berkelanjutan.
Menurut Bupati, kehadiran investasi perlu ditempatkan dalam kerangka pembangunan yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat, terutama masyarakat lokal. Investasi tidak hanya diukur dari bertambahnya tempat usaha, meningkatnya aktivitas perdagangan, maupun transaksi ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pelayanan konsumen, dan menciptakan peluang usaha bagi masyarakat.
“Pembangunan daerah membutuhkan kerja sama dan kolaborasi semua pihak. Karena itu, kehadiran investasi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesempatan ekonomi bagi masyarakat lokal,” tegas Bupati.
Bupati kanis juga mengapresiasi keterlibatan tenaga kerja lokal dalam operasional Alfamart Selandoro. Berdasarkan keterangan pihak perusahaan, sebanyak 49 tenaga kerja asal Kabupaten Lembata telah terserap untuk mendukung kegiatan operasional usaha tersebut. Ia berharap kesempatan kerja bagi putra-putri daerah dapat terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan usaha dan kebutuhan pelayanan kepada masyarakat.
Selain penyerapan tenaga kerja, Bupati menaruh perhatian pada peluang pemasaran produk UMKM lokal melalui jaringan ritel modern. Ia menyampaikan bahwa sejumlah produk UMKM Lembata telah memperoleh kesempatan untuk dipasarkan di gerai Alfamart setelah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ditetapkan perusahaan.
Bupati mendorong para pelaku UMKM yang belum memenuhi persyaratan agar terus meningkatkan kualitas produk, melengkapi legalitas usaha, memperbaiki pengemasan, serta memenuhi standar keamanan dan kelayakan produk. Langkah tersebut dinilai penting agar produk lokal memiliki daya saing dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Bupati kanis juga mencontohkan potensi produk olahan lokal, seperti abon ikan, jagung titi, dan kopi, yang dapat dikembangkan melalui pengolahan dan pengemasan yang baik sehingga memiliki nilai tambah serta peluang pemasaran di luar Kabupaten Lembata.
“Saya berharap manajemen Alfamart dapat membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Jadikan Alfamart bukan hanya sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang membuka ruang bagi kemajuan bersama,” ujar Bupati.
Bupati turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyikapi perkembangan dunia usaha secara bijaksana, kritis, dan konstruktif. Menurutnya, keberadaan ritel modern perlu diiringi dengan upaya membangun sinergi bersama pelaku usaha kecil agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata.
Peresmian Alfamart Selandoro menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan daya saing produk UMKM, serta mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lembata. Prokompim Lembata.

















