LEWOLEBA, AKSARANEWS.NET – Penolakan terhadap kehadiran Alfamart di Kabupaten Lembata kian membesar dan memanas.
Senin, 28 September 2026, ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Lembata (FOKAL) dipimpin Koordinator Umum Cyprianus Pito Lerek, S.IP, mendatangi Kantor DPRD dan Kantor Bupati Lembata.
Anak muda lulusan Ilmu Pemerintahan Yogyakarta yang akrab disapa Bung Pedro ini memimpin langsung ratusan pedagang kios kecil yang merasa terancam.
“Jika Pemerintah Lembata di bawah pimpinan Bupati Kanis Tuaq tidak sanggup membantu menumbuhkan UMKM di Lembata, minimal jangan bunuh pelaku UMKM khususnya kios-kios kecil dengan menyuruh mereka berkompetisi terbuka dengan raksasa yang namanya Alfamart. Alfamart itu pemiliknya konglomerat, mereka tidak hidup dan mati di Lembata seperti pelaku UMKM kita ini,” teriak Pedro dalam orasinya.
Menurut Pedro, pemilik kios kecil adalah warga Lembata asli yang lahir, hidup, dan mati di Lembata, sehingga wajib dilindungi negara.
“Bupati Kanis dan Wabup Nasir dengan tanpa kajian yang matang, memberikan ruang, membuka gerbang untuk raksasa bernama Alfamart masuk ke Lembata, menjadi mesin penyedot uang di Lembata. Ini jauh dari kata bijaksana,” tegas alumni STPMD Yogyakarta itu.
Hal yang paling memicu kemarahan massa adalah fakta pembangunan gerai Alfamart di beberapa titik di Kota Lewoleba yang sama sekali tidak melibatkan tenaga kerja lokal.
“Pemerintah tanpa kendali yang terukur membiarkan bangunan Alfamart dibangun di sekian titik dalam kota Lewoleba tanpa melibatkan pekerja lokal Lembata. Pekerja kasar sampai halusnya didatangkan dari luar Lembata. Ini contoh nyata tidak ada keberpihakan sejak awal,” ungkapnya.
“Lembata seolah Negeri Tanpa Kepala. Berjalan tanpa arah,” tambahnya geram.
FOKAL pun memberi ultimatum keras. Mereka akan berkonsolidasi dan mengerahkan massa lebih besar jika hal ini tidak ditindaklanjuti.
“Kami akan berkonsolidasi untuk menyikapi hal itu. Jika perlu kami akan menggerakkan massa yang lebih banyak jumlahnya untuk mengusir para pekerja Alfamart yang didatangkan dari luar Lembata yang kini sedang bekerja di sekian titik dalam Kota Lewoleba,” pungkas Pedro.
7 Tuntutan FOKAL:
1. Evaluasi dan tinjau kembali izin operasional Alfamart
2. Hentikan sementara izin baru sampai ada kajian dampak
3. Lindungi kios kecil, pedagang dan UMKM Lembata
4. DPRD segera gelar RDP terbuka bersama rakyat
5. Prioritaskan dermaga feri dan penyeberangan
6. Lindungi keberlangsungan usaha mobil ekspedisi lokal
7. Libatkan rakyat dalam kebijakan ekonomi strategis


















