LEWOLEBA, AKSARANEWS.NET – Pengusaha di Lembata, Valensia Lembata, melayangkan protes keras kepada pemerintah terkait perizinan usaha dan pengawasan harga LPG di pasaran.
Ia mengaku kecewa karena sebelumnya usahanya disebut tidak memiliki izin, sehingga diminta untuk mengurus perizinan. Permintaan tersebut telah ia penuhi hingga izin resmi keluar.
Bahkan, untuk memastikan kelancaran pasokan LPG bagi masyarakat Lembata, ia telah menyiapkan kontainer khusus untuk memuat LPG langsung dari Surabaya.
“Kemarin kejadian dari tidak ada izin sampai disuruh urus izin dan saya sudah urus dan sudah keluar. Saya bahkan sudah siapkan kontainer khusus untuk muat LPG dari Surabaya,” ujarnya dengan nada kecewa, Kamis, (24/9).
Namun setelah izin dikantongi, ia menemukan fakta yang membuatnya kecewa. Saat menanyakan siapa saja yang telah mengantongi izin, ia mendapat jawaban bahwa hanya Nagamas yang berizin.
“Sampai dengan saat datang ini saya kecewa, saya sudah tanya siapa saja yang dapat izin, katanya hanya Nagamas. Yang memvalidasi ini kan pihak Koperindag,” ungkapnya.
Aci juga mempertanyakan pengawasan harga dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag). Menurutnya, ada pihak lain yang juga berizin namun menjual dengan harga yang lebih tinggi, padahal kebutuhan LPG masyarakat sangat darurat.
“Mungkin dari Koperindag dari pihak sebelah yang berizin. Kok harga jual lebih saya. Dimana kebutuhan ini sangat darurat. Terlalu besar mengambil untungnya,” keluhnya.
Ia meminta pemerintah untuk bersikap adil dan konsisten dalam menjalankan aturan, tidak tebang pilih.
“Kepada pemerintah, saya mau benar-benar dijalankan apa yang diperintahkan kepada kami dan pemerintah juga harus menjalani apa yang diperintahkan kepada kami,” tegasnya.
Aci Valencia juga menyoroti pembiaran terhadap pelaku usaha yang menjual dengan harga tinggi di tengah kebutuhan mendesak masyarakat.
“Kenapa pemerintah melakukan pembiaran terhadap mereka yang menjual di harga yang tinggi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Koperindag Kabupaten Lembata belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan tersebut.


















