LEWOLEBA, AKSARANEWS.NET – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lewoleba, Kamis (24/9).
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi NTT, serta seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan tersebut.
“Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena hanya atas penyelenggaraan-Nya kita boleh hadir di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat,” buka Bupati Kanis.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Lembata, saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Provinsi NTT, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan bagi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di TPI Lewoleba,” lanjutnya.
Menurut Bupati, hari ini menjadi momentum penting, khususnya bagi masyarakat pesisir dan para nelayan di Lembata.
“Groundbreaking ini bukan sekadar dimulainya pembangunan fisik, tetapi tanda dimulainya ikhtiar bersama untuk menghadirkan kawasan nelayan yang lebih tertata, produktif, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Bupati Kanis menyebut pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih memiliki arti sangat strategis bagi Lembata. Pasalnya, laut bukan hanya ruang kehidupan, melainkan sumber penghidupan bagi banyak keluarga.
“Karena itu, pembangunan sektor kelautan dan perikanan harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah, sejalan dengan Program Prioritas Unggulan NTT (Nelayan-Tani-Ternak),” ujarnya.
Ia berharap pembangunan ini tidak berhenti pada infrastruktur fisik semata.
“Kampung Nelayan Merah Putih harus tumbuh menjadi kawasan yang mampu memberikan nilai tambah bagi hasil tangkapan nelayan, membuka peluang usaha, memperkuat kelembagaan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya usaha mikro dan ekonomi lokal,” harapnya.
Bupati juga menegaskan keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, masyarakat, kelompok nelayan, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan harus berjalan bersama,” kata Kanis.
“Pemerintah Kabupaten Lembata siap mendukung dan mengawal pelaksanaan program ini agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Semoga seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan kelak Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar menjadi kawasan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Lembata,” pungkasnya.

















