LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Tenaga Kerja terus membuka akses kerja bagi generasi muda di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan di daerah.
Salah satunya melalui kerja sama dengan LPK Sekai Hikari Indonesia. Pada gelombang kedua tahun ini, sebanyak 22 peserta, terdiri dari 17 laki-laki dan 5 perempuan, disiapkan mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang di Bekasi, Jawa Barat.
Mereka akan menjalani pelatihan selama enam bulan, mulai 25 September 2026 hingga 25 Maret 2027, sebagai persiapan sebelum bekerja di Negeri Sakura.
Wakil Bupati Flores Timur, Ignas Boli Uran, melepas para peserta di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja, Desa Lamawalang, Kecamatan Larantuka, Rabu (16/9/2026).
Wabup Ignas mengatakan, program ini tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga menyiapkan anak-anak muda agar memiliki keterampilan sebelum memasuki dunia kerja di Jepang.
“Keterampilan akan menjadi nilai pembeda bagi peserta agar nantinya tidak hanya menjadi tenaga kasar, tetapi menjadi tenaga kerja terampil yang memiliki nilai jual di Jepang,” ujarnya.
Ia mengingatkan para peserta agar serius menjalani pelatihan dan menjaga nama baik Flores Timur selama berada di Bekasi. “Niat baik harus diikuti dengan komitmen, disiplin dan ketekunan,” pesannya.
Menurutnya, pengalaman sebelumnya menjadi bahan pembelajaran. Dari 25 peserta yang dikirim pada tahun 2025, 16 orang telah bekerja di Jepang, sementara enam peserta tidak melanjutkan proses karena persoalan kedisiplinan.
Sementara tahun 2026, dari 15 peserta yang telah dikirim pada gelombang pertama, sembilan orang di antaranya dinyatakan lulus dan siap melanjutkan proses ke Jepang.
Ignas juga meminta para orang tua/wali peserta agar tidak terlalu khawatir selama anak-anak mereka mengikuti program tersebut. Program ini merupakan kerja sama resmi Pemerintah Kabupaten Flores Timur dengan LPK Sekai Hikari Indonesia.
Kebutuhan peserta, termasuk makan dan minum, menjadi tanggung jawab Pemkab sesuai ketentuan program. Ia berharap para orang tua terus memberikan dukungan dan nasihat agar anak-anak mengikuti seluruh proses pelatihan dengan baik.
Melalui program ini, Pemerintah kabupaten Flores Timur menargetkan peserta memiliki kemampuan bahasa, pemahaman budaya, mental, karakter, dan keterampilan yang memadai sebelum memasuki dunia kerja di Jepang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Tenaga Kerja, Ramon Mandiri Piran, Sekdis Tenaga Kerja, Lambertus Ulin Tokan, Kabag Prokompim Setda Flotim, Emanuel Korebima, serta orang tua/wali peserta. (Tino)

















