LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pekerjaan Revitalisasi Satuan Pendidikan SDK Idalolong, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata, Senin (14/9/2026).
Revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sehingga peserta didik dapat memperoleh lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, sehat, dan layak.
Berdasarkan papan informasi kegiatan, pekerjaan revitalisasi SDK Idalolong meliputi rehabilitasi enam ruang kelas, rehabilitasi ruang perpustakaan, serta pembangunan ruang toilet baru. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dana sebesar Rp1.265.393.819 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026, dengan waktu pelaksanaan selama 130 hari kalender.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDK Idalolong, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kejaksaan Agung.
Dalam arahannya, Bupati Kanisius Tuaq meminta seluruh pihak yang terlibat agar memastikan pekerjaan revitalisasi dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, tepat waktu, serta sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan ketentuan yang berlaku.
“Pekerjaan ini harus dilaksanakan dengan baik, sesuai RAB dan aturan. Mutu dan kualitas fisiknya harus dijaga sehingga dapat diselesaikan tepat waktu,” tegasnya.
Bupati menargetkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan hingga Desember 2026. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran serta pengawasan bersama agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik.
Menurutnya, pemerintah tidak membeda-bedakan status sekolah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Setiap satuan pendidikan memiliki hak untuk mendapatkan perhatian dan dukungan sesuai dengan kemampuan serta ketentuan yang berlaku.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan pentingnya harmonisasi dan sinergi antara pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), satuan pendidikan, tokoh masyarakat, serta seluruh lembaga yang ada di desa.
Ia berharap Kepala Desa, BPD, kepala sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat membangun komunikasi serta kerja sama yang baik dalam mendukung pembangunan di wilayahnya.
“Desa yang kecil akan terasa indah apabila ada keharmonisan dan kerja sama yang baik antar-pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Bupati menilai pembangunan tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada kemampuan seluruh pihak untuk bekerja bersama, menjaga komunikasi, dan menyelesaikan setiap persoalan secara bersama-sama.
Karena itu, ia meminta setiap hambatan yang muncul dalam pelaksanaan pembangunan maupun penyelenggaraan pelayanan publik dapat segera dikoordinasikan dan diselesaikan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Bupati Kanisius Tuaq juga memberikan apresiasi kepada para guru yang selama ini tetap setia menjalankan tugas dan pengabdian, termasuk para tenaga honorer, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
Ia menegaskan bahwa menjadi bagian dari pemerintahan dan pelayanan publik pada dasarnya merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Menjadi bagian dari pemerintahan dan pelayanan publik bukan semata-mata tempat untuk mencari uang, tetapi merupakan bentuk pengabdian,” katanya.
Bupati mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Khususnya bagi guru-guru muda, ia mengajak agar aktif mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualifikasi, profesionalisme, sekaligus kesejahteraan guru.
Terkait pengawasan pendidikan, Bupati meminta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Lembata untuk terus mengawal kondisi sekolah-sekolah, termasuk memastikan berbagai kebutuhan pendidikan di wilayah tersebut mendapat perhatian.
Ia juga menyinggung pentingnya penataan dan penguatan fungsi pengawas sekolah di tingkat kabupaten, termasuk dengan memberdayakan guru-guru senior maupun kepala sekolah senior yang memiliki kompetensi sesuai bidang tugasnya.
Selain sektor pendidikan, Bupati juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus melanjutkan perencanaan pembangunan infrastruktur, termasuk jalan penghubung antarwilayah.
Namun, ia mengingatkan para camat dan kepala desa agar tidak memberikan janji-janji pembangunan yang belum dapat dipastikan pembiayaannya kepada masyarakat.
Menurutnya, kondisi keuangan daerah sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah di tingkat kecamatan dan desa perlu memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat mengenai kondisi dan kemampuan anggaran daerah.
“Jangan mengobral janji kepada masyarakat. Berikan edukasi bahwa pembangunan sangat bergantung pada kemampuan anggaran dan kebijakan pemerintah pusat,” pesannya.
Di sisi lain, Bupati mengajak para guru dan kepala sekolah untuk tidak hanya fokus pada tugas pendidikan, tetapi juga dapat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk kegiatan produktif, seperti menanam jagung dan komoditas pertanian lainnya.
Ia kembali menegaskan pentingnya program Jagung Titi sebagai salah satu prioritas daerah yang tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga dan melestarikan budaya lokal.
Menanggapi pertanyaan masyarakat mengenai program NTT (Nelayan, Tani, Ternak), Bupati menjelaskan bahwa program tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai pembangunan fisik berupa bangunan atau fasilitas besar.
Menurutnya, substansi program NTT adalah pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung, khususnya dalam memperkuat sektor nelayan, pertanian, dan peternakan.
Bupati berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengambil bagian dalam pembangunan sesuai dengan kapasitas dan potensi masing-masing.
“Pembangunan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi, sementara masyarakat juga harus mengambil bagian sesuai potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Bupati kemudian menyampaikan terima kasih kepada para guru, tenaga kependidikan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak yang selama ini telah memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan di wilayah tersebut.
Ia berharap revitalisasi SDK Idalolong tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan proses pendidikan yang semakin berkualitas bagi generasi muda Lembata.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Lembata, pimpinan OPD, Camat Nagawutun, Kepala SDK Idalolong, Kepala Desa Idalolong, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta orang tua/wali murid. Prokompim Lembata

















