ADONARA, AKSARANEWS.NET – Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI menegaskan komitmennya memulihkan kehidupan masyarakat pascakonflik sosial di Pulau Adonara dengan meresmikan Rumah Siap Huni (RSH), sumur bor, serta berbagai infrastruktur pendukung untuk desa Ile Pati dan Desa Bugalima di Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, bertempat di Pelataran Kantor Camat Adonara Barat, Kamis (16/7/2026).
Peresmian dipimpin langsung Kepala BNPB RI, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., didampingi Wakil Bupati Flores Timur Ignasius Boli Uran, S.Fil., jajaran Deputi BNPB, dan Forkopimda.
Program pemulihan ini merupakan tindak lanjut penanganan konflik sosial yang terjadi pada Oktober 2024 di wilayah Desa Bugalima dan Desa Ile Pati. Selain membangun kembali rumah warga, pemerintah juga menghadirkan sarana air bersih melalui pembangunan sumur bor sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Flores Timur Ignas Boli Uran menyampaikan apresiasi atas perhatian besar pemerintah pusat yang telah mengalokasikan 81,552 miliar rupiah untuk percepatan pemulihan pasca konflik. Anggaran tersebut digunakan untuk bantuan stimulan permukiman sebesar 8,1miliar rupiah, pembangunan 52 unit RSH dan dua sumur bor senilai 4,708 miliar rupiah, pembangunan jalan sepanjang 10,3 kilometer dengan nilai 56,393 miliar rupiah, pembangunan Jembatan Bliko senilai 20,360 miliar rupiah, serta dukungan fasilitas sosial dan jaringan kelistrikan di wilayah terdampak.
Wakil Bupati menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memulihkan kehidupan masyarakat; sembari berharap kepada seluruh masyarakat agar ke depannya penyelesaian masalah dapat dilakukan melalui kesadaran penuh dan pendekatan sosial, bukan dengan kekerasan yang justru merusak tatanan sosial serta merugikan daerah.
“Tinggalkan cara-cara kekerasan, dan bangun masa depan melalui persatuan, dialog, serta semangat perdamaian,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menjelaskan bahwa penanganan konflik sosial sejatinya berada di luar tugas utama BNPB. Namun, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, BNPB RI mengambil langkah cepat agar proses rekonstruksi rumah dan infrastruktur tidak berlarut-larut.
“Atas izin Bapak Presiden Prabowo Subianto, BNPB mengambil alih penanganan ini agar masyarakat segera kembali memiliki tempat tinggal dan kehidupan yang layak,” tegas Suharyanto.
Kepala BNPB juga mengapresiasi kerja sama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah Flores Timur yang terus mendukung penuh seluruh proses pembangunan fisik di lapangan sejak awal 2025 hingga selesai, sambil berharap agar semua pihak terus menjaga kedamaian serta memastikan konflik serupa tidak kembali terjadi di masa yang akan datang.
Komitmen menjaga perdamaian ini dinyatakan pula dalam penyampaian niat perdamaian oleh tokoh masyarakat Bugalima dan Ile Pati disertai pertukaran cinderamata berupa sarung yang melambangkan niat perdamaian kedua belah pihak.
Acara ini dihadiri juga oleh Sekretaris Daerah; Drs. Petrus Pedo Maran, M. Si., bersama para pimpinan OPD, Camat Adonara Barat bersama Forkopimcam, para Camat se-daratan Adonara dan para Kepala Desa, para tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. FP|IN/Redaksi


















