LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) kembali menggelar Pameran Pendidikan Tahun 2026 di Lapangan Lebao, Larantuka, 29–31 Oktober 2026.
Kegiatan bertema “Insan Pembelajar: Merawat Budaya, Bertumbuh dalam Inovasi, Membangun Generasi Masa Depan” ini menjadi ruang aktualisasi, berbagi praktik baik, dan menampilkan kreativitas insan pendidikan.
Pameran ini melibatkan perwakilan satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP dari 19 kecamatan di Kabupaten Flores Timur.
Berbagai kegiatan turut memeriahkan pameran, mulai dari pameran stan terbaik, video kreativitas, mading tiga dimensi (3D), lomba debat bahasa Inggris, baca puisi bahasa Inggris, mewarnai tingkat PAUD/TK, hingga lomba cerita rakyat berbahasa daerah.
Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, saat membuka kegiatan tersebut, berharap pameran pendidikan dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan pendidikan di Flores Timur.
“Harapan kami, mudah-mudahan pameran pendidikan ini dapat berjalan dengan baik dan juga memberikan dampak yang signifikan pada perkembangan pendidikan Flores Timur,” ujarnya.
Menurut Doni Dihen, pameran ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat dan tekad bersama dalam melakukan transformasi pendidikan di Flores Timur.
Ia menilai, program pendidikan yang dirancang dengan baik membutuhkan semangat, motivasi, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan agar target yang ditetapkan dapat tercapai.
Salah satu program yang mendapat perhatian dalam sambutannya adalah Future School, program Pemerintah Kabupaten Flores Timur yang mulai menunjukkan perkembangan di sejumlah sekolah.
Pada tahun 2025, program ini menyasar enam sekolah. Jumlah tersebut kemudian ditingkatkan menjadi 10 sekolah pada tahun 2026.
Doni Dihen mengaku melihat langsung perkembangan program itu melalui festival yang digelar di SMP Katolik St. Isidorus Lewotala, Kecamatan Lewolema; SMPN Satap Lamawolo, Kecamatan Adonara Barat; dan SDI Bungalawan, Kecamatan Ileboleng.
Ia melihat anak-anak berani tampil, termasuk menggunakan bahasa Inggris, serta terlibat dalam berbagai kegiatan yang memberi ruang bagi setiap siswa untuk menunjukkan kemampuannya.
Hal itu, menurut dia, menunjukkan bahwa festival dapat menjadi metode pembelajaran yang efektif untuk membangun keberanian, kreativitas, dan semangat berprestasi siswa.
“Dari keseluruhan tiga festival ini, kami menyatakan bahwa di Flores Timur kita mempunyai satu temuan penting. Temuan bahwa festival adalah metode pembelajaran dan metode pendidikan yang efektif untuk mentransformasikan anak-anak didik kita,” ungkapnya.
Doni Dihen berharap praktik baik melalui program Future School dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Flores Timur.
Pendidikan di Flores Timur, kata dia, mesti menetapkan target yang tinggi agar generasi muda daerah itu mampu bersaing dengan anak-anak dari daerah lain, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pengembangan kompetensi siswa perlu mencakup kemampuan akademik dan nonakademik, termasuk critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi), dan confidence (kepercayaan diri).
Lima kompetensi tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda Flores Timur menghadapi tantangan masa depan.
“Kalau kita tidak mentransformasikan mental mereka, kepercayaan diri mereka bahwa mereka bisa tampil ke dunia yang lebih luas melalui bisa omong bahasa Inggris dengan baik, maka mereka tidak akan bersaing di dunia masa depan nanti,” tegasnya.
Selain pengembangan kompetensi siswa, Doni Dihen juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah berencana mengalokasikan anggaran lebih besar pada 2027 untuk kegiatan nonfisik, terutama pengembangan kompetensi guru dan pengawas.
Penguatan lembaga seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) juga menjadi bagian dari upaya tersebut.
Ia berharap seluruh insan pendidikan terus membangun semangat bersama agar Flores Timur mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi yang percaya diri menyambut Indonesia Emas 2045. (Tino)

















