LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Festival Lamaholot memiliki daya tarik tersendiri bagi Wisatawan mancanegara, para wisatawan tersebut membaur bersama masyarakat yang mengikuti karnaval dengan mengenakan tenun.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata, Yakobus Andreas Wuwur atau yang kerap disapa Jack Wuwur mengatakan kehadiran wisatawan mancanegara menjadi bukti meningkatnya daya tarik Festival Lamaholot sebagai destinasi wisata budaya bertaraf internasional.
“Kehadiran wisatawan ini menjadi bukti daya tarik festival ini sebagai destinasi wisata yang bertaraf internasional dan para wisatawan ini akan mengikuti agenda post tour ke sejumlah desa wisata di Kabupaten Lembata,” Ucap Jack Wuwur, Kamis (2/7/2026).
Lanjutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Lamaholot yang hidup dan diwariskan secara turun-temurun.
Jack Wuwur menjelaskan, memasuki hari kedua ini, fokus kegiatan beralih pada eksplorasi budaya di Desa Wisata Atakore dan Lusilame.
Wisatawan mancanegara disambut dengan tarian Holo Beba sebelum diajak mengunjungi dapur alam geothermal Karun Watuwawer, salah satu potensi wisata unik yang dimiliki Lembata.
“Mereka juga menyaksikan secara langsung aktivitas menenun kain tradisional, kerajinan anyaman lontar, serta menikmati beragam kuliner khas masyarakat setempat. Interaksi tersebut memberikan pengalaman autentik mengenai kehidupan masyarakat adat yang masih menjaga tradisi leluhur,” Terang Jack Wuwur
Perjalanan budaya kemudian dilanjutkan ke Kampung Adat Lewogolen. Di lokasi ini, para wisatawan diperkenalkan dengan permainan rakyat Gese dan Erak, serta pertunjukan tari tradisional Dua Bolo yang sarat makna kebersamaan dan penghormatan terhadap warisan budaya.
“Selain menyaksikan pertunjukan seni, para pengunjung memperoleh pengalaman langsung hidup bersama masyarakat dan mengenal nilai-nilai budaya Lamaholot dari dekat,” Ujar Jack
Untuk diketahui, malam pembukaan festival Lamaholot ini dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, para bupati dari wilayah budaya Lamaholot, serta perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pembukaan resmi ditandai dengan tiupan buri atau cangkang siput secara bersama-sama, disertai penyerahan Piagam Karisma Event Nusantara (KEN) kepada Pemerintah Kabupaten Lembata. (Tim).


















