LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Keterampilan merias wajah bisa menjadi bekal untuk bekerja serta mengembangkan usaha sendiri. Hal ini dirasakan peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Junior Make Up Artist (MUA) di Flores Timur.
Pelatihan yang diselenggarakan UPTD Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Flores Timur ini berlangsung sejak 5 hingga 20 Oktober 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Flores Timur, Desa Lamawalang, Kecamatan Larantuka.
Pelaksanaan pelatihan mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui DIPA Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur Tahun Anggaran 2026.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik tata rias. Materi yang dipelajari yaitu persiapan kerja, kebersihan dan keselamatan kerja, komunikasi dengan pelanggan, persiapan wajah, hingga praktik merias.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya anak muda agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.
Selain mendukung tumbuhnya wirausaha baru, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Anastasia Maria Sitanggang, salah satu peserta, mengatakan pelatihan tersebut memberinya tambahan keterampilan, terutama dalam tata rias untuk kebutuhan sehari-hari dan tata rias geriatri.
“Dalam pelatihan ini kita belajar dua kealhian. Yang pertama, makeup daily untuk makeup keseharian. Dan yang kedua, makeup geriatri,” ujarnya.
Menurut Anastasia, materi makeup geriatri menjadi salah satu keterampilan yang paling bermanfaat baginya karena tata rias sehari-hari sudah biasa dilakukan.
“Jadi yang paling bermanfaat untuk kami itu makeup geriatri, karena makeup daily itu kita memang sudah biasa. Tapi yang paling bermanfaat itu makeup geriatri. Makeup untuk umur yang di atas 40 tahun,” ungkapnya.
Selain teknik merias, peserta juga belajar membentuk alis dan menyesuaikan warna foundation dengan warna kulit. Kemampuan ini menjadi tambahan pengetahuan yang bisa diterapkan saat melayani pelanggan.
“Semakin banyak kemampuan yang kami dapat. Yang pertama itu alis, untuk mengukir alis pakai foundation,” kata Anastasia.
“Sebelumnya kita tidak terlalu mahir, tapi setelah mengikuti pelatihan ini, kita jadi bisa untuk gambar alis, untuk mengetahui tone-tone kulit menggunakan foundation,” lanjutnya.
Bagi Anastasia, pelatihan ini juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan usaha yang sudah dijalankannya. Ia berharap keterampilan baru yang diperoleh bisa membuat usahanya semakin berkembang.
“Kalau usaha, kebetulan saya sudah punya usaha. Jadi setelah mengikuti pelatihan ini, saya semakin kembangkan lagi usaha saya,” ujarnya.
Namun, pengembangan usaha tata rias masih menghadapi kendala, terutama soal modal dan ketersediaan produk kecantikan. Beberapa produk harus dipesan dari luar daerah sehingga perlu menunggu sampai barang tiba.
“Mungkin di modal, produk. Kadang produk tidak ada di sini. Jadi harus pesan dulu. Mungkin (butuh) waktu untuk datangnya produk,” ungkap Anastasia dan Petronela Oyan, peserta lainnya.
Mereka berharap ada dukungan setelah pelatihan berakhir, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan produk dan fasilitas usaha.
Untuk diketahui, pelatihan Junior Make Up Artist merupakan satu dari tiga program Pelatihan Berbasis Kompetensi. Dua progran lainnya adalah pelatihan budidaya sayuran sistem hidroponik dan pembuatan roti dan kue.
Ketiga program pelatihan yang diselenggarakan UPTD Latihan Kerja Disnaker Flores Timur ini telah berakhir dan ditutup pada Selasa, 20 Oktober 2026, di BLK Flores Timur, Desa Lamawalang, Kecamatan Larantuka. (Tino)


















