ADONARA, AKSARANEWS.NET – Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren Al-Bara’ah Duanur, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur. Sebanyak 12 santri dan santriwati terbaiknya resmi mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026.
Kegiatan akbar tingkat nasional yang mempertemukan ribuan santri pramuka dari seluruh Indonesia ini diselenggarakan pada 30 September hingga 6 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan, Malang, Jawa Timur.
PPSN VI tahun ini tidak hanya sekadar perkemahan biasa. Dengan tema besar yang mengusung semangat *ekoteologi*, kegiatan ini menekankan harmoni antara nilai keagamaan, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Berbagai aktivitas berbasis lingkungan akan menjadi fokus utama, seperti pengelolaan sampah berkelanjutan, gerakan penanaman ribuan pohon, hingga edukasi konservasi alam dan ketahanan pangan.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Bara’ah, Sajalil Saifudin, saat dikonfirmasi di Waikewak, Jumat, 2 Oktober 2026 mengaku bersyukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada santrinya untuk mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
“Kami bersyukur, 12 santri dan santriwati kami dipercaya mewakili NTT. Ini adalah amanah sekaligus kebanggaan bagi Pondok Pesantren Al-Bara’ah yang terletak di Desa Duanur, Kecamatan Adonara Barat,” ungkap Sajalil Saifudin.
Menurutnya, keikutsertaan dalam PPSN merupakan wujud nyata dari pendidikan karakter di pesantren yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk jiwa kepemimpinan, kemandirian, cinta tanah air, dan kepedulian sosial serta lingkungan.
Pondok Pesantren Al-Bara’ah Duanur sendiri dikenal sebagai salah satu pesantren yang aktif mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan sebagai media pembinaan santri yang berakhlak, tangguh, dan cinta alam.
“Kami berharap, melalui PPSN VI di Malang ini, santri kami tidak hanya mendapatkan pengalaman berkemah, tetapi juga menambah wawasan, memperluas jaringan persaudaraan santri se-Nusantara, dan yang paling penting bisa membawa pulang praktik-praktik baik tentang ekoteologi untuk diterapkan di pesantren dan di tengah masyarakat Adonara,” tambahnya.
Dengan keberangkatan 12 duta pramuka santri ini, diharapkan NTT, khususnya Flores Timur dan Adonara, dapat menunjukkan eksistensinya sebagai daerah yang melahirkan santri-santri unggul, berprestasi, dan peduli terhadap isu-isu lingkungan global.

















