BANDUNG, AKSARANEWS.NET – Aliansi Bandung Ngagoak (ABN) menggelar Aksi Estetik sebagai wadah aspirasi publik menyikapi ketimpangan dan ketidakadilan di Indonesia.
Aksi dipusatkan di Kebun Seni Kreativitas Budaya, Jl. Tamansari No. 69, seberang ITB.
ABN menilai Bandung punya rekam jejak historis sebagai kawah candradimuka pergerakan, mulai dari Sakola Kautamaan Isteri oleh Raden Dewi Sartika (1904), surat kabar Medan Prijaji oleh Tirto Adhi Soerjo (1907), Indische Partij oleh Tiga Serangkai (1912), Algemeene Studieclub dan pleidoi Indonesia Menggugat Bung Karno di Penjara Banceuy (1926-1930), Konferensi Asia Afrika (1955), hingga Pengadilan Puisi di Unpar (1974).
Warisan itu, menurut ABN, harus dirawat kembali karena ketimpangan antara yang maha kaya dan yang maha miskin kini makin tajam dan mencederai Sila ke-5 Pancasila serta Pasal 33 UUD 1945.
ABN dimaknai sebagai gabungan masyarakat terstruktur lewat komunitas untuk menyuarakan ketimpangan, dari level Bandung Raya hingga isu global yang berdampak lokal.
Aksi nyata yang sudah digelar:
– Aksi Estetik #1: 29 Agustus 2026 di Kebun Seni
– Aksi Estetik #2: 13 September 2026 di Kebun Seni
Pesertanya lintas komunitas seni: Kebun Seni, SituSeni, Manjing Manjang, KPJ, Roemah Alibi, Musik Akustik Kampungan, Lab Tubuh Bubat 212, Laskar Panggung, Teater Bel, Kuma Aing Anying, hingga pedagang Pasar Ciroyom (Himbar Buana Jaya).

ABN menyatakan berada di barisan publik. Aksi ini menyasar dua arah, publik dan republik (pemerintah), untuk saling mengingatkan kewajiban menjalankan Pancasila dan Konstitusi. Jika pengelola negara keluar koridor konstitusi, rakyat wajib menegur dengan cara yang masuk akal dan etis.
Program ke depan dibagi 3 rumpun:
1. Aksi: pertunjukan seni, orasi, pernyataan sikap periodik bulanan di Kebun Seni.
2. Workshop: penguatan logika, etika, estetika lewat puisi, musik, rupa, tari.
3. Jurnalisme Warga: edukasi literasi media, UU ITE, UU Pers, dan UU Penyiaran untuk menangkal hoaks, dikelola via kanal sosmed ABN.
R. Dany Ahmad, Ketua Yayasan Kebun Seni dalam siaran pers yang diterima media ini. Kamis, 17 September 2026 menegaskan, Kebun Seni terbuka sebagai ruang ekspresi, namun tetap dalam koridor etis dan logis.
“Masyarakat dapat menyuarakan keresahannya di sini dalam bentuk kesenian. Namun, hindari fitnah dan mendiskreditkan siapapun termasuk tokoh politik,” tegasnya.

















