LEWOLEBA, AKSARANEWS.NET – Perubahan iklim, risiko bencana, keterbatasan sumber daya alam, tekanan terhadap lingkungan, serta kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menuntut kita untuk memiliki tata kelola pembangunan yang semakin adaptif, kolaboratif dan terintegrasi. Karena itu, pengelolaan adaptasi tidak boleh dipandang
sebagai agenda sektoral semata.
Adaptasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan pembangunan, pengelolaan sumber daya alam, perlindungan lingkungan, risiko bencana, penguatan pengurangan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Project yang dijalankan ini memberikan ruang bagi kita untuk belajar bersama, meningkatkan pengetahuan, memperkuat kapasitas, serta mengembangkan praktik-praktik yang dapat menjadi dasar bagi tata kelola pembangunan, yang lebih responsif terhadap perubahan dan risiko yang dihadapi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Lembata memberikan apresiasi yang setinggi- tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Project ini.
Demikian hal yang disampaikan Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yohanes Berchmans Daniel Dai atau yang akrab disapa Mans Wutun saat membuka Kegiatan Workshop Diseminasi Hasil dan Penutupan Project Pengelolaan Adaptasi untuk Tata Kelola Integratif (PANTAI) di Ballroom dan Cafe Olympic. Rabu, (09/09/2026).
Menurut Bupati Lembata, melalui Mans Wutun mengatakan bahwa Workshop ini memiliki arti yang sangat penting.
“Diseminasi hasil, bukan sekadar menyampaikan apa yang telah dilakukan dan apa yang telah dicapai. Lebih dari itu Forum ini harus menjadi momentum untuk pembelajaran, merefleksikan mengidentifikasi praktik baik, memperkuat
komitmen, serta memastikan bahwa hasil Project dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan setelah Project secara resmi berakhirberakhir,” Kata Mans
Lanjutnya, setelah Project ini ditutup, tanggung jawab kita menjadi semakin besar untuk memastikan keberlanjutan hasilnya.
“Karena itu, semua pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh, harus diterjemahkan ke dalam kebijakan dan program pembangunan,” Kata Mans
Praktik-praktik baik yang telah berkembang di tingkat masyarakat perlu terus diperkuat. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, pendidikan, organisasi-organisasi lembaga sosial/yayasan/NGO, serta seluruh mitra pembangunan harus tetap dijaga.
“Mari kita jadikan hasil Project ini sebagai salah satu referensi, dalam memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis risiko, berbasis data, memperhatikan daya dukung lingkungan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” Ajak Mans
Ada satu hal pentingyang perlu kita pegang bersama. Yakni, adaptasi adalah proses yang terus berlangsung.
Tantangan pembangunan akan terus berubah. Risiko yang kita hadapi juga dapat berkembang. Karena itu, kita harus terus belajar, menyesuaikan diri dan mengambil keputusan secara bersama-sama. Semangat inilah yang harus kita bawa setelah Project ini selesai. Mari kita jaga hasil yang telah dicapai.
“Mari kita lanjutkan kolaborasi yang telah dibangun. Dan mari kita pastikan bahwa pembelajaran dari Project ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lembata.” Tuntas Asisten III Setda Lembata ini.

















