LEWOLEBA, AKSARANEWS.NET – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., didampingi Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Quintus Irenius Suciadi, S.H., M.Si., menerima Kontingen Gerakan Pramuka Kabupaten Lembata yang telah mengikuti Jambore Daerah (Jamda) X Nusa Tenggara Timur dan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.
Penerimaan kontingen berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lembata, Jumat (4/9/2026), dan dihadiri Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Lembata, Maria Anastasia Bara Baje, S.STP., bersama para pembina dan anggota kontingen.
Kontingen Kabupaten Lembata berjumlah 22 orang, terdiri atas 16 peserta, ketua kontingen, para pendamping, serta tim kesehatan. Sebelum mengikuti rangkaian kegiatan, kontingen secara resmi dilepas oleh Pemerintah Kabupaten Lembata pada 15 Juli 2026.
Dalam laporan Ketua Kontingen, disampaikan bahwa pelaksanaan Jambore Daerah berlangsung pada 23 Juli hingga 2 Agustus 2026. Selama mengikuti kegiatan di Fatubena, para peserta menghadapi kondisi cuaca yang cukup ekstrem, dengan suhu yang sangat panas pada siang hari dan dingin pada malam hari. Meski demikian, seluruh anggota kontingen mampu beradaptasi dan mengikuti berbagai kegiatan dengan penuh semangat.
Dari keikutsertaan tersebut, Kontingen Pramuka Kabupaten Lembata berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Lembata meraih Juara II Forum Penggalang dari 17 kabupaten yang berpartisipasi serta Juara II Masakan Lokal melalui penyajian sejumlah makanan khas daerah, antara lain ikan paus, jagung bose, dan rumpu-rampe.
Selain prestasi tersebut, salah satu peserta putri asal Lembata, dipercaya menjadi pembawa acara (MC) pada pembukaan Jambore Daerah. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus menunjukkan kemampuan dan kepercayaan diri peserta Pramuka Lembata di tingkat provinsi.
Setelah menyelesaikan rangkaian Jambore Daerah, kontingen melanjutkan perjalanan ke Cibubur dan tiba pada 12 Agustus 2026. Selama berada di Cibubur, para peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti bidang pertanian dan peternakan dalam rangka Jambore Nasional XII, sekaligus memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai daerah dan budaya di Indonesia. Peserta juga memperkenalkan serta menikmati makanan khas Kabupaten Lembata sebagai bagian dari pengenalan budaya daerah.
Ketua Kontingen juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Lembata, para pembina, sekolah, serta orang tua peserta. Persiapan kontingen telah dilakukan sejak sekitar delapan bulan sebelum pelaksanaan kegiatan. Dukungan orang tua dinilai sangat besar, terutama dalam menyiapkan kebutuhan logistik dan perbekalan peserta.
Dalam arahannya, Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh anggota kontingen dapat kembali ke Lembata dalam keadaan selamat dan sehat.
Bupati juga mengapresiasi perjuangan para peserta yang telah membawa nama baik keluarga, sekolah, dan Kabupaten Lembata dalam kegiatan kepramukaan di tingkat provinsi maupun nasional.
“Adik-adik tidak hanya membawa nama baik keluarga dan sekolah, tetapi juga membawa nama Kabupaten Lembata. Karena itu, apa yang sudah diperoleh selama mengikuti kegiatan harus menjadi pengalaman berharga untuk membentuk pribadi yang lebih baik,” ujar Bupati.
Bupati menilai keikutsertaan dalam Jambore Daerah dan Jambore Nasional merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi para peserta. Mereka tidak hanya mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi juga mendapat pengalaman mengunjungi sejumlah daerah, termasuk Kupang, Jakarta, dan Cibubur.
Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi motivasi bagi para peserta untuk memiliki cita-cita yang tinggi dan terus mengembangkan potensi diri. “Gantungkan cita-cita setinggi-tingginya. Mau menjadi polisi, TNI, atau profesi lainnya, semua bisa dicapai dengan belajar, disiplin, dan kerja keras,” pesan Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan bahwa peserta tidak perlu merasa rendah diri terhadap pekerjaan yang berkaitan dengan sektor pertanian, peternakan, maupun perikanan. Menurutnya, menjadi petani, peternak, dan nelayan merupakan pekerjaan yang mulia karena memiliki peran penting dalam menyediakan pangan bagi masyarakat.
Ia berharap berbagai pengetahuan teknis yang diperoleh selama mengikuti kegiatan Pramuka, termasuk bidang pertanian dan peternakan, dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Minat peserta untuk mengembangkan kegiatan produktif seperti memelihara ternak, menurutnya, dapat dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka.
Bupati juga meminta agar pengalaman mengikuti Jambore mampu membawa perubahan nyata terhadap karakter para peserta. Kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, keberanian, dan kemampuan bekerja sama harus menjadi bagian dari kehidupan mereka setelah kembali ke sekolah dan lingkungan masing-masing.
“Setelah kembali ke sekolah, harus ada perubahan. Lebih rajin, lebih disiplin, dan mampu menerapkan apa yang sudah dipelajari selama mengikuti kegiatan,” tegasnya.
Di sisi lain, Bupati mengingatkan para pembina dan guru mengenai pentingnya memberikan edukasi kepada generasi muda terkait berbagai persoalan sosial yang dihadapi remaja, termasuk bahaya HIV/AIDS.
Ia berharap para peserta Pramuka dapat menjadi agen perubahan sekaligus sumber informasi yang positif bagi teman-temannya di sekolah maupun masyarakat. Edukasi yang benar dan berkelanjutan dinilai penting agar generasi muda mampu menjaga diri serta mengambil keputusan yang tepat dalam pergaulan.
“Adik-adik Pramuka harus menjadi contoh yang baik. Jadilah sumber informasi bagi teman-teman di sekolah dan lingkungan masyarakat. Berikan pemahaman yang benar kepada sesama,” pesan Bupati.
Mengakhiri arahannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada para pembina, orang tua, sekolah, pengurus Kwarcab, serta seluruh pihak yang telah mendukung keberangkatan dan pelaksanaan kegiatan Kontingen Pramuka Kabupaten Lembata.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata tetap memberikan dukungan terhadap kegiatan pengembangan generasi muda, meskipun pemerintah daerah saat ini menghadapi berbagai keterbatasan keuangan.
Seluruh anggota Kontingen Pramuka Kabupaten Lembata kemudian disambut dengan penuh sukacita oleh Pemerintah Kabupaten Lembata dan keluarga. Kepulangan dalam keadaan sehat dan selamat menjadi penutup dari rangkaian perjalanan sekaligus awal untuk menerapkan pengalaman, pengetahuan, kedisiplinan, dan semangat kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. Prokompim Lembata

















