SOLOR, AKSARANEWS.NET – Setelah meresmikan sumur bor di Desa Tanah Werang, Solor Timur, Bupati Flores Timur Anton Doni Dihen bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Nuhalolon, Kecamatan Solor Barat, Kamis (27/8/2026).
Tujuannya adalah di kawasan Biri. Di sana, para petani sudah menunggu bersama Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Yosep Sadi Open, Plt Camat Solor Barat, Andreas Keban, Kepala Desa Nuhalolon Markus Keray, serta para penyuluh pertanian.
Suasana siang itu tampak ramai. Sejumlah petani sibuk menyiram tanaman. Di sela-sela aktivitas itu, beberapa pembeli juga datang mencari sayur-sayuran segar hasil kebun.
Senyum Bupati terlihat merekah sesaat setelah turun dari kendaraan. Hamparan hijau di kawasan itu menjadi pemandangan yang tidak biasa di wilayah Solor yang dikenal kering dan minim sumber air.
Perubahan itu hadir setelah para petani memanfaatkan satu unit sumur bor yang dibangun melalui Program 100 Hari Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025.
Di atas lahan seluas sekitar 2,5 hektar yang sebelumnya ditanami jagung, kini tumbuh beragam tanaman hortikultura. Terung, tomat, cabai, sawi putih, sawi hijau, pakcoy, wortel, kangkung, bayam, timun, kacang panjang hingga kacang buncis tumbuh subur.
Kekaguman Bupati semakin bertambah ketika ia memanen wortel untuk memastikan hasilnya. Umbi yang tercabut dari tanah tampak bagus dan segar.
Koordinator BPP Nusacendana Kecamatan Solor Barat, Petronela Perada Keray, mengaku wortel sebenarnya pernah ditanam petani Solor pada masa lalu. Namun hasil yang diperoleh saat itu masih berukuran kecil.
Kini hasilnya jauh berbeda. Kehadiran air memberi ruang bagi petani untuk mencoba berbagai komoditas yang sebelumnya sulit dikembangkan.
Petronela menjelaskan, dari kegiatan pengolahan pada April 2026, sejumlah kelompok tani mulai menikmati hasil kerja mereka. Kelompok Tani Ole Wura yang beranggotakan 11 orang mencatat pendapatan sekitar Rp11 juta.
Kelompok Tani Besi Pare dengan 12 anggota memperoleh pendapatan sekitar Rp8 juta. Sementara Kelompok Tani Ema Sare yang beranggotakan 10 orang mencatat pendapatan sekitar Rp7,5 juta.
Kelompok Tani Kelabo Doro dengan 10 anggota memperoleh pendapatan sekitar Rp8 juta. Adapun Kelompok Tani Milenial yang beranggotakan 12 peserta magang dari Soe mulai menghasilkan pendapatan sekitar Rp350 ribu.
Di hadapan para petani, Bupati menyampaikan rasa syukurnya melihat perubahan yang terjadi di kawasan tersebut.
“Kami hanya tangan saja. Tuhan melihat bagaimana kehidupan Bapak Mama selama ini dan memberi jalan seperti ini melalui kami,” ujarnya.
Ia mengajak para petani untuk terus menjaga semangat dan memanfaatkan peluang yang sudah terbuka. Menurutnya, hasil yang terlihat saat ini patut disyukuri dan terus dikembangkan melalui kerja keras.
“Kita senang melihat perubahan ini. Dari tanah yang kering, sekarang hasilnya sudah ada dan hasilnya baik,” kata Bupati.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengendalian hama dan pengelolaan pupuk agar produktivitas lahan tetap terjaga. Pendampingan dari penyuluh pertanian diharapkan terus berjalan sehingga hasil yang diperoleh semakin meningkat.
Panen wortel yang dilakukan hari itu, menurutnya, menjadi kabar baik bagi petani maupun pemerintah daerah.
“Seluruh hasil yang hari ini Bapak Mama tunjukkan memberikan sesuatu buat kami juga. Kami ikut senang melihatnya,” tuturnya.
Pemerintah daerah, lanjut Bupati, akan terus mendukung pengembangan kawasan tersebut. Pada perubahan anggaran tahun ini, Pemda mengalokasikan pengadaan 20 unit kultivator dan Nuhalolon akan mendapat bagian.
Selain itu, pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) juga mulai dianggarkan untuk memudahkan akses para petani menuju lahan pertanian mereka.
Bupati berharap Nuhalolon dapat berkembang menjadi etalase kemajuan pertanian Flores Timur. Kawasan itu diharapkan menjadi contoh yang membanggakan para petani sekaligus menarik perhatian masyarakat luas.
Menurutnya, kerja keras para petani perlu terus dijaga agar areal tanam semakin luas dan hasil produksi semakin baik. Dengan demikian, Nuhalolon dapat benar-benar menjadi etalase kemajuan pertanian di Flores Timur.
Ia juga menyinggung 12 petani yang sebelumnya mengikuti magang di Soe, Timor Tengah Selatan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat dipadukan dengan ilmu yang dimiliki para penyuluh pertanian sehingga perkembangan ke depan semakin baik.
“Kemarin ada yang belajar di Soe, 12 orang, mudah-mudahan bisa berpadu ilmu dengan ilmu yang sudah dimiliki oleh penyuluh kita, sehingga perkembangan ke depan bisa menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Yosep Sadi Open mengatakan, satu unit sumur bor tambahan di kawasan tersebut telah menemukan sumber air. Saat ini, rumah pompa dan bak penampung sedang dalam proses pengerjaan.
Sumur bor tambahan tersebut merupakan program tahun anggaran 2026 yang bersumber dari APBD Kabupaten Flores Timur. Di Pulau Solor, dari lima titik, empat di antaranya telah berhasil menemukan sumber air.
Menyambung pembicaraan Bupati terkait pupuk, Yosep Open mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan para penyuluh untuk memberikan pelatihan kepada para petani dalam pembuatan pupuk cair dan padat berbahan organik.
“Kami akan kerjasama dengan teman teman penyuluh kita mungkin supportnya di pelatihan, pembuatan pupuk cair dan padat, pupuk organik. Sehingga masyarakat bisa menghasilkan pupuk dengan apa yang ada di sekitarnya,” imbuh dia. (Tino)

















