LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, melepas 10 siswa alumni tahun ajaran 2025/2026 dari SMK ANCOP Berasrama Likotuden yang terpilih sebagai penerima Program Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri, Kamis (20/8/2026).
Pelepasan berlangsung di Aula SMK ANCOP Berasrama Likotuden dan dihadiri Direktur SMAK ANCOP, Kepala Sekolah, Camat Demonpagong, Kades Kawalelo, Perwakilan Penerbit Liniswara, para guru, Ketua Komite, orang tua/wali dan peserta program, serta siswa-siswi sekolah.
Setelah dilepas, para peserta akan mengikuti pelatihan selama kurang lebih dua bulan di LPK METLAND COLLEGE, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat sebelum disertifikasi dari sisi kemampuan bahasa asing dan kompentensi untuk selanjutnya bekerja di Bulgaria.
Sebanyak 10 alumni yang diberangkatkan terdiri atas satu laki-laki dan sembilan perempuan. Pelatihan ini menjadi tahap persiapan penting sebelum mereka melanjutkan proses keberangkatan dan bekerja di negara Eropa tersebut.
Mereka sebelumnya telah mengikuti proses seleksi yang dilakukan pihak sekolah melalui Bidang Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk menentukan peserta yang memenuhi syarat mengikuti program tersebut.
Program Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Program ini bertujuan membuka peluang kerja bagi lulusan SMK di luar negeri serta meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.
Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, menyampaikan apresiasi kepada SMK ANCOP Berasrama Likotuden yang dinilainya telah menunjukkan prestasi dalam mencetak lulusan yang mampu menembus pasar kerja luar negeri.
“Proficiat kepada SMK ANCOP Berasrama Likotuden yang suda survive selama simbilan tahun, dan sudah punya lulusan angkatan ke-7. Dari 460-an lulusan, ada 60-an orang sudah (bekerja) di luar negeri tentu perestasi yang luar biasa sekali,” ujar Doni Dihen.
Ia berharap keberhasilan SMK ANCOP Berasrama Likotuden dalam mengantarkan lulusannya bekerja di luar negeri terus ditingkatkan.
“Semoga dengan adanya sepuluh orang yang lulus dalam program ini kita masih bersemangat untuk memperbesar persentase tadi baru 15 persen itu menjadi lebih besar lagi,” harapnya.
Menurut Doni Dihen, peluang lapangan kerja dan pasar kerja di dalam negeri saat ini sangat terbatas. Pemerintah Kabupaten Flores Timur terus mendorong kesiapan kompetensi generasi muda agar mampu memanfaatkan peluang kerja, termasuk di luar negeri.
Salah satu program unggulan yang sedang difokuskan adalah Future School yang diterapkan mulai dari tingkat sekolah dasar, dengan harapan dapat memperkuat kompetensi dan daya saing generasi muda sejak dini untuk menghadapi dunia kerja.
Sebelumnya, Kepala Sekolah, RD. Alfonsus Payong Wungubelen, mengatakan 10 peserta tersebut dipilih melalui seleksi dari 77 siswa dengan menilai kemampuan intelektual, karakter, serta berbagai aspek lainnya. Karena itu, mereka dinilai sebagai siswa pilihan dan terbaik di angkatannya.
“Karena untuk mengikuti program ini kami harus sleksi dari sisi intelektual, dari sisi karakter, dan dari berbagai macam segi. Dari 77 siswa-siswi, 10 yang kami pilih. Dan karena itu saya katakan mereka itu anak-anak pilihan dan terbaik di sekolah dan angkatan ke 7 itu,” ungkapnya.
Romo Alfons Wungubelen berharap program bagi 10 peserta tersebut dapat rampung dan diluncurkan pada Oktober mendatang.
Sambil menunggu proses keberangkatan ke Bulgaria, para peserta akan diberi kesempatan bekerja di Jakarta melalui mitra yang telah disiapkan.
“Diharapkan program dari ke-10 anak kita ini selesai dan di-lounching bulan Oktober. Dan selanjutnya, sambil menunggu keberangkatan ke luar negeri, mereka boleh bekerja di Jakarta yang disiapkan mitra,” katanya. (Tino)
















