LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Latihan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Flores Timur terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis kompetensi.
Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah pelatihan Roti dan Kue (Bread and Pastry), yang berlangsung sejak 28 Juli hingga 11 Agustus 2026 di Balai Lathan Kerja (BLK), Kelurahan Waibalun, Kecamatan Larantuka.
Sebanyak 38 peserta pelatihan dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengolah berbagai jenis roti dan kue sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan peluang berwirausaha.
Pada Selasa (11/8/2026) siang, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, didampingi Kadis Tenaga Kerja, Ramon Mandiri Piran, Kadis Perdagangan dan Perindustrian, Siprianus Ritan, Kadis Perikanan, Adrianus Lamablawa, Ketua DPRD Albert Ola Sinuor, hadir melihat langsung para peserta yang tengah mengikuti pelatihan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Flores Timur, Ramon Mandiri Piran, menjelaskan bahawa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur.
“Kue dan roti ini memang perogram dari pemerintah pusat melalui APBN diluncurkan melalui Balai Latihan Kerja Vokasi Lombok Timur, ya. Dan karena BLK di Flores Timur ini sudah terdaftar menjadi BLK resmi pemerintah, maka setiap tahun ada kucuran dana dan kepentingan kompentensi vokasi bagi masyarakat Flores Timur,” jelasnya.
Ia melanjutkan, pada tahun 2026, Flores Timur mendapatkan empat paket pelatihan berbasis kompetensi dengan jumlah peserta yang ditargetkan sebanyak 62 orang. Namun, setelah proses pendaftaran dan seleksi dilakukan, jumlah peserta yang memenuhi persyaratan dan akhirnya mengikuti pelatihan sebanyak 38 orang.
Ramon berharap ke depan melalui APBD II dapat dialokasikan bantuan peralatan pelatihan agar peserta bisa langsung mengembangkan usaha setelah pelatihan. Menurutnya, hal itu penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, termasuk menekan anggka pengguran.
Selain itu, ia berharap para peserta dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh di wilayah masing-masing dengan mengembangkan usaha sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
“Harapan kita, para peserta ini diharapkan setelah pasca pelatihan bereksekusi di wilayah mereka masing-masing dengan usaha-usaha mereka sehingga bisa mendapatkan penghasilan ekonomi buat keluarga mereka,” tandasnya.
Di sela-sela kegiatan pelatihan, salah seorang peserta asal Desa Kolilanang, Kecamatan Adonara, Valentina Liwo Ola, menuturkan bahwa selama mengikuti pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan teori sebelum memasuki tahap praktik.
“Selama dua minggu ini, waktu satu minggu kami gunakan untuk mengikuti materi yang langsung diberikan oleh Pak Kus Bethan dan Ibu Ani sebagai instruktur. Terus satu minggunya kami lakukan untuk praktek, ujarnya.
Selama proses praktik, kata dia, para peserta telah menghasilkan sejumlah produk olahan roti dan kue, di antaranya chocolate soft cake, brownies kukus, roti manis, cinnamon roll, dan banana cake.
Dirinya mengaku bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru, serta dapat meningkatkan keterampilannya dalam membuat berbagai jenis roti dan kue.
“Kesan yang saya peroleh hari ini, dari kegiatan ini, saya yang semulanya tidak tahu buat kue dan roti, saya jadi mahir buat kue dan roti berkat pelatihan ini,” ungkap Valentina penuh semangat. (Tino)

















