LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah melalui kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pengembangan Lembaga Penyedia Layanan Peningkatan Kualitas Keluarga yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema *“Membangun Keluarga Berkualitas Melalui Nilai-Nilai Keagamaan dan Kolaborasi Lintas Agama”*.
Kegiatan yang merupakan inisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Kabupaten Lembata ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali, di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata, Kamis (30/7).
Membacakan sambutan Bupati Lembata, Sekretaris Daerah menekankan bahwa keluarga merupakan tempat pertama pembentukan karakter, moral, dan nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan sejahtera menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga tokoh agama, organisasi keagamaan, dunia pendidikan, media, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat.
Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa berbagai persoalan sosial yang masih terjadi di Kabupaten Lembata menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, stunting, anak putus sekolah, kehamilan anak, perceraian hingga persoalan kesehatan mental menunjukkan pentingnya memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama perlindungan dan pembinaan generasi.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat agar nilai-nilai kasih sayang, penghormatan terhadap sesama, kesetaraan, serta perlindungan terhadap perempuan dan anak benar-benar hidup dalam keluarga,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam sambutan Bupati.
Sekretaris Daerah juga mengajak para tokoh agama dan organisasi keagamaan untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai kekuatan dalam membangun keluarga yang sehat, religius, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Menurutnya, nilai agama tidak hanya hadir dalam rumah ibadah, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pola pengasuhan yang positif, penghormatan terhadap perempuan, serta perlindungan terhadap anak.
Selain membuka kegiatan dan membacakan sambutan Bupati Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali turut menyampaikan materi mengenai kebijakan Pemerintah Kabupaten Lembata dalam upaya meningkatkan kualitas keluarga. Materi tersebut menyoroti arah kebijakan daerah yang mendukung penguatan keluarga melalui kolaborasi lintas sektor, pengarusutamaan gender, pemenuhan hak anak, serta pengembangan layanan yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Ketua panitia, Nataliasia Peni Buyana, S.Sos., dalam laporannya menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan membangun kesamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya peningkatan kualitas keluarga, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi keluarga di daerah, serta merumuskan rekomendasi kolaboratif antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam mendukung implementasi kebijakan pembangunan keluarga.
Kegiatan yang diikuti 35 peserta tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapo Bali, Deken Lembata RD. Blasius M. Kleden, Ketua MUI Lembata H. Muhammad Mahmud, Lc., dan Ketua Forum Kristen Lembata Pdt. Grace Henriette Raga, M.Th. Diskusi diharapkan menghasilkan komitmen bersama yang berkelanjutan dalam membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi lahirnya generasi Lembata yang sehat, berkarakter, beriman, dan berdaya saing. Prokompim Lembata

















