LEMBATA,AKSARANEWS.NET – Pemerintah Kabupaten Lembata mengambil langkah nyata untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan petani jagung melalui skema pembelian hasil panen yang terkoordinasi. Program ini dilaksanakan di fasilitas Penanganan Pasca Panen dan Cadangan Pemerintah di kompleks CWC, Selandoro, Kecamatan Nubatukan.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, hadir langsung dalam kegiatan pembelian perdana tersebut. Ia tidak hanya meninjau jalannya proses, tetapi juga berinteraksi dengan para petani serta memastikan mekanisme pembelian dan pembayaran berjalan dengan baik.
Melalui program yang difasilitasi Dinas Pertanian, petani dapat menjual jagung tongkol kering secara langsung kepada pemerintah tanpa perantara. Pembayaran dilakukan secara langsung kepada petani setelah proses penimbangan dan pengecekan kadar air.
Harga pembelian ditentukan berdasarkan kadar air, yakni di bawah 16 persen sebesar Rp4.000 per kilogram, 16–18 persen Rp3.500 per kilogram, 19–20 persen Rp3.250 per kilogram, dan di atas 20 persen Rp3.000 per kilogram.
Salah satu petani, Monika Boi asal Lamahora, menjual 2.240 kilogram jagung dengan kadar air 17 persen dan langsung menerima pembayaran sebesar Rp7.840.000. Ia mengaku sangat terbantu dengan sistem ini karena hasil panennya dapat segera diuangkan tanpa harus menunggu lama.
Hal serupa disampaikan Raymundus Bapa, petani dari Jontona, yang menjual 542 kilogram jagung dengan kadar air 15 persen dan menerima Rp2.168.000 secara langsung.
Setelah pembelian, Dinas Pertanian Kabupaten Lembata melakukan pengelolaan lanjutan melalui tahapan sortasi, pemipilan, dan pengeringan secara bertahap dengan penjemuran, pembalikan berkala, serta pengukuran kadar air hingga mencapai standar yang ditetapkan (sekitar 14 persen). Jagung kemudian dibersihkan dan disimpan sebelum diserahkan kepada Dinas Koperindag Kabupaten Lembata untuk diolah lebih lanjut menjadi produk pakan ternak dan beras jagung. Hal ini disampaikan oleh Mukthar Hada yang menegaskan bahwa proses pengeringan menjadi kunci utama untuk menjaga kualitas dan meningkatkan nilai jual jagung.
Layanan pembelian jagung ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin dan Kamis. Pemerintah daerah berharap program ini mampu menjawab persoalan pemasaran yang selama ini dihadapi petani, sekaligus menjadi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya skema ini, petani di Lembata kini tidak hanya memiliki kepastian harga dan pasar, tetapi juga jaminan pembayaran langsung yang transparan dan cepat. Prokompim Lembata



















