LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Barang bekas yang biasanya dianggap tidak terpakai bisa disulap menjadi alat peraga pembelajaran. Begitu pula bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai guna.
Kreativitas itu terlihat pada stan SMP Negeri Satu Atap (Satap) Tikatukang, Kecamatan Adonara, dalam Pameran Pendidikan Kabupaten Flores Timur Tahun 2026 di Lapangan Lebao, Larantuka.
Berbagai hasil karya siswa dipamerkan, mulai dari produk olahan pangan lokal, alat peraga ilmu pengetahuan alam (IPA), hingga media pembelajaran matematika yang dibuat dengan memanfaatkan barang bekas, seperti kardus.
Salah seorang pelajar SMPN Satap Tikatukang, Kristina Lipat Ola, mengatakan sekolah mereka membawa beragam karya hasil kreativitas siswa dalam kegiatan tersebut.
“Jadi, kami punya berbagai macam karya yang terbuat dari barang bekas. Ada juga yang terbuat dari bahan pangan lokal,” tutur Kristina saat ditemui di stan pameran pendidikan, Kamis (29/10/2026) malam.
Dari bahan pangan lokal, para siswa mengolah pisang, ubi, jagung, dan kelapa menjadi berbagai produk makanan. Ada keripik pisang, keripik ubi, emping jagung, hingga keripik kelapa.
Selain makanan ringan, mereka juga memperkenalkan produk olahan berupa minyak VCO, minyak obat, dan minyak goreng tradisional.
Beragam produk tersebut memperlihatkan pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Bahan pangan lokal yang selama ini dekat dengan kehidupan masyarakat dapat diolah menjadi produk dengan nilai guna.
Kreativitas siswa tidak berhenti pada pengolahan pangan. Mereka juga membuat sejumlah alat peraga untuk membantu memahami materi pelajaran di sekolah.
Pada bidang IPA, misalnya, terdapat alat peraga sistem peredaran darah dan jantung, tata surya, serta rangkaian listrik seri dan paralel.
Alat-alat tersebut membantu menggambarkan materi yang dipelajari siswa di ruang kelas. Konsep yang sebelumnya hanya dijelaskan melalui buku atau gambar dapat diperkenalkan melalui media peraga.
Di bidang matematika, siswa juga membuat alat hitung perkalian dengan memanfaatkan kardus bekas.
Media sederhana ini memperlihatkan bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih bisa digunakan kembali untuk mendukung kegiatan belajar.
Bagi siswa, proses membuat karya-karya tersebut menjadi pengalaman untuk mengenal bahan di sekitar, mengolahnya, dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang diperoleh di sekolah.
Melalui karya-karya yang ditampilkan, siswa SMPN Satap Tikatukang memperlihatkan bahwa kreativitas dalam pembelajaran dapat tumbuh dari lingkungan terdekat.
Barang bekas dan bahan pangan lokal pun bisa menjadi sumber belajar yang menghasilkan karya bermanfaat.
Pameran Pendidikan ini diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) pada 29–31 Oktober 2026 di Lapangan Lebao, Larantuka.
Mengusung tema “Insan Pembelajar: Merawat Budaya, Bertumbuh dalam Inovasi, Membangun Generasi Masa Depan”, kegiatan ini melibatkan perwakilan satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP dari 19 kecamatan di Flores Timur.
Dimeriahkan dengan lomba stan terbaik, video kreativitas, mading tiga dimensi (3D), debat bahasa Inggris, baca puisi bahasa Inggris, mewarnai tingkat PAUD/TK, serta lomba cerita rakyat berbahasa daerah. (Tino)

















