LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Menjelang Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026, orang muda Flores Timur mendapat ruang untuk menyampaikan gagasan, membicarakan persoalan serta merumuskan solusi bagi daerahnya.
Ruang tersebut hadir melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Organisasi Pemuda Kabupaten Flores Timur yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO).
Kegiatan ini diikuti 50 peserta yang mewakili 50 organisasi pemuda di Flores Timur. Rakor berlangsung di Hotel Sunrise, Larantuka, Senin (26/10/2026).
Kegiatan bertajuk “Suara Orang Muda Flores Timur” ini menjadi ruang diskusi konstruktif yang mempertemukan para pembuat kebijakan dengan orang muda dalan merumuskan gagasan dan menyampaikan aspirasi bagi pembangunan daerah.
Kegiatan ini membahas persoalan kepemudaan, mulai dari identifikasi masalah, analisis akar masalah, kelompok terdampak dan risikonya, hingga penentuan prioritas serta perumusan rekomendasi.
Kepala Dinas PKO Flores Timur, Felix Suban Hoda, mengatakan rakor tersebut terutama bertujuan mendengar suara orang muda dari berbagai elemen, khususnya organisasi kemasyarakatan pemuda.
Menurut dia, salah satu persoalan yang mengemuka berkaitan dengan pola pikir atau mindset. Padahal, berbagai program pemerintah dan kemitraan telah tersedia untuk mendorong pengembangan orang muda.
“Tetapi, untuk keberhasilan itu juga boleh dari sisi evaluasi, itu masih menjadi tantangan bersama,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Karena itu, pengalaman dan pandangan orang muda dinilai penting untuk membantu pemerintah memahami persoalan, termasuk menentukan langkah pengembangan yang lebih tepat.
Felix mengatakan, salah satu tindak lanjut rakor adalah memetakan potensi orang muda yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan pemuda.
“Dari data itu kita lihat potensinya di mana, siapa punya potensi apa, kemudian kita akan bawa dalam program dan kegiatan,” jelasnya.
Hasil diskusi juga akan dihimpun untuk disampaikan kepada lembaga-lembaga mitra. Dengan begitu, dukungan terhadap pengembangan pemuda diharapkan tidak hanya bergantung pada program pemerintah.
Ia juga mendorong orang muda mengembangkan diri melalui jalur vokasi maupun akademis. Jalur vokasi dapat melahirkan inovasi dan usaha baru, sedangkan jalur akademis membuka peluang melanjutkan pendidikan, termasuk melalui beasiswa luar negeri.
“Saya, Dinas PKO siap dampingi,” ujarnya, merujuk pada pendampingan bagi orang muda yang ingin mengejar peluang pendidikan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Flores Timur, Laurensius Boro, dalam kesempatan itu memaparkan materi tentang arah kebijakan pemerintah daerah dalam isu-isu kepemudaan.
Kepada media ini, Laurensius menjelaskan bahwa tujuan besar pembangunan kepemudaan adalah mewujudkan orang muda yang sehat, cerdas, produktif, inovatif, berkarakter, dan berdaya saing.
Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan keterampilan dan pemagangan di dalam maupun luar negeri, serta pengembangan kewirausahaan muda.
Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan pemuda dalam transformasi ekonomi melalui pertanian modern, peternakan modern, dan berbagai bidang usaha lainnya.
Menurutnya, ruang partisipasi pemuda dalam pembangunan juga tersedia melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), mulai dari tingkat dusun, desa atau kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten.
Pendidikan dan pelatihan keterampilan turut menjadi ruang bagi pemuda untuk meningkatkan kapasitas dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
FGD Petakan Persoalan dan Rumuskan Solusi
Usai mendengarkan materi tentang arah kebijakan pemerintah daerah dalam isu-isu kepemudaan, para peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu Magdalena Rianghepat dari Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS).
Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok diskusi dengan fokus persoalan yang berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan kehidupan orang muda di Flores Timur.
Kelompok pertama membahas ekonomi pemuda dan lapangan kerja. Kelompok kedua mendiskusikan kesehatan, pergaulan, serta perlindungan orang muda terkait keamanan digital.
Sementara itu, kelompok ketiga membahas partisipasi pemuda, kepeloporan, lingkungan, dan kehidupan sosial budaya.
Masing-masing kelompok mengidentifikasi persoalan, menyusun urutan prioritas, kemudian merancang solusi dan rekomendasi untuk menjawab masalah yang ditemukan.
Hasil pembahasan selanjutnya dipresentasikan oleh setiap kelompok sebagai bahan bersama untuk melihat persoalan kepemudaan dan kemungkinan tindak lanjutnya.
Rekomendasi hasil diskusi itu dijadwalkan akan disampaikan oleh orang muda bersama Dinas PKO pada upacara Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, di Kantor Bupati Flores Timur.
Forum ini menjadi upaya menghimpun suara orang muda agar gagasan yang lahir dari diskusi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam program pengembangan kepemudaan dan pembangunan Flores Timur. (Tino)

















