• Home 1
  • Home 2
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sample Page
Sabtu, Agustus 15, 2026
  • Login
Aksara News
  • Home
  • Polkam
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Dunia
  • Nasional
  • Hiburan
    Lembata Kembali ke Akar! Dulitukan Jadi Panggung Olahraga Tradisional. Bupati dan Wakil Bupati Main Tembak Karet

    Lembata Kembali ke Akar! Dulitukan Jadi Panggung Olahraga Tradisional. Bupati dan Wakil Bupati Main Tembak Karet

    Dari Cerita Leluhur ke Generasi Muda, Lomba Bertutur Jadi Ruang Merawat Identitas Lembata

    Dari Cerita Leluhur ke Generasi Muda, Lomba Bertutur Jadi Ruang Merawat Identitas Lembata

    Wakil Bupati Lembata Buka Turnamen TPH CUP U-17, Tekankan Sportivitas dan Pembentukan Karakter

    Wakil Bupati Lembata Jajal Kemampuan Menembak Bersama Personel Polres di Bukit Muruona

    Karnaval Budaya Menjadi Grand Opening Festival Lamaholot

    Festival Lamaholot 2026 di Lembata Diawali Pameran UMKM dan Tenun

    Pemancing Lembata Sabet Juara 1-3 Lembata Fishing Tournament 2026

    Lembata Fishing Tournament 2026, Laut dan Masyarakat Lembata Tuai Pujian Dari Dalam dan Luar Negeri

    Tuna Yellowfin Seberat 30 Kg Tangkapan Emmanuel Toni Juara Lembata Fishing Tournament 2026

    Ramaikan, Rebut Piala Bupati dan Ratusan Juta Dalam Ajang Lembata Fishing Tournament 2026

  • Olahraga
    • Opini
      • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Dunia
  • Nasional
  • Hiburan
    Lembata Kembali ke Akar! Dulitukan Jadi Panggung Olahraga Tradisional. Bupati dan Wakil Bupati Main Tembak Karet

    Lembata Kembali ke Akar! Dulitukan Jadi Panggung Olahraga Tradisional. Bupati dan Wakil Bupati Main Tembak Karet

    Dari Cerita Leluhur ke Generasi Muda, Lomba Bertutur Jadi Ruang Merawat Identitas Lembata

    Dari Cerita Leluhur ke Generasi Muda, Lomba Bertutur Jadi Ruang Merawat Identitas Lembata

    Wakil Bupati Lembata Buka Turnamen TPH CUP U-17, Tekankan Sportivitas dan Pembentukan Karakter

    Wakil Bupati Lembata Jajal Kemampuan Menembak Bersama Personel Polres di Bukit Muruona

    Karnaval Budaya Menjadi Grand Opening Festival Lamaholot

    Festival Lamaholot 2026 di Lembata Diawali Pameran UMKM dan Tenun

    Pemancing Lembata Sabet Juara 1-3 Lembata Fishing Tournament 2026

    Lembata Fishing Tournament 2026, Laut dan Masyarakat Lembata Tuai Pujian Dari Dalam dan Luar Negeri

    Tuna Yellowfin Seberat 30 Kg Tangkapan Emmanuel Toni Juara Lembata Fishing Tournament 2026

    Ramaikan, Rebut Piala Bupati dan Ratusan Juta Dalam Ajang Lembata Fishing Tournament 2026

  • Olahraga
    • Opini
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Aksara News
No Result
View All Result
Home Budaya

Panggung Perempuan di Festival Budaya Helong III, Peran Lestarikan Alam

AksaraNews by AksaraNews
6 Juni 2024
in Budaya, Daerah
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

KUPANG, AKSARANEWS.NET – Komunitas Penjaga Budaya Helong telah menggelar Festival Budaya Helong III di Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT pada 01-02 Juni 2023.

Festival Budaya Helong digelar dengan tujuan melestarikan budaya Helong agar tidak punah. Sebab, ada kekhawatiran masyarakat suku Helong sebagai komunitas pertama yang menduduki Kota Kupang bahwa budaya Helong akan punah akibat arus urbanisasi di Kota Kupang. 

RELATED POSTS

Ikrar Setia di Aula Perpustakaan: Paskibraka Lembata 2026 Resmi Dikukuhkan

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Plan Indonesia Respons Kebutuhan Anak dan Keluarga Terdampak

Menariknya dalam festival itu, pengunjung dapat menyaksikan perempuan adat memainkan peran vital dalam merawat alam, melestarikan kearifan lokal dan tradisi leluhur, meskipun perempuan sering tidak mendapat tempat dalam budaya patriarki. 

Peran perempuan yang dimaksud, sebagainnya dapat dilihatkan melalui stand pameran tenun, anyaman, obat tradisional dan pangan lokal. 

Selain itu, dapat diketahui melalui salah satu kegiatan di dalam Festival Budaya Helong yaitu, Panggung Perempuan yang diinisiasi oleh Solidaritas Perempuan Flobamoratas (SPF) bersama Perempuan Akar Rumput di Kolhua. 

Panggung Perempuan menjadi ruang bagi tokoh perempuan Suku Helong, Kolhua yang merupakan inisiator praktik-praktik baik di Kolhua yang merupakan contoh konkrit bagaimana perempuan memiliki peran fundamental dalam merawat kearifan lokal untuk kehidupan yang berkelanjutan.

Panggung Perempuan ini dipandu oleh Irene Kanalasari dari Solidaritas Perempuan Flobamoratas dengan menghadirkan Atalya Taklale sebagai perempuan penenun sekaligus guru tenun bagi anak-anak perempuan di Kolhua, Lily Bistolen sebagai penggagas sekaligus pengajar Taman Baca Uibaha  dan Melyawati Bistolen sebagai petani perempuan muda sekaligus Ketua Panitia Festival Budaya Helong III. 

Hadir pula Pdt. Emmy Sahertian dari Komunitas Hanaf dan Linda Tagie dari Solidaritas Perempuan Flobamoratas sebagai penanggap. 

Di Panggung Perempuan ini, Atalya Taklale menceritakan pengalamannya sebagai Ibu Tunggal dari tiga orang anak. Ia mulai menekuni tradisi menenun dalam sepuluh tahun terakhir. 

“Awalnya sebagai rasa cinta terhadap budaya karena sadar bahwa tradisi ini hampir punah karena tidak ada lagi yang mau menenun, sangat sedikit orang muda yang mau menenun jadi beta mau membagikan ilmu menenun kepada generasi muda suku Helong,” ungkap Atalya. 

Tujuan Atalya, agar budaya tidak putus pada generasinya. Sebaliknya, dapat diwarisi kepada generasi selanjutnya.

“Ternyata rasa cinta terhadap budaya juga ternyata membantu beta sebagai ibu tunggal untuk berdaya secara ekonomi, anak-anak bisa sekolah itu karena beta menenun,” ujarnya. 

Sampai saat ini, Atalya masih menenun menggunakan pewarna alam dengan memanfaatkan sumber daya dari alam Kolhua.  

Misalnya Atalya memanfaatkan tumbuhan pewarna dari hutan Kolhua sebagai pewarna tenunan dan lumpur dari sungai dan mata-mata air yang ada di Kolhua sebagai perekat warna. 

Untuk itu, bagi Atalya dan perempuan-perempuan penenun di Kolhua, alam merupakan sumber penghidupan perempuan, mulai dari pangan hingga sandang.

Di Panggung Perempuan, Lyli Bistolen juga bercerita tentang inisiatif pertama terbentuknya Taman Baca Uibaha. 

Menurut Lyli, inisiatif ini muncul karena ada beban moril sebagai anak muda dan perempuan suku Helong di Kolhua yang mendapat kesempatan belajar ke Jakarta. Ia merasa penting untuk menciptakan ruang belajar bagi anak-anak suku Helong yang berdomisili di Kolhua.

Taman Baca Uibaha bukan hanya sekedar tempat membaca atau meminjam buku, namun juga membuka kelas Bahasa Helong bagi anak-anak. Selain itu, anak-anak juga belajar tuturan adat dan tarian adat.

Ketua panitia Festival Budaya Helong, Melyawati Bistolen menyampaikan bahwa Festival ini bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya Helong kepada masyarakat luas sekaligus menjadi ruang transfer pengetahuan antar generasi mengenai budaya Helong. 

Tahun ini merupakan tahun ketiga terselenggaranya Festival ini. Para orang tua, orang muda, perempuan, dan anak-anak berkumpul bersama untuk merayakan Festival ini. 

Inisiatif untuk menyelenggarakan Festival ini berasal dari anak-anak muda suku Helong yang tergabung di dalam Komunitas Penjaga Budaya Helong. 

“Ini dilakukan sebagai rasa cinta dan rasa bangga kami sebagai orang Helong, kami ingin ‘menolak punah’ dan supaya generasi-generasi suku Helong yang akan datang juga tahu budaya Helong,” ungkap Melyawati. 

Cerita-cerita baik Perempuan Helong ini kemudian ditanggapi oleh Linda Tagie dan Pdt Emmy Sahertian. 

Pdt. Emmy Sahertian mengatakan, “menenun bukan hal yang gampang; membaca alam, mengamatinya dengan saksama, meramu warna, dan meneruskannya kepada anak-anak. Perempuan ibarat seorang profesor yang menulis sebuah buku dan menjadi pengajar, dari situ literasi bermula”.

Sementara Linda Tagie, Ketua Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan mengatakan, tubuh perempuan adalah medan pertempuran. Perempuan bertempur di hadapan konstruksi sosial-budaya, tuntutan ekonomi, politik patriarki, dan produk-produk kolonialisme. 

“Tiga tokoh perempuan Kolhua yang dihadirkan di Panggung Perempuan merupakan contoh konkrit dari resiliensi dan ketahanan perempuan di tengah gempuran kolonialisme, geopolitik, dan semakin masifnya konsesi agraria dan pembangunan yang menghancurkan ruang-ruang hidup perempuan,” ujar Linda. 

Lanjutnya, eksistensi, resiliensi, dan kontribusi perempuan terejawantah dalam praktik-praktik baik berbasis kearifan lokal yang dilakukan oleh para perempuan adat dan perempuan suku asli di seluruh Nusantara, termasuk perempuan suku Helong di Kolhua.

Tags: Festival Budaya Helong IIIKecamatan MaulafaKupangSolidaritas Perempuan FlobamoratasSPF
SendShareTweet
AksaraNews

AksaraNews

Related Posts

Ikrar Setia di Aula Perpustakaan: Paskibraka Lembata 2026 Resmi Dikukuhkan

15 Agustus 2026
0

LEMBATA, AKSARANEWS.NET - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, SP secara resmi mengukuhkan 10 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten...

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Plan Indonesia Respons Kebutuhan Anak dan Keluarga Terdampak

15 Agustus 2026
0

JAKARTA, AKSARANEWS.NET — Gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA. Berdasarkan informasi...

Gempa M7,7 di Laut Flores: Potensi Tsunami Mengancam Sejumlah Wilayah

Gempa M7,7 di Laut Flores: Potensi Tsunami Mengancam Sejumlah Wilayah

15 Agustus 2026
0

Aksaranews.net – Sabtu pagi, sekitar pukul 04.58 WITA, bumi di Flores bergetar hebat. Gempa tektonik berkekuatan M7,7 terjadi di kedalaman...

Tiga Jembatan Garuda Buka Akses Baru bagi Warga Lodotodokowa dan Sekitarnya

Tiga Jembatan Garuda Buka Akses Baru bagi Warga Lodotodokowa dan Sekitarnya

14 Agustus 2026
0

LEMBATA, AKSARANEWS.NET - Jalan yang selama ini menjadi bagian dari keseharian warga Lodotodokowa kini perlahan terasa lebih dekat. Kehadiran tiga...

Jembatan Merah Putih di Lembata Diresmikan, Dandim 1624/Flotim Harap Dongkrak Ekonomi Warga

13 Agustus 2026
0

LEMBATA, AKSARANEWS.NET — Jembatan Merah Putih resmi diresmikan dan kini bisa digunakan masyarakat. Peresmian dilakukan langsung oleh Komandan Kodim 1624/Flores...

Next Post

DPW Rekomendasi Tiga Nama, Ben Polo Maing Berpeluang Diusung NasDem 

Ketua Gelora Lembata: Gelora, PKS, PKN mungkin usung Lamablawa CaBup Lembata

Ketua Gelora Lembata: Gelora, PKS, PKN mungkin usung Lamablawa CaBup Lembata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Ikrar Setia di Aula Perpustakaan: Paskibraka Lembata 2026 Resmi Dikukuhkan

15 Agustus 2026

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Plan Indonesia Respons Kebutuhan Anak dan Keluarga Terdampak

15 Agustus 2026

MOST VIEWED

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

Aksara News ( aksaranews.net ) merupakan portal berita online Nusa Tenggara Timur. Kami berkomitmen menyajikan berita terupdate, akurat dan edukatif.

CATEGORY

  • Advetorial – Pariwara
  • Berita Lembata
  • Berita Utama
  • Budaya
  • Daerah
  • Dunia
  • Ekbis
  • Feature
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Humaniora
  • Islami
  • Kemanusiaan
  • Kesehatan
  • Keuangan Daerah
  • Literasi
  • Nasional
  • NTT
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan Daerah
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Polkam
  • Puisi
  • Rohani
  • Sosial
  • Uncategorized

SITE LINKS

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org
  • Landing Page
  • All Features
  • Get JNews
  • Kontak

© 2023 - aksaranews.net

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • Polkam
  • Dunia
  • Ekbis
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hukrim

© 2023 - aksaranews.net

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In