LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Berada di pelosok desa tak membuat SMP Negeri 1 Adonara Tengah berhenti berinovasi. Sekolah ini terus berupaya mengenalkan teknologi kepada siswa melalui pembelajaran di kelas hingga penerapan absensi digital.
Upaya tersebut diperkenalkan dalam Pameran Pendidikan Kabupaten Flores Timur Tahun 2026 di Lapangan Lebao, Larantuka. Bagi sekolah ini, teknologi menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi kehidupan pada masa depan.
Kaur Kurikulum SMPN 1 Adonara Tengah, Paulus Dula Maran, mengatakan pembelajaran di sekolahnya mulai banyak menggunakan teknologi agar siswa lebih bersemangat mengikuti pelajaran serta memiliki bekal untuk masa depan.
“Untuk zaman sekarang itu siswa lebih bersemangat ketika ada teknologi dalam pembelajaran,” kata Paulus saat ditemui di stan pameran, Kamis (29/10/2026) malam.
Pemanfaatan teknologi, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pemahaman materi pelajaran. Siswa juga diperkenalkan pada penggunaan aplikasi dan perangkat sederhana yang bisa dimanfaatkan dalam proses belajar.
Dalam pelajaran matematika, misalnya, siswa diharapkan mampu memahami konsep berhitung serta mengenal aplikasi sederhana untuk mendukung penerapan ilmu yang diperoleh.
Ia menjelaskan, sekolah ingin agar pengetahuan yang diberikan guru dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan masa depan mereka.
Namun, penerapan pembelajaran berbasis teknologi memiliki tantangan tersendiri. Tidak semua siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang memungkinkan mereka memiliki telepon pintar berbasis Android.
Untuk mengatasi keterbatasan itu, pihak sekolah menyediakan fasilitas seperti komputer dan notebook agar siswa tetap mendapat kesempatan belajar menggunakan teknologi.
Dengan fasilitas tersebut, siswa yang tidak memiliki perangkat pribadi tetap bisa mengikuti pembelajaran dan mengenal penggunaan teknologi dalam kegiatan pendidikan.
Salah satu penerapan yang diperkenalkan dalam pameran ialah sistem absensi digital menggunakan kode QR. Melalui sistem ini, kehadiran siswa dapat terhubung dengan WhatsApp orang tua.
Orang tua dapat mengetahui informasi kehadiran anak di sekolah melalui sistem tersebut. Teknologi ini juga membantu mempererat komunikasi antara pihak sekolah dan keluarga dalam memantau aktivitas pendidikan siswa.
Selain absensi digital, SMPN 1 Adonara Tengah menampilkan mading 3D, video kreatif serta berbagai hasil pembelajaran berbasis teknologi yang dipelajari siswa.
Sekolah itu juga mengikuti lomba debat bahasa Inggris sebagai bagian dari kegiatan yang mengembangkan kemampuan berbahasa dan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat.
Pameran Pendidikan 2026 ini diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) pada 29–31 Oktober 2026.
Mengusung tema “Insan Pembelajar: Merawat Budaya, Bertumbuh dalam Inovasi, Membangun Generasi Masa Depan”, kegiatan ini melibatkan perwakilan satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP dari 19 kecamatan di Flores Timur.
Selain pameran stan pendidikan, kegiatan ini juga diisi lomba video kreativitas, mading 3D, debat bahasa Inggris, baca puisi bahasa Inggris, mewarnai tingkat PAUD/TK, serta cerita rakyat berbahasa daerah.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah-sekolah mendapat ruang untuk memperlihatkan kreativitas dan praktik pembelajaran yang telah diterapkan. (Tino)

















