LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Pameran Pendidikan Kabupaten Flores Timur Tahun 2026 sedang berlangsung di Lapangan Lebao, Larantuka, sejak 29–31 Oktober 2026.
Pameran Pendidikan ini mengusung tema “Insan Pembelajar: Merawat Budaya, Bertumbuh dalam Inovasi, Membangun Generasi Masa Depan”.
Di tengah upaya mengembangkan pendidikan yang inovatif, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Flores Timur menyiapkan panduan integrasi budaya lokal dalam pembelajaran di jenjang SD dan SMP.
Kepala Dinas PKO Flores Timur, Felix Suban Hoda, mengatakan panduan tersebut disusun melalui diskusi bersama guru dan kepala sekolah yang memiliki minat terhadap kajian serta penulisan tentang budaya lokal.
“Khusus untuk budaya lokal terintegrasi, kita punya panduan. Panduan untuk SD dan SMP yang sudah dihasilkan secara bersama,” tutur Felix saat diwawancara di lokasi pameran, Kamis (29/10/2026) malam.
Ia menjelaskan, panduan itu telah disampaikan kepada sekolah untuk digunakan sebagai pedoman dalam proses pembelajaran.
Integrasi budaya lokal tidak dilakukan melalui mata pelajaran tersendiri, tetapi dimasukkan ke dalam materi berbagai mata pelajaran.
“Namun, pembelajaran itu tidak dalam bentuk satu mata pelajaran tetapi imersi. Terintegrasi di dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan di masing-masing sekolah,” ujarnya.
Menurut Felix, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya lokal di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pendidikan harus membekali peserta didik dengan kemampuan menghadapi tantangan zaman tanpa melupakan akar budaya mereka.
Generasi muda, kata dia, harus memiliki kemampuan untuk melangkah lebih jauh, menembus batas ruang kelas, dan menghadapi persaingan yang semakin luas.
Penguasaan pengetahuan dan teknologi mesti berjalan bersama dengan pemahaman terhadap budaya lokal.
“Karena sejauh mana pun atau ke mana pun dia melangkah tetapi akar ini adalah budaya, adalah karakter warna lokal yang menjadi ciri dari kita,” ujar Felix.
Ia menegaskan, budaya lokal dan kemajuan zaman perlu menjadi satu kesatuan dalam pendidikan. Penerapannya tidak berhenti pada karya yang ditampilkan dalam pameran, tetapi juga perlu terlihat dalam aktivitas pembelajaran di sekolah.
Selain penguatan budaya lokal, Dinas PKO juga akan menindaklanjuti berbagai praktik baik yang dibagikan sekolah selama Pameran Pendidikan berlngsung.
Pihaknya akan mendorong sekolah menerapkan praktik-praktik tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Evaluasi juga akan dilakukan sebagai bagian dari pembenahan dan perbaikan.
Melalui integrasi budaya lokal dalam pembelajaran, Dinas PKO Flores Timur berupaya memastikan identitas daerah tetap hidup dan menjadi bagian dari proses pendidikan sehari-hari.
Pameran Pendidikan 2026 tidak hanya menampilkan stan pendidikan, tetapi juga berbagai perlombaan, seperti video kreativitas, mading 3D, debat dan baca puisi bahasa Inggris, mewarnai tingkat PAUD/TK, serta cerita rakyat berbahasa daerah.
Pameran tersebut melibatkan perwakilan satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP dari 19 kecamatan di Kabupaten Flores Timur.
Rangkaian kegiatan ini menjadi ruang bagi sekolah untuk menampilkan hasil karya, membagikan praktik baik, serta mengembangkan kreativitas peserta didik. (Tino)


















