ADONARA, AKSARANEWS.NET – Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue oleh UPTD Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Flores Timur membuka kesempatan bagi peserta untuk mempelajari keterampilan baru, termasuk bagi mereka yang sebelumnya belum pernah membuat kue.
Salah satunya Maria Herlina Kidi Boli, atau akrab disapa Inong Riangtobi. Melalui pelatihan ini, ia mengaku mendapat banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan.
Pelatihan berlangsung selama dua minggu sejak 5 Oktober 2026 di Aula Aksioma, Desa Lamapaha, Kecamatan Kelubagolit, dengan melibatkan 16 peserta. Kegiatan dijadwalkan berakhir pada 20 Oktober 2026.
“Luar biasa, karena kami yang dari nol akhirnya bisa, pengetahuan kami lebih luas dan kami lebih kreatif untuk membuatkan kue,” kata Inong saat diwawancarai di sela-sela kegiatan pelatihan, Kamis (15/10/2026).
Ia mengaku sebelumnya hanya bisa membuat kue sederhana untuk konsumsi di rumah. Namun, melalui pelatihan ini, ia mulai mengenal cara membuat berbagai jenis roti dan kue yang lebih beragam.
“Ini hasil dari kue yang kami buat beberapa hari ini, saya anggap seperti sebuah pencapaian yang luar biasa untuk kami. Karena sebelumnya kami dari nol,” ungkapnya.
Inong bahkan memperkirakan pengetahuannya tentang pembuatan kue kini sudah mencapai sekitar 90 persen dibandingkan sebelum mengikuti pelatihan.
Meski begitu, ia tidak ingin terburu-buru membuka usaha. Setelah pelatihan selesai, ia berencana terus mengasah keterampilannya sebelum mulai merintis bisnis kecil-kecilan dari rumah.
Inong juga ingin mengajak teman-temannya bekerja sama menerima pesanan kue, terutama untuk kebutuhan perayaan Natal, ulang tahun, dan berbagai acara lainnya.
“Baru kami juga berencana dengan teman-teman di sekitar kami itu supaya mau membantu usaha kecil begitu, kerjasama. Kaya mau order kue atau untuk perayaan Natal atau ulang tahun seperti itu,” imbuh dia.
Inong berharap pemerintah daerah dapat membantu menyediakan peralatan pendukung agar keterampilan yang diperolehnya selama pelatihan bisa dikembangkan menjadi usaha produktif.
“Harapan kami semoga kami bisa mendapatkan bantuan berupa alat-alat pendukung misalnya mixer, oven, ataupun konfor agar bisa menunjang kegiatan kami selanjutnya,” tandasnya.
Instruktur pelatihan, Markus Suban Bethan, mengapresiasi antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan. Menurut dia, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para peserta, baik ibu-ibu maupun kalangan remaja.
Markus Bethan, yang juga merupakan pelaku usaha di bidang roti dan kue, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur atas penyelenggaraan pelatihan tersebut.
Selama pelatihan, peserta mempraktikkan pembuatan beragam produk bakery, mulai dari roti manis dengan aneka isian dan topping, Coffee Bun, Cinnamon Roll, Brownies Kukus, Banana Cake, Nastar, Bolu Pandan Cokelat, hingga Chocolate Shortcake.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti setelah pelatihan berakhir, tetapi bisa menjadi bekal untuk membuka usaha dan menambah penghasilan keluarga.
“Kita harapkan bahwa setelah pelatihan ini, peserta mampu membuka sebuah usaha dari kegiatan pelatihan ini. Sehingga membantu untuk ekonomi di keluarga dan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan dalam pembelian, dalam konsumsi kue,” ujarnya.
Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue merupakan satu dari tiga program Pelatihan Berbasis Kompetensi yang sedang dilaksanakan UPTD Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Flores Timur.
Dua program lainnya adalah Junior Make Up Artist dan Pembudidayaan Sayuran dengan Sistem Hidroponik. Keduanya juga masih berjalan sesuai tahapan pembelajaran masing-masing.
Dalam pelatihan pembuatan roti dan kue, peserta tidak hanya belajar mengolah bahan menjadi produk siap konsumsi, tetapi juga mempelajari tahapan produksi secara sistematis.
Materi mencakup pemilihan dan penanganan bahan, persiapan peralatan, pengendalian proses produksi, penilaian mutu, hingga pengemasan hasil produksi sesuai spesifikasi. (Tino)



















