LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ratulodong dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan nelayan melalui pemanfaatan potensi kelautan secara lebih optimal.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Anton Doni Dihen saat meletakkan batu pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Ratulodong, Kecamatan Tanjung Bunga, Senin (12/10/2026).
Ratulodong menjadi satu dari enam desa di Kabupaten Flores Timur yang mendapatkan program nasional Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2026 berdasarkan SK Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2026.
Lima desa lainnya yakni Lamahala Jaya di Kecamatan Adonara Timur, Waiwuring di Kecamatan Witihama, Sagu di Kecamatan Adonara, Labelen di Kecamatan Solor Timur, dan Lewolaga di Kecamatan Titehena.
Program strategis nasional ini mendapat dukungan total anggaran untuk enam lokasi tersebut sebesar Rp32,34 miliar untuk pembangunan fisik, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sejumlah fasilitas yang akan dibangun meliputi Jembatan Tambatan Perahu (JTP), gudang beku, pabrik es, sentra kuliner, kios perbekalan, dan kios pemasaran ikan.
Dalam sambutannya, Bupati Doni Dihen menyampaikan rasa syukur karena Ratulodong menjadi salah satu desa pionir di Flores Timur yang mendapatkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Kita bersyukur kepada Tuhan, tentu juga restu leluhur Lewotana. Kita juga bersyukur karena di antara banyak desa pesisir di Kabupaten Flores Timur ini, Ratulodong menjadi salah satu desa pionir yang terbangun Kampung Nelayan Merah Putih,” ujarnya.
Bupati berharap kehadiran fasilitas tersebut dapat mengubah cara nelayan mengelola kehidupan dan usaha mereka, sehingga berdampak pada peningkatan penghasilan dari produksi kelautan.
“Jadi kita bersyukur dengan kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih. Berharap bisa mengubah cara Bapak dan Ibu nelayan mengelola kehidupan nelayan di sini. Dan tentu pada akhirnya kita berharap penghasilan Bapak dan Ibu nelayan semua dapat meningkat dari produksi kelautan kita ini,” kata dia.
Doni Dihen juga menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas yang dibangun agar benar-benar memberikan manfaat bagi perekonomian nelayan.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Flores Timur akan berkoordinasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih setelah pembangunan berjalan.
“Tentu saja Jakarta (pemerintah pusat, red.) punya tanggung jawab di urusan pembangunan ini dengan segala fasilitasnya. Selanjutnya kita akan berkoordinasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang ada ini, sehingga sungguh-sungguh berguna untuk perekonomian nelayan,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Flores Timur, Petrus Pedo Maran, Kepala Dinas Perikanan Flores Timur, Adrianus Lamabelawa, Kabag Prokompim, Kabag Umum, Camat Tanjung Bunga bersama unsur Forkopimcam.
Hadir pula kontraktor pelaksana PT Gading Sinergi Sejahtera, konsultan pengawas PT Agrinas Sejahtera Nusantara, Kepala Desa Ratulodong, BPD Ratulodong, Tokoh Agama, Tokoh Adat, serta masyarakat setempat. (Tino)


















