LEWOLEBA, AKSARANEWS.NET – Usai meresmikan mesin pengolahan jagung di Pasar Lamahora, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq langsung tancap gas meninjau kesiapan Laboratorium Kesehatan Hewan (Keswan) di Waikomo, Kelurahan Lewoleba Barat, Sabtu (10/10/2026).
Kehadiran lab ini menjadi terobosan penting. Selama ini, setiap ada risiko penyakit hewan, sampel harus dikirim ke luar daerah. Prosesnya lama dan biaya tinggi. Dengan lab Waikomo, pemeriksaan bisa dilakukan cepat dan akurat di Lembata.
Dalam peninjauan, Bupati memeriksa kelayakan ruang lab, kesiapan tenaga teknis, dan kelengkapan peralatan. Ia juga berdialog langsung dengan petugas medis hewan dan penyuluh peternakan.
Secara umum, petugas Pos Keswan dan sebagian alat sudah siap beroperasi. Namun masih ada kebutuhan mendesak yang akan dipenuhi bertahap.
“Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawasi lalu lintas hewan dari dan ke Lembata,” ujar Bupati Kanis Tuaq.
Bidik PAD dari Kabupaten Tetangga
Lebih dari sekadar pengawasan, lab ini membuka peluang ekonomi. Bupati mengungkapkan Flores Timur dan Maumere sudah menyatakan minat mengirim sampel ke Waikomo.
“Jika kita mampu melayani kabupaten lain, ini tentu menjadi peluang nyata untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Keberadaan laboratorium bukan hanya soal pengendalian penyakit, tetapi juga potensi ekonomi yang patut dikembangkan,” tegasnya.
Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, Noibertus Bela, bersama drh. Rismawati Yunus menyambut baik perhatian Bupati.
“Kami sangat berterima kasih. Semakin banyak jenis pemeriksaan mandiri di Lembata, semakin cepat kita deteksi penyakit dan semakin efisien biaya. Dukungan kebijakan dan anggaran akan sangat membantu,” ujar Noibertus.
Beberapa fokus pembenahan ke depan meliputi peningkatan standar ruang pemeriksaan ber-AC, kelengkapan Rapid Test Kit rabies dan kesehatan daging, serta penambahan tenaga teknis lapangan untuk pengendalian penyakit endemis.
Untuk alat uji penyakit HSV yang sebelumnya belum akurat, penggantinya telah dikirim dan segera tiba di Lembata.
Dinas Peternakan Berdiri Sendiri 2027
Penguatan peternakan akan semakin solid dengan pembentukan Dinas Peternakan yang berdiri sendiri per Januari 2027, terpisah dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Pembentukan dinas baru ini sudah diatur dalam Perda yang baru disahkan bersama DPRD Lembata.
Pemisahan kelembagaan ini diharapkan membuat perencanaan, penganggaran, dan pelayanan sektor peternakan lebih fokus dan responsif, terutama mendukung program unggulan Nelayan Tani Ternak (NTT).
Ke depan, Lab Keswan Waikomo akan menjadi garda terdepan pencegahan penyakit hewan melalui pemeriksaan cepat dan pengawasan lalu lintas ternak yang ketat.
Sumber : Prokopim Lembata
Editor : Redaksi

















