LEWOLEBA, AKSARANEWS.NET – Menanggapi rencana aktifnya 7 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lembata, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata menyatakan siap mendukung penuh dari sisi penyediaan dan penguatan rantai pasok pangan lokal.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata, Ade Hasan Yusuf menyampaikan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan pemetaan potensi produksi lokal, khususnya komoditas ayam, telur, sayur-sayuran dan buah-buahan.
“Kami sedang menyiapkan pemetaan potensi produksi lokal, khususnya ayam, telur, sayur-sayuran dan buah-buahan, termasuk mendata peternak, kelompok tani dan pelaku usaha yang memiliki kemampuan untuk memasok secara berkelanjutan,” ujarnya saat dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp. Kamis, (01/10).
Ia menjelaskan, Dinas juga akan menghitung kebutuhan masing-masing dapur berdasarkan jumlah penerima manfaat dan siklus menu, kemudian mencocokkannya dengan kemampuan produksi lokal.
“Dengan demikian, kita dapat mengetahui komoditas apa yang sudah mampu dipenuhi dari Lembata dan komoditas apa yang masih membutuhkan dukungan pasokan dari luar,” jelasnya.
Menurutnya, prinsip yang dipegang adalah Program MBG bukan hanya program pemenuhan gizi bagi anak-anak, tetapi juga harus menjadi peluang untuk menggerakkan ekonomi petani dan peternak lokal.
“Karena itu, kami mendorong agar sepanjang memenuhi standar kualitas, kesehatan dan keamanan pangan, bahan pangan lokal Lembata dapat menjadi bagian dari rantai pasok MBG,” tegasnya.
Ia menambahkan, posisi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan adalah menyiapkan data, memperkuat produksi, mendampingi petani dan peternak, serta menghubungkan potensi pangan lokal dengan kebutuhan SPPG.
“Sehingga program MBG dapat memberikan manfaat ganda: memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan peternak Lembata,” pungkasnya.


















