LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lembata bersama BMKG dan mitra kebencanaan menggelar Simulasi Gladi Meja Rencana Kontingensi Kekeringan Kabupaten Lembata yang dilaksanakan di Ballroom & Resto Olympic Lewoleba, Jumat, (04/09/2026).
Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merespons peringatan dini berbasis dampak, khususnya ancaman kekeringan yang setiap tahun melanda sejumlah wilayah di Lembata.
Simulasi dimulai dengan skenario BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis level “Siaga” untuk wilayah Lembata. Data itu kemudian diterjemahkan ke dalam peta dampak oleh tim Impact-Based Forecasting.
Uji AMPD dan Gladi Meja Kontingensi
Setelah peta dampak keluar, mekanisme Aksi Merespon Peringatan Dini atau AMPD langsung diaktifkan. Tim gabungan dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, TNI-Polri, PMI, hingga relawan desa melakukan simulasi distribusi air bersih, aktivasi dapur umum, dan rujukan kesehatan untuk warga rentan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Gladi Meja Rencana Kontingensi Kekeringan Kabupaten Lembata. Dalam gladi meja, setiap OPD mempresentasikan peran, kebutuhan logistik, SOP, dan titik koordinasi jika status kekeringan naik ke “Awas”.
Salah seorang peserta yang mengikuti simulasi mengaku lebih memahami arti peringatan dini.
“Dulu kalau ada info kemarau panjang kami bingung mau siap-siap apa. Sekarang jelas, kalau 2 minggu tidak hujan maka air di sumur kami akan siap-siap menghadapi kekeringan ini. Ujarnya saat ditemui media ini.
Kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama terkait simulasi yang dilakukan.

















