LARANTUKA, AKASARANEWS.NET — Ada cerita sederhana di balik Booth Container Milenial yang diterima Yohanes Petrus Soge. Pria 33 tahun asal Desa Waiwadan, Kecamatan Adonara Barat ini akrab disapa Frit.
Frit merupakan salah satu dari 24 wirausaha muda Flores Timur yang menerima bantuan Booth Container Milenial Tahun 2026. Brand usahanya bernama Angkringan Singgah Jo.
Bantuan tersebut diterima Frit bersama 23 pelaku usaha lainnya setelah apel bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Flores Timur di Lapangan Lebao, Larantuka, Senin (17/8/2026).
Di tengah suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, bantuan tersebut menjadi cerita tersendiri bagi Frit. Hari Kemerdekaan tahun ini ikut membawa harapan baru bagi usaha kecil yang telah dirintisnya selama sekitar tiga tahun.
Cerita Frit mendapatkan bantuan ini berawal dari sebuah informasi di grup WhatsApp. Ia kemudian mendaftarkan dirinya melalui tautan yang dibagikan.
“Saya pertama kali dapat informasi ini dari grup arisan (grup WhatsApp). Dari situ saya daftar melalui link. Lalu disuruh untuk buat proposal tembusan ke Bupati, ketua DPRD, dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olaraga (PKO). Setelah itu tim penilai datang cek lokasi dan usaha yang saya jalani,” tuturnya.
Usaha Frit sudah berjalan sekitar tiga tahun. Menu yang dijualnya banyak menggunakan bahan lokal, termasuk makanan ringan berbahan pisang.
Kini, Frit sedang menyiapkan Angkringan Singgah Jo di samping kantor camat Adonara Barat, tepat di sekitar lapangan bola. Salah satu menu andalannya adalah putu berbahan ubi kayu.
“Sekarang ini sementara bangun di samping kantor camat, samping lapangan bola. Buka angkringan di situ. Jualannya itu makanan lokal saja. Dia punya menu andalan itu putu yang terbuat dari ubi kayu,” ujarnya.
Selama menjalankan usaha, Frit mengaku terkendala fasilitas. Ia masih mengandalkan pondok bambu sebagai tempat berjualan.
Karena itu, kabar dirinya lolos sebagai penerima Booth Container langsung membuat semangatnya kembali tumbuh. Ia mulai memikirkan pengembangan Angkringan Singgah Jo dengan fasilitas yang lebih layak.
“Saya senang sekali, karena untuk bikin Booth Countaine itu kan anggarannya bukan sedikit. Apa lagi kita ini usahanya kecil. Jadi pas dengar lolos itu ide lain untuk kembangkan usah muncul lagi karena sudah ada tempatnya,” ungkap Frit.
Frit melanjutkan ceritanya tentang kondisi tempat usahanya selama ini. Selama ini, usahanya hanya mengandalkan pondok sederhana berbahan bambu yang kondisinya tidak cukup kuat untuk digunakan dalam jangka panjang.
Kini, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Frit mengembangkan usaha makanan lokal yang telah dirintisnya. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur.
“Kepada pemerintah kabupaten, terima kasih banyak karena sudah membantu. Saat kita lagi butuh, ada informasi masuk untuk bikin proposal dan pendaftaran untuk bantuan ini. Sangat membantu sekali,” ucapnya.
Harapan Frit ke depan juga sederhana. Ia ingin Angkringan Singgah Jo terus berkembang dan usahanya semakin baik.
“Harapan saya kedepan semoga semakin berkembang. Menurut pemerintah kan mereka kasih bantuan ini supaya biar usaha kita semakin baik dan berkembang.” pungkasnya.
Program Booth Container Milenial merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Flores Timur di bawah kepemimpinan Bupati Anton Doni Dihen dan Wakil Bupati Ignas Boli Uran.
Program Tahun Anggaran 2026 ini dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga pada Bidang Kepemudaan, khusus bagi para wirausaha muda.
Program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Lompatan Produktivitas Orang Muda Flores Timur, dengan harapan para penerima dapat mengembangkan usaha secara lebih layak dan berkelanjutan. (Tino Watowuan)


















