LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Kebersamaan dan silaturahmi begitu terasa dalam kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Lembata tahun 2026 di Desa Lamaau Kecamatan Ile Ape Timur.
Kebersamaan yang ditampilkan dalam kegiatan ini bukan sekadar kamuflase tetapi merupakan jalinan kekeluargaan yang ditunjukkan baik oleh peserta halal bihalal maupun pemerintah Desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur.
Dukungan kekeluargaan ini diakui oleh Kepala Desa Aulesa, Frederikus Daeng kepada media ini di Lapangan Desa Lamau, 11 April 2026 menjelaskan hajatan hala bihalal BKMT ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah Desa di Ile Ape dan Ile Ape Timur.
“Untuk menyukeskan kegiatan ini semua kepala desa dan camat di Ile Ape dan Ile Ape Timur memberikan dukungan sesuai adat dan kebiasaan Lamaholot yaitu tulun talin. Ini murni dukungan karena kekerabaatan yang melampaui sekat agama dan kepercayaan”, ungkap Frederikus.
Ia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan dan kontribusi dalam menyukseskan kegiatan BKMT tahun 2026 ini.
Pesan Camat Ile Ape Timur, Niko Watun
Kegiatan ini dibuka oleh Camat Ile ape Timur, Niko Watun, 11 April 2026 di Lapangan Sepak Bola Desa Lamau.
Camat Niko meminta agar semua peserta BKMT dapat mengikuti semua kegiatan hala bihalal ini dengan baik.
Sebanyak 1090 peserta yang hadir dari delapan kecamatan dari sembilan kecamatan di Kabupaten Lembata yakni Omesuri Buyasuri, Ile Ape, Ile Ape Timur Lebatukan, Nubatukan, Nagawutun dan Wulandoni.
Bertempat di Desa Lamaau, Kecamatan Ile Ape Timur, kegiatan ini tidak hanya melibatkan anggota BKMT, tetapi juga seluruh masyarakat Desa Lamaau dan perwakilan dari berbagai organisasi keagamaan juga para peserta menyebar menginap di Desa Lamaau dan Bao Lali Duli.
Niko Watun dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan Halal Bihalal BKMT sebagai wahana untuk mempererat silaturahmi dan mewujudkan toleransi antar umat beragama.
Ia mengajak semua pihak untuk merenungkan pesan kerukunan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi dapat dimaknai dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Lembata.
Ketua BKMT Kabupaten Lembata, Hj. Nurmila Nasir menjelaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal merupakan agenda tahunan BKMT.
Ia menyampaikan bahwa BKMT tidak hanya memberikan dukungan simbolis, tetapi juga berupaya aktif dalam pemberdayaan masyarakat.
Ketua BKMT berharap mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat agar program-program pemberdayaan dapat terlaksana dengan baik.
Lamaau Berdandan dengan nada toleransi
Desa Lamaau menjadi pusat kegiatan Halal Bihalal BKMT Kabupaten Lembata melakukan persiapan dengan matang.
Kepala Desa Lamaau, Muslimin Bala, mengungkapkan, persiapan kegiatan ini melibatkan masyarakat Desa Aulesa, Desa Bao Lali Duli dan Desa Lamaau.
“Masyarakat tiga Desa ini secara penuh mendukung kegiaatan ini sebagai bentuk semangat toleransi antar umat beragama sebagai warisan leluhur. Bahkan mars BKMT dinyanyikan oleh OMK Paroki Tokojaeng”, jelas
Dukungan semua masyarakat menghasilkan panggung BKMT yang megah.
Ketua Panitia, Ignasius Wutun mengucapkan terimakasih atas kepercayaa kepada Ile Ape Timur menjadi tuan rumah yang berpusat di Desa Lamaau.
Menurut Ignas, momentum ini adalah bagian dari Silaturahmi kekeluargaan yang tidak hanya melibatkan umat muslim tetapi juga mendapat dukungan dari umat Nasrani di wilayah tersebut.
Halal bihalal dengan semangat kebersamaan dan silaturahmi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Lembata bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Lembata ini diselenggarakan selama dua hari, 11-12 April 2026.
Dalam kegiatan ini juga akan dilaksanakan pengukuhan pengurus BKMT kecamatan Ile Ape Timur, Kecamatan Lebatukan dan Kecamatan Wulandoni.


















