LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Pemerintah Kabupaten Flores Timur meluncurkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) melalui MBG Stunting Flotim, Rabu (21/10/2026), di RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka.
Genting merupakan satu dari lima program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang mendorong keterlibatan orang tua asuh dan keluarga dalam membantu anak-anak stunting serta memperkuat pembangunan keluarga.
Sebanyak 24 bayi dan balita dari Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, menjadi penerima manfaat bantuan nutrisi selama tujuh minggu. Desa Lamatutu dipilih sebagai lokasi percontohan atau pilot project karena memiliki persentase stunting yang tinggi.
Setiap anak menerima bantuan nutrisi berupa beras 5 kilogram, telur ayam satu papan, pentolan bakso seperempat kilogram, serta susu PKMK.
Bantuan tersebut bersumber dari sumbangan pribadi 21 pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Flores Timur yang berperan sebagai orang tua asuh bagi 24 anak penerima manfaat.
Target prevalensi stunting di Kabupaten Flores Timur pada 2026 sebesar 14 persen. Sementara itu, prevalensi saat ini masih berada di angka 17 persen, dengan 2.440 balita stunting dari total 14.616 balita.
Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen mengatakan pemerintah daerah bertekad menurunkan angka stunting. Menurutnya, upaya ini membutuhkan keseriusan dan keterlibatan berbagai pihak.
“Di Lamatutu ada 24 (anak stunting). Tapi jumlah yang lebih banyak itu ada di desa-desa lain. Kebetulan Lamatutu persentasenya yang tinggi, tapi jumlahnya itu beberapa desa lain paling tinggi. Tapi kita memilih persentasenya tinggi. ” ungkapnya.
Ia berharap bantuan nutrisi melalui program tersebut dapat membantu para orang tua memastikan pertumbuhan anak berlangsung dengan baik. Pemenuhan gizi sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat menentukan perkembangan anak pada masa mendatang.
“Mereka punya kepintaran, mereka punya masa depan itu sangat tergantung dari gizi yang kita berikan pada saat mereka masih berada dalam kandungan sampai umur seribu hari kehidupan mereka,” ujarnya.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Flores Timur ingin menangani persoalan stunting secara serius. Karena itu, diperlukan kerja sama berbagai pihak, termasuk keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Flores Timur, Ansel Maryanto, menjelaskan upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemberian nutrisi.
Menurutnya, bantuan juga dapat diberikan melalui edukasi, pembangunan sanitasi, penyediaan jamban sehat, akses air minum, serta dukungan lain yang menunjang kesehatan dan pertumbuhan anak.
Ia mengatakan penyuluh keluarga berencana (KB) di setiap kecamatan telah menjalankan kegiatan serupa melalui edukasi dan kegiatan lainnya. Peluncuran di tingkat kabupaten menjadi langkah untuk memperluas gerakan tersebut.
Ansel berharap gerakan ini terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak pihak, mulai dari pengusaha, anggota DPR, pejabat kecamatan, hingga pemerintah desa dan keluarga.
Penanganan stunting, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian pribadi, keluarga, dan masyarakat agar semakin banyak anak memperoleh dukungan untuk tumbuh sehat.
Melalui peluncuran Genting di tingkat kabupaten, Pemerintah Kabupaten Flores Timur berharap semakin banyak orang tua asuh yang tergerak membantu anak-anak stunting. Dengan keterlibatan berbagai pihak, upaya penurunan angka stunting di daerah ini semakin luas dan berkelanjutan. (Tino)

















