LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, melanjutkan kunjungan kerjanya pada hari kedua setelah bermalam di Pantai Anger Laleng. Fokus kunjungan kali ini adalah melihat langsung persiapan pengembangan kawasan jagung industri serta mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. Sabtu, (06/12).
Sebelum Bupati memulai kegiatan dari Desa Mahal I dan Mahal II. Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, berdiskusi dengan petani rumput laut di Pantai Angar Laleng untuk mendengar kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi. Bupati menegaskan komitmen pemerintah mendukung peningkatan produksi dan pemasaran rumput laut sebagai sumber ekonomi masyarakat pesisir. Kedua desa tersebut telah menyiapkan lahan untuk pengembangan jagung industri berskala besar.
Setelah berdiskusi dengan petani rumput laut Bupati langsung bergerak menuju lahan pertanian, Bupati menegaskan bahwa pertanian harus dikelola secara efisien dan ilmiah, seperti: Memeriksa pH tanah, Menghemat air, terutama di musim kemarau, Menggunakan teknologi hemat biaya seperti panel surya dan sumur bor
“Tidak boleh ada air yang terbuang. Kita mulai dulu, kekurangan kita perbaiki sambil jalan. Pemerintah hadir untuk atasi masalah masyarakat,” ujar Bupati.
Setiap kali melakukan peninjauan lahan pertanian, Bupati selalu turun langsung ke sumber-sumber mata air untuk memastikan debit air mencukupi kebutuhan pertanian masyarakat.
Ia juga meminta petani untuk disiplin, membuka diri terhadap masukan, dan melibatkan anak muda dalam kegiatan pertanian.
Siang hari, Bupati menghadiri panen tomat ke-9 dan Tanam Perdana Jagung di Hamparan Naru. Hasil panen tomat kali ini mencapai Rp56 juta dalam empat bulan, dengan lima tenaga kerja terlibat.
Bupati mengapresiasi capaian masyarakat dan meminta semangat kerja terus dijaga. “Semua harus berkelanjutan dan tetap semangat,” tegasnya.
Dalam beberapa pertemuan dengan masyarakat, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan pengembangan 200 hektar kawasan jagung industri dari Atanila sampai Anger Laleg. Namun karena keterbatasan anggaran, tahun 2026 akan dikerjakan 75 hektar terlebih dahulu.
Rinciannya: Bean 10 hektar, Panama/Weipae 10 hektar, Mahal I dan II masing-masing 10 hektar, Wowong 10 hektar, Leubatang 5 hektar, Atanila 10 hektar. Setiap lahan yang dipilih harus dekat dengan sumber air agar mudah dialiri melalui saluran yang direncanakan
Sore hari, rombongan melanjutkan survei ke wilayah Atanila–Lodobolong. Di wilayah ini terdapat: 1,7 hektar di Atanila, 10 hektar di Nilanapo. Selain itu, Bupati menyoroti pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi nilanapo agar tetap seimbang.
Bupati juga menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan pasokan bahan pangan dari desa-desa, terutama sayuran dan komoditas lokal. Rombongan kembali ke Lewoleba sekitar pukul 18.30 WITA.
Dalam berbagai dialog, Bupati menekankan bahwa pembangunan pertanian bukan hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga untuk: Menciptakan lapangan kerja, Menambah penghasilan keluarga, Menggerakkan ekonomi desa
“Pertanian adalah masa depan Lembata. Kita harus memanfaatkan lahan secara produktif dan membangun rantai ekonomi yang menguntungkan masyarakat,” ujar Bupati. Ia juga meminta camat dan kepala desa untuk memastikan setiap kegiatan di lapangan sesuai dengan rencana pembangunan pemerintah daerah.
Kunjungan kerja selama 2 hari ini menunjukkan kesiapan masyarakat dan potensi desa dalam mengembangkan pertanian industri. Peninjauan langsung Bupati menjadi langkah penting untuk memastikan setiap program benar-benar membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Sumber : Promompim Lembata



















