• Home 1
  • Home 2
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sample Page
Senin, Juli 13, 2026
  • Login
Aksara News
  • Home
  • Polkam
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Dunia
  • Nasional
  • Hiburan

    Karnaval Budaya Menjadi Grand Opening Festival Lamaholot

    Festival Lamaholot 2026 di Lembata Diawali Pameran UMKM dan Tenun

    Pemancing Lembata Sabet Juara 1-3 Lembata Fishing Tournament 2026

    Lembata Fishing Tournament 2026, Laut dan Masyarakat Lembata Tuai Pujian Dari Dalam dan Luar Negeri

    Tuna Yellowfin Seberat 30 Kg Tangkapan Emmanuel Toni Juara Lembata Fishing Tournament 2026

    Ramaikan, Rebut Piala Bupati dan Ratusan Juta Dalam Ajang Lembata Fishing Tournament 2026

    Hari Pendidikan Nasional ke-66 di Lembata, Wabup Ajak Bangun Pendidikan Cerdas Digital dan Berakar Budaya

    Gelar Festival Muro, Kornelia Penate : Empat Tujuan Menjadi Sasaran

    Festival MURO 2026: Merawat Pesisir, Melestarikan Budaya, untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Festival MURO 2026: Merawat Pesisir, Melestarikan Budaya, untuk Masa Depan Berkelanjutan

    ETMC 2026 Siap Digelar November Mendatang, Flores Timur Tuan Rumah

  • Olahraga
    • Opini
      • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Dunia
  • Nasional
  • Hiburan

    Karnaval Budaya Menjadi Grand Opening Festival Lamaholot

    Festival Lamaholot 2026 di Lembata Diawali Pameran UMKM dan Tenun

    Pemancing Lembata Sabet Juara 1-3 Lembata Fishing Tournament 2026

    Lembata Fishing Tournament 2026, Laut dan Masyarakat Lembata Tuai Pujian Dari Dalam dan Luar Negeri

    Tuna Yellowfin Seberat 30 Kg Tangkapan Emmanuel Toni Juara Lembata Fishing Tournament 2026

    Ramaikan, Rebut Piala Bupati dan Ratusan Juta Dalam Ajang Lembata Fishing Tournament 2026

    Hari Pendidikan Nasional ke-66 di Lembata, Wabup Ajak Bangun Pendidikan Cerdas Digital dan Berakar Budaya

    Gelar Festival Muro, Kornelia Penate : Empat Tujuan Menjadi Sasaran

    Festival MURO 2026: Merawat Pesisir, Melestarikan Budaya, untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Festival MURO 2026: Merawat Pesisir, Melestarikan Budaya, untuk Masa Depan Berkelanjutan

    ETMC 2026 Siap Digelar November Mendatang, Flores Timur Tuan Rumah

  • Olahraga
    • Opini
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Aksara News
No Result
View All Result
Home Daerah

Sinyal Tak Menyapa Desa Poto

AksaraNews by AksaraNews
11 November 2025
in Daerah, Humaniora, Opini
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

DESA POTO merupakan pusat kota dari lima desa yang berada di kecamatan Fatuleu Barat setelah dimekarkan pada tahun 2005, melalui kecamatan Fatuleu, desa ini berjarak sekitar 46 kilometer dari ibu kota bupaten Kupang dan jarak sekitar 92,5 kilometer dari Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setelah bertahun-tahun saya berada di desa Poto, sambil berkeliling ke empat desa tetangga yang berada di kecamatan Fatuleu Barat saya sepertinya merasa pilu terhadap desa saya sendiri bagaimana mungkin desa yang harusnya menjadi perhatian khusus dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten dan hingga provinsi ini malah berbanding terbalik.

RELATED POSTS

Pengadaan Tanah Rampung, PLN UIP Nusra Percepat Realisasi PLTS Alor 1,2 MW

Bupati Kanisius Tuaq: Pembangunan Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

Hal demikian timbul dalam benat saya bagaimana ini bisa terjadi seperti ini, dimana beberapa desa yang berada di fatuleu barat sudah memiliki akses internet yang terbilang cukup memadai seperti desa Nuataus yang sudah memiliki salah satu pemancar yang menjangkau dua desa tetangga yakni desa Naitae dan desa Tuakau sementara desa Kalali memiliki salah tower yang hanya dapat dijangkau oleh wilayah desanya sendiri.

Ironisnya lagi desa Poto ini letaknya berada di tengah-tengah yang kelilingi oleh empat desa di kecamatan Fatuleu Barat, Walaupun pada tahun 2021 atas dedikasi Pemerintah setempat melalui bakti Kominfo sempat mendirikan sebuah tower kecil, namun tower ini hanya dapat digunakan sekitar satu bulan saja. dan tidak lagi berfungsi sampai dengan saat ini.

Dari sebagian besar Desa yang berada di sudut negeri ini yang sampai saat ini belum memiliki akses internet, desa Poto tergolong ada didalamnya, desa yang masih hidup di antara jeda bukan jeda waktu, melainkan jeda sinyal.

Di desa ini, layar ponsel lebih sering memantulkan wajah sendiri ketimbang notifikasi yang masuk. Tak ada dering pesan WhatsApp, tak ada notifikasi tugas daring, dan tak ada tanda centang biru yang menjadi simbol kehadiran seseorang di dunia digital. Di desa ini, jaringan internet masih menjadi legenda diceritakan dari mulut ke mulut, seperti kisah dongeng yang belum tentu benar adanya.

Ironisnya, negeri ini berulang kali berteriak tentang digitalisasi, tentang ekonomi berbasis teknologi, tentang desa cerdas dan revolusi industri 4.0. Namun bagaimana bisa sebuah desa menjadi “cerdas” bila untuk mengirim satu email saja, warganya harus menyeberangi bukit atau memanjat pohon demi menangkap sinyal yang malu-malu?

Anak-anak di desa ini belajar bukan lewat Google, melainkan lewat ketekunan dan tanya. Mereka menyalin catatan dari satu buku ke buku lain, sementara di kota, anak-anak sebayanya menyalin dari internet. Dunia mereka berjalan lambat tapi justru di situlah keindahannya. Mereka masih mengenal waktu yang tidak terburu-buru, percakapan tanpa delay, dan tawa tanpa emotikon.

Namun romantisisme tak seharusnya menjadi alasan untuk ketertinggalan. Internet bukan lagi kemewahan; ia kini adalah kebutuhan dasar, seperti air dan listrik. Ia membuka jendela dunia, mempertemukan ide, memperluas kesempatan. Tanpa jaringan, sebuah desa ibarat kapal tanpa kompas berlayar, tapi tak tahu ke mana arah.

Maka, ketika dunia berbicara tentang kecerdasan buatan dan kota pintar, mungkin sudah saatnya juga berbicara tentang “desa tersambung”. Sebab kemajuan sejati bukan hanya ketika menara BTS menjulang di kota, melainkan ketika sinyal sampai ke sawah, ke ladang, ke sekolah kecil di ujung desa.

Karena sejatinya, kemajuan bukan diukur dari seberapa cepat koneksi kita, tapi dari seberapa banyak orang yang bisa ikut terhubung dalam jaringan itu termasuk mereka yang selama ini hanya bisa menatap langit, berharap sinyal datang bersama angin.

Justus Petrus karma, S.Pd
Pemuda Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang NTT
Alumni Prodi Universitas Muhammadiyah Kupang

Tags: Desa PotoJustus Petrus karmaKupangSusah SignalUniversitas Muhammadiyah Kupang
SendShareTweet
AksaraNews

AksaraNews

Related Posts

Pengadaan Tanah Rampung, PLN UIP Nusra Percepat Realisasi PLTS Alor 1,2 MW

11 Juli 2026
0

MATARAM, AKSARANEWS.NET - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) telah menyelesaikan tahapan pengadaan tanah untuk rencana...

Bupati Kanisius Tuaq: Pembangunan Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

Bupati Kanisius Tuaq: Pembangunan Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

9 Juli 2026
0

OMESURI, AKSARANEWS.NET – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., melakukan peletakan batu pertama pembangunan TK Lesu Mani di Desa Nilanapo,...

Lantik 13 Kepsek dan 42 Pejabat Fungsional, Bupati Lembata Tekankan Junjung Tinggi Nilai-nilai Dasar ASN

6 Juli 2026
0

LEMBATA, AKSARANEWS.NET -  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kabupaten Lembata menggelar acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji...

𝐌𝐁𝐆 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐏𝐞𝐫𝐬𝐩𝐞𝐤𝐭𝐢𝐟 𝐁𝐚𝐡𝐚𝐬𝐚 𝐏𝐮𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐑𝐨𝐦𝐚𝐧 𝐉𝐚𝐤𝐨𝐛𝐬𝐨𝐧

5 Juli 2026
0

𝑂𝑙𝑒ℎ: 𝑇𝑖𝑛𝑜 𝑊𝑎𝑡𝑜𝑤𝑢𝑎𝑛FLORES TIMUR, AKSARANEWS.NET - Setiap kebijakan selalu diawali oleh bahasa. Sebelum masyarakat menikmati manfaat dari sebuah kebijakan, mereka...

Resmi Ditutup, Festival Lamaholot Bukan Panggung Hiburan Semata Melainkan Wadah Pemersatu

4 Juli 2026
0

LEMBATA, AKSARANEWS.NET - Festival Lamaholot ini hadir bukan hanya sebagai panggung hiburan, tetapi sebagai wadah pemersatu dan penggerak roda ekonomi....

Next Post

PH Tersangka A.U.M Nilai Tindakan Penggeledahan, Penyitaan & Penetapan Tersangka Oleh Penyidik Polres Lembata Tidak Sesuai Dengan Prinsip Hukum

Puncak HUT ke-14 Partai NasDem Dirayakan Penuh Sukacita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Pengadaan Tanah Rampung, PLN UIP Nusra Percepat Realisasi PLTS Alor 1,2 MW

11 Juli 2026
Bupati Kanisius Tuaq: Pembangunan Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

Bupati Kanisius Tuaq: Pembangunan Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

9 Juli 2026

MOST VIEWED

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

Aksara News ( aksaranews.net ) merupakan portal berita online Nusa Tenggara Timur. Kami berkomitmen menyajikan berita terupdate, akurat dan edukatif.

CATEGORY

  • Advetorial – Pariwara
  • Berita Utama
  • Budaya
  • Daerah
  • Dunia
  • Ekbis
  • Feature
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Humaniora
  • Islami
  • Kemanusiaan
  • Kesehatan
  • Literasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan Daerah
  • Pendidikan
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Polkam
  • Puisi
  • Rohani
  • Sosial
  • Uncategorized

SITE LINKS

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org
  • Landing Page
  • All Features
  • Get JNews
  • Kontak

© 2023 - aksaranews.net

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • Polkam
  • Dunia
  • Ekbis
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hukrim

© 2023 - aksaranews.net

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In