LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Sudah berbulan-bulan mobil tangki air milik BUMDes Bungamuda tidak lagi beroperasi karena diduga tidak memiliki dana lagi untuk mengoperasikannya.
Mobil yang yang dibeli dengan harga ratusan juta itu kini hanya menjadi besi tua yang terparkir tanpa perawatan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, uang hasil kerja mobil tangki air itu diduga habis ditilep oleh oknum pemerintah desa dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.
“Tidak ada laporan pertanggungjawaban yang jelas, sementara BUMDes tak lagi memiliki dana untuk mengoperasikan kendaraan tersebut,” Ucap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Kamis, (14/08/2025).
Mobil tangki itu awalnya dibeli oleh pemerintah desa beberapa periode lalu dan diserahkan kepada BUMDes sebagai bentuk penyertaan modal.
Pada periode sebelumnya, pengelolaan mobil berjalan lancar. Hasil operasionalnya mampu membiayai perawatan dan tetap melayani kebutuhan air bersih warga. Namun, di periode kepemimpinan sekarang, nasib mobil tangki itu berubah total.
Warga menduga, uang hasil kerja mobil tangki air itu disalahgunakan oleh sejumlah aparat desa dan oknum BPD. Akibatnya, saldo kas BUMDes kini diduga nihil, dan mobil tangki tak bisa lagi beroperasi.
Pemerintah desa dan BPD setempat juga terlihat gagap dan kelimpungan, tidak mampu mencari solusi untuk menghidupkan kembali layanan air bersih tersebut.
Kondisi ini memicu kekecewaan warga Bungamuda. Mobil tangki air itu sebelumnya menjadi satu-satunya sarana yang memudahkan mereka mendapatkan air bersih meski harus membayar. Kini, mereka terpaksa mencari mobil tangki milik pihak lain dengan biaya yang lebih mahal.
“Kami sangat kecewa. Dana desa ratusan juta rupiah sudah keluar untuk beli mobil itu, tapi sekarang hanya jadi pajangan di halaman,” keluh salah satu warga.
Kasus ini menambah daftar panjang buruknya tata kelola dana desa dan BUMDes di Lembata. Tanpa transparansi dan akuntabilitas, aset desa yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat justru berubah menjadi beban dan simbol pemborosan anggaran.***