• Home 1
  • Home 2
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sample Page
Kamis, Januari 1, 2026
  • Login
Aksara News
  • Home
  • Polkam
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Dunia
  • Nasional
  • Hiburan

    Kolaborasi KPOTI, BPK, dan Pemda Hidupkan Kembali Permainan Rakyat di Hati Anak-Anak

    Puncak HUT ke-14 Partai NasDem Dirayakan Penuh Sukacita

    Senam Zumba dan Dorprise Semarakan HUT ke-14 Partai NasDem di Lembata

    IKA HIPPMIA Dalam Himpitan Raksasa Pada Ajang D’Beliung Cup

    IKA HIPPMIA Dalam Himpitan Raksasa Pada Ajang D’Beliung Cup

    Laga Eksibisi, Wabup Nasir Sumbangkan 1 Gol Pada Pembukaan D’Beliung Cup 2025

    Perempuan, Batu dan Jagung Pulut: Cerita Hangat dari HUT Otonomi Lembata

    Langit Jingga Films Selenggarakan Lembata Maestro Festival

    Wanted Cup V. Dramatis, Lomblen  United  Taklukan Juara Bertahan Muhammadiyah Fc Dengan Skor Tipis 1-0

    Camat Omesuri, Turnamen Yentji Open Salah Satu Wadah Bagi Generasi Muda

    Yentji Open I Resmi Digelar. Yuni Damayanti, Ini Amanah Suami Tercinta

  • Olahraga
    • Opini
      • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Dunia
  • Nasional
  • Hiburan

    Kolaborasi KPOTI, BPK, dan Pemda Hidupkan Kembali Permainan Rakyat di Hati Anak-Anak

    Puncak HUT ke-14 Partai NasDem Dirayakan Penuh Sukacita

    Senam Zumba dan Dorprise Semarakan HUT ke-14 Partai NasDem di Lembata

    IKA HIPPMIA Dalam Himpitan Raksasa Pada Ajang D’Beliung Cup

    IKA HIPPMIA Dalam Himpitan Raksasa Pada Ajang D’Beliung Cup

    Laga Eksibisi, Wabup Nasir Sumbangkan 1 Gol Pada Pembukaan D’Beliung Cup 2025

    Perempuan, Batu dan Jagung Pulut: Cerita Hangat dari HUT Otonomi Lembata

    Langit Jingga Films Selenggarakan Lembata Maestro Festival

    Wanted Cup V. Dramatis, Lomblen  United  Taklukan Juara Bertahan Muhammadiyah Fc Dengan Skor Tipis 1-0

    Camat Omesuri, Turnamen Yentji Open Salah Satu Wadah Bagi Generasi Muda

    Yentji Open I Resmi Digelar. Yuni Damayanti, Ini Amanah Suami Tercinta

  • Olahraga
    • Opini
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Aksara News
No Result
View All Result
Home Daerah

Harapan di Ujung Jalan: Kisah Perjuangan Ibu-Anak Hadapi Bahaya & Mitos Gaib demi Air Bersih

AksaraNews by AksaraNews
14 Maret 2025
in Daerah, Kemanusiaan
0

Raut wajah bahagia Eci (14) saat mengambil air bersih di tempat penampungan air - dok. Plan Indonesia/Alfred Ike Wurin

0
SHARES
85
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter
Post Views: 1,089

NAGEKEO, NUSA TENGGARA TIMUR – Di sebuah kampung di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, masyarakat setempat bergantung pada mata air tersembunyi yang mereka sebut sebagai pela. Sekitar pukul 05.00 hingga 05.30 pagi, anak-anak harus bergegas untuk mandi di sana sebelum sekolah. Perjalanannya tidak mudah, mengitari punggung bukit dengan kemiringan yang cukup terjal. Di beberapa titik, tanahnya licin dan berbatu, membuat setiap langkah harus diukur dengan hati-hati. Salah pijakan sedikit saja, risiko tergelincir besar sekali.

Tak hanya medannya yang sulit. Di kampung ini, mitos tentang penghuni mata air juga menjadi desas-desus warga sejak lama. Mereka percaya jika seseorang pergi sendirian ke sana, ia bisa disesatkan, ditahan, atau bahkan dibawa pergi oleh penghuni gaib
di mata air. Dan yang paling ditakuti, rumor tentang ata dora, sosok misterius yang konon akan menculik mereka yang berjalan sendirian.

RELATED POSTS

Satker Kementerian PU Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Lembata

Pemkab Lembata Perkuat Stabilisasi Harga dan Pengendalian Inflasi Daerah Kepulauan Saat Cuaca Extrim

Tapi tidak ada pilihan. Setiap pagi dan sore mereka harus tetap pergi. Sebab, kembali ke rumah dengan tubuh bersih dan air yang cukup adalah kebahagiaan sederhana yang mereka perjuangkan setiap hari. Rutinitas ini sudah menjadi bagian hidup yang mereka jalani
selama ini. Ada ketakutan, ada perjuangan, tapi juga ada kegembiraan.

Bertahan dengan Mata Air Pela

Seperti yang dialami Mama Reta (49) dan anaknya, Eci (14). Pagi itu, hati Mama Reta menciut ketika melihat putrinya kembali dengan wajah pucat dan napas tersengal. Pikirannya dipenuhi bayangan buruk.

“Satu pagi, Eci pergi duluan ke kali untuk mandi dan menimba air, tapi dia pulang cepat sekali. Saya tanya dia kenapa? Dia takut karena di kali belum ada orang,” kenang Mama Reta (49).

Anak-anak di Nagekeo, NTT berjalan membawa jeriken kosong untuk mengambil air bersih di mata air Pela – dok. Plan Indonesia/Alfred Ike Wurin

Bagi anak-anak seperti Eci, mencari air adalah rutinitas yang tak terelakkan. Dengan gembira mereka menjalani perjuangan yang cukup melelahkan ini.

“Kami pulang mendaki. Kalau capek, kami istirahat dulu, baru jalan lagi. Sampai di rumah, siap-siap, baru ke sekolah. Kadang terlambat. Kalau terlambat, dihukum disuruh berlutut,” ungkap Eci sambil tertawa.

Di sekolah akses air pun terbatas. Air yang mereka bawa adalah satu-satunya sumber untuk mencuci tangan, membasuh wajah, bahkan menyiram toilet. Setiap murid membawa airnya sendiri, menuangkannya ke penampung di toilet sekolah. Jika persediaan habis, guru dan beberapa murid harus bekerja sama untuk pergi menimba air ke kali.

Upaya Bersama Hadirkan Akses Air Bersih

Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi krisis air bersih setiap tahun akibat iklim tropis kering. Musim kemarau di daerah ini berlangsung hingga delapan bulan dengan curah hujan yang rendah dan tidak merata, antara 800 hingga 1.500 milimeter per tahun. Angin muson timur dari Australia yang berlangsung dari April hingga Oktober menyebabkan kekurangan hujan dan memperpendek musim penghujan.

Dampak dari kondisi ini, ditambah perubahan iklim global, membuat pasokan air bersih berkurang selama musim kemarau. Memaksa masyarakat, terutama di pedesaan, untuk menempuh jarak jauh dan mendapatkan air dengan kualitas yang seringkali tidak layak
konsumsi.

Kondisi air bersih ini sudah lama mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat setempat. Dulu, mereka sempat membangun jaringan pipa dan bak penampung secara swadaya. Namun, upaya itu tidak bertahan lama karena kurangnya kapasitas perencanaan dan perawatan.

“Waktu itu sekitar tahun 2002, yang pasang pipa juga orang kami sendiri, sehingga putarnya jauh sekali. Air juga cepat kering. Akhirnya, air ini juga selesai, tidak sampai tiga bulan,” terang Sevrin (32), kepala salah satu dusun di kampung ini.

Plan Indonesia melalui Programme Implementation Area (PIA) Nagekeo kemudian berupaya menghadirkan air bersih di kampung ini. Namun, perencanaan matang masih terbentur berbagai hambatan teknis dan sosial.  

“Dari semua upaya itu, yang paling berat adalah ketika kami butuh daya listrik yang sangat besar untuk naikan air ke kampong. Meteran yang ada tidak mampu mendukung pompa karena kami pakai metode antigravitasi. Setelah rekayasa teknik dan uji coba, ternyata kita butuh daya sebesar 10.600-watt agar pompa bisa mengangkat air ke reservoar penampung,” ungkap Kosmin (48), staf Plan Indonesia di Nagekeo yang bertanggung jawab atas pemenuhan hak anak terhadap akses air bersih.

Hambatan teknis yang seolah tidak pernah selesai ini memicu gejolak sosial. Masyarakat yang masih percaya terhadap hal-hal mistis mulai ragu terhadap keberhasilan proyek ini. Partisipasi warga mulai menurun.

Menghadapi situasi ini, Philip dan John, dua staf lapangan Plan Indonesia, segera mengambil langkah advokasi strategis untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong masyarakat. Momentum yang tepat datang ketika pompa hidran pengganti tiba di
lokasi. Kerja keras bersama masyarakat setempat akhirnya berhasil menaikan air dari pela ke kampung.

Akses Air Bersih Semakin Dekat

Sejak saat itu, kampung-kampung kecil di Nagekeo ini mencatat sejarah baru. Hidran umum yang tersebar di seluruh kampung mulai berfungsi, mendistribusikan air bersih bagi seluruh warga. Jarak dari rumah ke hidran umum terdekat hanya 5 hingga 20 meter.

Selain itu masyarakat setempat juga membentuk Badan Pengelola Air Minum Desa yang masih mendapatkan pendampingan dari Plan Indonesia. Secara bertahap kelompok ini akan ditingkatkan kapasitas terkait pengelolaan, perawatan, hingga pengembangan saran prasarana air bersih yang sudah ada ini. 

“Sekarang, air ada di dekat rumah. Anak-anak mandi ke sekolah tidak jauh di kali lagi, terima kasih, ini dulu kami kira tidak akan pernah bisa, sekarang sudah ada.” ujar Mama Reta.

“Kami sudah tidak ambil air di kali lagi, jadi pagi saya suka bantu mama masak dulu, baru saya mandi dan siap-siap ke sekolah. Tidak terlambat lagi, dan guru juga tidak suruh kami bawa air ke sekolah lagi,” tambah Eci yang berdiri di samping mamanya sambil tersenyum.

Penulis : Plan Indonesia/Alfred Ike Wurin

Tags: Alfred Ike WurinPlan Indonesia
SendShareTweet
AksaraNews

AksaraNews

Related Posts

Satker Kementerian PU Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Lembata

30 Desember 2025
0

LEMBATA, AKSARANEWS.NET -  Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (Satker PPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten...

Pemkab Lembata Perkuat Stabilisasi Harga dan Pengendalian Inflasi Daerah Kepulauan Saat Cuaca Extrim

29 Desember 2025
0

LEWOLEBA, AKSARANEWS.NET - Pemerintah Kabupaten Lembata mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah, khususnya menghadapi tantangan...

Hadiri Pembukaan Rakercab Gerindra, Juprian Lamablawa apresiasi Program MBG Presiden Prabowo.

27 Desember 2025
0

LEMBATA, AKSARANEWS.NET - Partai Gerakan Indonesia Raya di Kabupaten Lembata selenggarakan Rapat Kerja Cabang, giat tersebut diselenggarakan di Ballroom Olimpic...

Sat Reskrim Polres Lembata Berhasil Membekuk 2 Pelaku Pencurian 9 Unit Handphone Di Kantor PNM Mekar, 1 Pelaku Adalah Residivis

24 Desember 2025
0

LEMBATA, AKSARANEWS.NET - Dua Pelaku pencurian sembilan  unit Handphone dan uang sebesar Rp. 1.000.000,- ( Satu Juta Rupiah ) milik...

Pemkab Lembata Pastikan Lokasi Kampung Nelayan Tahun 2026

23 Desember 2025
0

JAKARTA, AKSARANEWS.NET - Bupati Lembata bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lembata, serta...

Next Post

Politisi PAN, Gaspar Sio Apelaby Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Katolik Kabupaten Lembata

Kapolres Lembata Sidak Dua SPBU di Lembata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Satker Kementerian PU Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Lembata

30 Desember 2025

Pemkab Lembata Perkuat Stabilisasi Harga dan Pengendalian Inflasi Daerah Kepulauan Saat Cuaca Extrim

29 Desember 2025

MOST VIEWED

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

Aksara News ( aksaranews.net ) merupakan portal berita online Nusa Tenggara Timur. Kami berkomitmen menyajikan berita terupdate, akurat dan edukatif.

CATEGORY

  • Advetorial – Pariwara
  • Berita Utama
  • Budaya
  • Daerah
  • Dunia
  • Ekbis
  • Feature
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Humaniora
  • Islami
  • Kemanusiaan
  • Kesehatan
  • Literasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan Daerah
  • Pendidikan
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Polkam
  • Puisi
  • Rohani
  • Uncategorized

SITE LINKS

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org
  • Landing Page
  • All Features
  • Get JNews
  • Kontak

© 2023 - aksaranews.net

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • Polkam
  • Dunia
  • Ekbis
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hukrim

© 2023 - aksaranews.net

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In