LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Mata air yang menghidupi, budaya yang diwariskan, dan potensi ekonomi yang tumbuh menjadi kekuatan Desa Blepanawa untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Melalui Festival Uto Wata II, kekayaan alam dan budaya Lamaholot dirajut menjadi gerakan bersama untuk membangun desa wisata serta menggerakkan ekonomi masyarakat.
Festival yang diinisiasi oleh Komunitas Lolon Girek Jaya (LGJ) ini akan berlangsung pada 27–29 Oktober 2026 di Desa Blepanawa, Kecamatan Demonpagong.
Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival tersebut.
Dalam pernyataannya, Jumat (23/10/2026), ia mengajak masyarakat, jajaran perangkat daerah, instansi pemerintah, dan ASN untuk hadir serta terlibat langsung menyukseskan kegiatan tersebut.
“Pembangunan Flores Timur membutuhkan keberanian untuk berinovasi, bergerak bersama dan melakukan lompatan jauh menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Festival tahun ini mengusung tema: “Merawat Mata Air, Menghidupkan Budaya, Menggerakkan Ekonomi Menuju Desa Wisata Blepanawa”. Tema tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Flores Timur, katanya.
“Saya, Bupati Flores Timur, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Festival Uto Wata Kedua di Desa Blepanawa, Kecamatan Demonpagong, pada tanggal 27 sampai 29 Oktober 2026,” ucap Doni Dihen.
Ia mengajak seluruh masyarakat Flores Timur untuk hadir, berpartisipasi, dan mengambil bagian dalam festival yang mengangkat potensi lokal tersebut.
“Mari kita jadikan kekayaan alam, warisan budaya Lamaholot, kreativitas generasi muda dan potensi UMKM sebagai kekuatan untuk membangun pariwisati Desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ajaknya.
Menurut dia, kekayaan alam, tradisi, kreativitas generasi muda, dan potensi UMKM perlu terus dikembangkan sebagai kekuatan untuk mengembangkan pariwisata desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita rawat mata air, kita hidupkan budaya, kita gerakkan ekonomi desa. Bersama-sama kita wujudkan lompatan jauh menuju Flores Timur yang lebih maju, mandiri dan sejahtera,” ungkapnya.
Ia berharap Festival Uto Wata II menjadi momentum bagi masyarakat untuk merawat lingkungan, menjaga warisan budaya, dan menggerakkan ekonomi desa secara bersama-sama.
“Mari hadir, ambil bagian dalam festival Uto Wata 2. Belepan awa memanggi, Flores Timur bergerak, lompatan jauh kita wujudkan bersama,” tutupnya. (Tino)

















