LARANTUKA, AKSARANEWS.NET – Kabupaten Flores Timur bersiap menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen sepak bola Piala Gubernur Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXV Tahun 2026.
Menjelang ajang sepak bola terbesar di NTT itu, Pemerintah Kabupaten Flores Timur mulai melakukan pembenahan sejumlah fasilitas yang akan digunakan sebagai venue pertandingan.
Salah satunya adalah Stadion Ile Mandiri. Rehabilitasi stadion tersebut resmi dimulai dengan serah terima lokasi pekerjaan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kepada kontraktor pelaksana, PT Flamboyan Prima Konstruksi, Kamis (10/9/2026).
Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp1,184 miliar, dari pagu anggaran sebesar Rp1,185 miliar.
PPK Rehabilitasi Stadion Ile Mandiri, Bernadus Bala Maran, menjelaskan pekerjaan meliputi pembenahan tribun sisi timur sepanjang 60 meter dan sisi barat sepanjang 20 meter.
“Sesuai nilai kontrak yang ada itu Rp1,184 miliar. Dalam angka tersebut yang kita buat itu tribun di sana sepanjang 60 meter bagian timur. Di sana 20 meter sebelah barat. Kita pasang di situ ada talud, di situ juga ada talud peninggian juga, nanti kita timbun juga. Di depan nanti ada pagar,” jelas Bernadus.
Selain pembenahan tribun, pekerjaan juga menyasar bagian utara stadion. Area tersebut akan digali sekitar dua anak tangga untuk menyesuaikan luas lapangan dengan standar yang dibutuhkan.
“Karena luas lapangan belum sesuai standar, jadi kita gali ini sekitar dua anak tangga. Sudah itu, kita benahi, kita pasang pagar juga, tinggi kurang lebih satu meter,” ujarnya.
Bernadus mengatakan, masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 75 hari terhitung sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
SPMK dijadwalkan diterbitkan Jumat (11/9/2026). Dengan masa pelaksanaan tersebut, pekerjaan secara kontraktual berakhir pada 28 November 2026.
Namun, jadwal tersebut melewati waktu dimulainya ETMC XXXV yang dijadwalkan pada 14 November mendatang. Karena itu, pihaknya akan mendorong kontraktor mempercepat pekerjaan agar Stadion Ile Mandiri dapat digunakan sebelum turnamen berlangsung.
“Tapi saya berpikir, mungkin kita presur penyedia supaya sebelum pelaksanaan event ini sudah selesai. Kita berharap di awal-awal November sudah selesai,” kata Bernadus.
Tiga Venue Disiapkan
Ketua DPRD Flores Timur, Albert Ola Sinuor, mengatakan pembenahan Stadion Ile Mandiri merupakan bagian dari persiapan daerah menyambut ETMC XXXV.
Menurutnya, pemerintah daerah menyiapkan tiga venue untuk mendukung penyelenggaraan turnamen, yakni Stadion Ile Mandiri, Lapangan Gawerato, dan Stadion Apebuan di Adonara.
“Apa yang dikerjakan ini dalam rangka kita mempersiapkan Stadion Ile Mandiri sebagai salah satu venue. Ada tiga venue yang disiapkan oleh pemerintah. Stadion Ile Mandiri, Apebuan, dengan Gawerato,” ujar Albert.
Ia mengatakan, pembenahan dilakukan agar Stadion Ile Mandiri memenuhi kriteria yang dipersyaratkan untuk penyelenggaraan pertandingan sepak bola.
“Dengan kondisi stadion seperti ini maka pemerintah mencoba menginisiasi, kemudian mendapatkan dukungan dari lembaga (DPRD Flores Timur). Dilakukan pembenahan, sehingga pada saatnya nanti Stadion Ile Mandiri memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh PSSI,” katanya.
Albert menambahkan, pembenahan juga dilakukan pada dua venue lainnya. Di Lapangan Gawerato, sejumlah pekerjaan minor disiapkan, antara lain pembenahan akses jalan masuk, tempat parkir, serta beberapa fasilitas pendukung.
Sementara untuk Stadion Apebuan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp750 juta untuk mendukung pembenahan fasilitas stadion.
Menurut Albert, pembenahan tiga venue tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan Flores Timur siap menggelar ETMC XXXV.
Panitia Siapkan Skema Live In
Ketua Panitia Pelaksana ETMC XXXV, Yitno Wada, mengatakan Stadion Ile Mandiri akan menjadi lokasi pembukaan seremoni ETMC XXXV. Sementara pertandingan juga akan digelar di Stadion Apebuan, dan Lapangan Gawerato.
“Ada tiga venue, yang pertama Stadion Ile Mandiri, itu nanti akan kita gunakan untuk opening seremoninya. Kemudian lapangan pendukung Stadion Gawerato, kemudian Stadion Apebuan di Adonara. Jadi ada tiga venue itu yang kita siapkan,” kata Yitno.
Terkait kebutuhan anggaran, Yitno mengatakan panitia masih terus mengupayakan dukungan pendanaan dari berbagai pihak.
“Anggaran berproses ya. Jadi ini panitia akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencari, kemudian mengupayakan pendanaan untuk penyelenggaraan ETMC nanti. Dan sejauh ini, komitmen-komitmen dengan para pihak itu sudah ada. Tinggal saja kita realisasikan supaya pergerakan persiapan ini bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Selain venue dan pendanaan, persoalan akomodasi peserta juga menjadi perhatian panitia. Yitno mengakui fasilitas penginapan di Pulau Adonara belum cukup representatif untuk menampung seluruh peserta.
Karena itu, panitia menyiapkan pendekatan live in, dengan melibatkan masyarakat melalui paguyuban-paguyuban yang ada di Flores Timur.
“Karena kita menyadari secara penuh bahwa fasilitas khususnya penginapan di Pulau Adonara memang tidak cukup representatif, oleh karena itu panitia mengambil langkah dengan menggunakan pendekatan live in untuk peserta,” jelasnya.
Menurut Yitno, panitia telah berkoordinasi dengan sejumlah paguyuban. Mereka menyatakan kesiapan untuk membantu memfasilitasi tim-tim yang akan bertanding, baik ketika bermain di Larantuka maupun di Pulau Adonara.
“Untuk memudahkan kerja ini, kemarin panitia sudah melakukan rapat dengan para paguyuban. Dan para paguyuban sudah berkomitmen untuk siap memfasilitasi tim-tim yang akan bertanding nanti. Baik itu nanti misalnya bertanding di Larantuka ataukah nanti bertanding di Pulau Adonara. Dan untuk akomodasinya, pada prinsipnya dipersiapkan secara baik, dengan menggunakan metode live in,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, konsep live in memungkinkan para peserta tinggal dan berbaur bersama warga yang dinilai memiliki rumah layak serta representatif untuk dijadikan tempat menginap.
“Live in berarti tim nanti akan berbaur dengan rumah-rumah warga yang kita anggap cukup representatif, atau fasilitas umum lainnya yang bisa kita pakai untuk penginapan tim,” pungkasnya. (Tino)


















