LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi melaunching NTT Mart di Kabupaten Lembata, Jumat (5/1/2026).
Kehadiran NTT Mart diharapkan menjadi penggerak baru ekonomi kerakyatan sekaligus pusat pemasaran produk lokal unggulan masyarakat.
Tampak hadir Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lembata, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku UMKM dan IKM
Gubernur Laka Lena, menegaskan bahwa peluncuran NTT Mart di Kabupaten Lembata bukanlah acara seremonial biasa maupun rutinitas pemerintahan.

“Ini bukan acara seremonial biasa melainkan langkah strategis dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di NTT. Kehadiran NTT Mart di Lembata menjadi bagian dari jaringan NTT Mart yang ke-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” Ucap Gubernur NTT tersebut.
Menurut Melki, ekonomi kerakyatan hanya dapat berjalan dengan baik apabila mata rantai ekonomi digerakkan secara partisipatif dan melibatkan sebanyak mungkin kelompok masyarakat.
“Ekonomi kerakyatan berarti ekonomi yang hidup, tumbuh dari bawah dan memberi ruang bagi masyarakat untuk berproduksi, memasarkan, serta menikmati hasil pembangunan secara adil,” Ujar Melki
Ia menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya Republik Indonesia, para pendiri bangsa telah meletakkan fondasi demokrasi politik dan demokrasi ekonomi.
Jika demokrasi politik diwujudkan melalui sila keempat Pancasila, maka keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam sila kelima hanya dapat terwujud apabila demokrasi ekonomi berjalan dengan baik.
“Namun demikian, demokrasi ekonomi belum berjalan merata, sehingga masih terjadi pemusatan kekuatan ekonomi pada segelintir pihak,” Kata Melki
Lebih lanjut Melki menekankan pentingnya pemerataan ekonomi melalui penguatan usaha rakyat.
” Saya berharap NTT, khususnya Kabupaten Lembata, tidak lagi menjadi daerah yang konsumtif, tetapi bertransformasi menjadi provinsi yang produktif, di mana masyarakat mampu memproduksi kebutuhan sendiri dan saling membeli produk lokal secara berkelanjutan,” Harap Melki
Dalam konteks tersebut, Gubernur mendorong keterlibatan semua elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, seperti gereja, masjid, pura, dan wihara, untuk ikut berkontribusi melalui kegiatan produksi ekonomi umat. Menurutnya, potensi ekonomi dapat tumbuh dari berbagai ruang kehidupan sosial masyarakat.
Gubernur juga menekankan pentingnya hilirisasi potensi lokal, dengan mengangkat contoh pengolahan abon ikan di Sumba Tengah sebagai praktik baik. Ia mengajak agar berbagai potensi lokal yang ada di Lembata, baik hasil laut, pertanian, maupun olahan pangan, dapat dikembangkan dan dipasarkan melalui NTT Mart sebagai etalase produk daerah.
Melki mengusulkan Sebagai strategi penguatan produksi, yaitu penerapan konsep One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product.
Dalam kesempatan tersebut, Melki turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, berinisial YBR (10) yang meninggal bunuh diri karena tak sanggup membeli buku dan pena.
“Pada kesempatan ini, saya mengajak semua yang hadir untuk berdiri dan kita sama-sama mendoakan Almarhum YBR agar tenang di alamnya dan mendapatkan tempat yang baik di sisi Tuhan,” Tuntas Melki Laka Lena
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama oleh Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Lembata dan Perdagangan Provinsi NTT.
Untuk diketahui NTT Mart dikelola oleh Dekranasda Kabupaten Lembata melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.



















