• Home 1
  • Home 2
  • Kontak
  • Redaksi
  • Sample Page
Rabu, Juni 17, 2026
  • Login
Aksara News
  • Home
  • Polkam
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Dunia
  • Nasional
  • Hiburan

    Pemancing Lembata Sabet Juara 1-3 Lembata Fishing Tournament 2026

    Lembata Fishing Tournament 2026, Laut dan Masyarakat Lembata Tuai Pujian Dari Dalam dan Luar Negeri

    Tuna Yellowfin Seberat 30 Kg Tangkapan Emmanuel Toni Juara Lembata Fishing Tournament 2026

    Ramaikan, Rebut Piala Bupati dan Ratusan Juta Dalam Ajang Lembata Fishing Tournament 2026

    Hari Pendidikan Nasional ke-66 di Lembata, Wabup Ajak Bangun Pendidikan Cerdas Digital dan Berakar Budaya

    Gelar Festival Muro, Kornelia Penate : Empat Tujuan Menjadi Sasaran

    Festival MURO 2026: Merawat Pesisir, Melestarikan Budaya, untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Festival MURO 2026: Merawat Pesisir, Melestarikan Budaya, untuk Masa Depan Berkelanjutan

    ETMC 2026 Siap Digelar November Mendatang, Flores Timur Tuan Rumah

    Kolaborasi KPOTI, BPK, dan Pemda Hidupkan Kembali Permainan Rakyat di Hati Anak-Anak

    Puncak HUT ke-14 Partai NasDem Dirayakan Penuh Sukacita

  • Olahraga
    • Opini
      • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Dunia
  • Nasional
  • Hiburan

    Pemancing Lembata Sabet Juara 1-3 Lembata Fishing Tournament 2026

    Lembata Fishing Tournament 2026, Laut dan Masyarakat Lembata Tuai Pujian Dari Dalam dan Luar Negeri

    Tuna Yellowfin Seberat 30 Kg Tangkapan Emmanuel Toni Juara Lembata Fishing Tournament 2026

    Ramaikan, Rebut Piala Bupati dan Ratusan Juta Dalam Ajang Lembata Fishing Tournament 2026

    Hari Pendidikan Nasional ke-66 di Lembata, Wabup Ajak Bangun Pendidikan Cerdas Digital dan Berakar Budaya

    Gelar Festival Muro, Kornelia Penate : Empat Tujuan Menjadi Sasaran

    Festival MURO 2026: Merawat Pesisir, Melestarikan Budaya, untuk Masa Depan Berkelanjutan

    Festival MURO 2026: Merawat Pesisir, Melestarikan Budaya, untuk Masa Depan Berkelanjutan

    ETMC 2026 Siap Digelar November Mendatang, Flores Timur Tuan Rumah

    Kolaborasi KPOTI, BPK, dan Pemda Hidupkan Kembali Permainan Rakyat di Hati Anak-Anak

    Puncak HUT ke-14 Partai NasDem Dirayakan Penuh Sukacita

  • Olahraga
    • Opini
      • Pariwisata
No Result
View All Result
Aksara News
No Result
View All Result
Home Daerah

Bantuan Pukat dan Alat Tangkap dari APBD 2025 Berhasil Tingkatkan Pendapatan Nelayan Lembata

AksaraNews by AksaraNews
16 Januari 2026
in Daerah, Ekbis, Pembangunan Daerah
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

LEWOLEBA, AKSARANEWS.NET – Bantuan alat tangkap pukat, freezer box atau chest freezer dan lainnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lembata tahun 2025 terbukti memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian para nelayan setempat.

Sejak bantuan diterima, penghasilan para nelayan meningkat pesat, dengan rata-rata pendapatan bulanan yang kini mencapai lebih dari Rp 10 juta, naik signifikan dibandingkan sebelumnya yang hanya kurang dari Rp 10 juta.

RELATED POSTS

A.M Lamabelawa: Program MBG Dibenahi Tata Kelola, Bukan Dihentikan

SPMB SMA Negeri 1 Ile Ape tutup 4 Juli, Ada Kursus Komputer dan Bahasa Inggris

Mahmud Dahlan, seorang nelayan di Kampung Nyamuk, Kelurahan Lewoleba Tengah, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut.

“Sebelum ada bantuan ini, saya hanya menggunakan bodi kapal 3 GT. Sekarang dengan pukat hanyut lima pis, saya bisa melaut dengan lebih baik dan hasilnya pun memuaskan,” ujar Mahmud, saat ditemui di kediamannya, Rabu (14/1/2026).

Ia menambahkan, meski hasil tangkapan sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan badai, bantuan yang diterimanya cukup membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan, terutama ikan tongkol, cakalang, hingga beduk.

Mahmud juga berharap pemerintah bisa melanjutkan bantuan ini, dengan harapan anaknya yang juga seorang nelayan bisa memperoleh kapal bodi 2 GT untuk beroperasi secara mandiri.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah, terutama kepada Bupati Lembata, yang telah membantu kami dengan pengadaan pukat ini,” tambah Mahmud.

Selain Mahmud, nelayan lain, Fandi Pramulia, juga merasakan manfaat dari bantuan pukat porsein atau pukat cincin yang diberikan oleh pemerintah.

“Dengan pukat yang baru, hasil tangkapan kami semakin baik, dan kami bisa melaut dengan lebih optimal di sekitar Teluk Lewoleba,” jelas Fandi saat ditemui di Kubur China, Kelurahan Lewoleba Tengah.

Namun, meski peningkatan pendapatan tersebut cukup menggembirakan, para nelayan dan pelaku usaha masih menghadapi tantangan besar dalam hal infrastruktur dan logistik, terutama dalam proses pemasaran ikan.

Megawati Abubakar, anggota kelompok Sinar Wulan yang bertugas mengolah dan memasarkan ikan, menjelaskan bahwa kendala transportasi laut menjadi isu utama.

“Kami hanya bisa mengirim ikan ke Kupang dan Atambua dengan kapal feri yang beroperasi seminggu sekali. Ini sangat membatasi kecepatan distribusi dan mempengaruhi kualitas ikan,” jelas Megawati.

Pemasaran ikan ke luar daerah, seperti ke Surabaya, juga terbentur oleh keterbatasan peralatan seperti freezer box yang memadai.

“Kami sudah siap dengan jaringan pemasaran, tinggal modal dan alat beku yang kami butuhkan,” ungkap Megawati.

Ia berharap, dengan tambahan modal dan fasilitas yang memadai, pemasaran ikan ke luar daerah, terutama ke Jawa, bisa dilakukan, mengingat waktu pengiriman ke Surabaya direncanakan sebulan sekali.

“Saat ini freezer box dari bantuan pemerintah sebanyak 10 unit, memang sangat membantu, namun untuk skala penjualan yang semakin besar dan pasarannya hingga ke pulau Jawa maka dibutuhkan alat beku yang lebih memadai lagi,” ungkap Mega.

Biaya Surat Keterangan Asal Ikan (SKA)

Masalah administrasi pengiriman ikan juga menjadi keluhan, terutama terkait dengan biaya Surat Keterangan Asal Ikan (SKA) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi NTT.

Menurut Megawati, biaya surat izin ini sangat membebani para pelaku usaha. “Contohnya, untuk ikan cakalang yang dikirim dalam jumlah besar, biaya SKA bisa mencapai Rp 10.000 per kilogram. Jadi, untuk tiga ton ikan, kami harus membayar hingga Rp 30 juta hanya untuk biaya suratnya,” jelas Megawati.

Ia berharap pengurusan SKA dapat diproses di tingkat Kabupaten Lembata oleh Dinas Perikanan setempat, sehingga biaya dapat lebih terjangkau dan mereka tidak perlu membayar biaya yang terlalu mahal.

Masalah BBM untuk Melaut

Selain masalah administrasi, isu lain yang turut menghambat aktivitas nelayan adalah kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk melaut.

Mahmud Dahlan mengungkapkan bahwa mereka seringkali harus mengantri selama dua hingga tiga hari untuk mendapatkan 20 liter minyak.

“Kami harus mengantri lama di SPBU, terkadang sampai 3 hari hanya untuk mendapatkan 20 liter minyak. Itu pun belum tentu tersedia. Jika tidak, kami terpaksa membeli BBM di eceran dengan harga yang lebih tinggi,” keluh Mahmud.

Kondisi ini, menurutnya, sangat membebani nelayan yang bergantung pada BBM untuk melaut, terutama dengan harga eceran yang jauh lebih mahal daripada harga resmi.

Dalam beberapa kasus, harga eceran bisa mencapai dua kali lipat harga normal, yang tentu saja menambah biaya operasional nelayan.

Para nelayan berharap agar pemerintah dapat mengatasi permasalahan ini dengan memastikan ketersediaan BBM yang stabil dan terjangkau bagi mereka, serta memperbaiki sistem distribusinya agar lebih efisien dan tidak menghambat aktivitas mereka di laut.

Harapan untuk Bantuan Lebih Lanjut

Di sisi lain, Fandi Pramulia berharap agar bantuan dari pemerintah dapat berkelanjutan dan lebih ditingkatkan di masa depan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lembata, terutama Dinas Perikanan dan Bupati yang telah memperhatikan kami. Namun, kami berharap bisa mendapatkan bantuan tambahan, baik dalam bentuk peralatan melaut maupun dukungan dalam pemasaran ikan, agar kami bisa lebih mandiri dan terus berkembang,” ujarnya.

Para nelayan di Lembata berharap pemerintah bisa terus mendukung mereka dengan peralatan yang lebih lengkap dan kebijakan yang lebih memihak, terutama dalam hal pengurusan izin dan biaya distribusi, agar sektor perikanan di daerah tersebut dapat berkembang lebih baik dan berdampak positif terhadap perekonomian lokal.

Sumber : Prokom Lembata

Tags: APBD 2025Bantuan Pukat dan Alat TangkapKabupaten Lembata
SendShareTweet
AksaraNews

AksaraNews

Related Posts

A.M Lamabelawa: Program MBG Dibenahi Tata Kelola, Bukan Dihentikan

17 Juni 2026
0

YOGYAKARTA, AKSARANEWS.NET – Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan siswa di seluruh Indonesia kini menghadapi ujian berat. Isu gangguan...

SPMB SMA Negeri 1 Ile Ape tutup 4 Juli, Ada Kursus Komputer dan Bahasa Inggris

SPMB SMA Negeri 1 Ile Ape tutup 4 Juli, Ada Kursus Komputer dan Bahasa Inggris

17 Juni 2026
0

LEMBATA, AKSARANEWS.NET - Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri 1 Ile Ape Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Ajaran...

Plan Indonesia dan Forum Jurnalis Lembata Luncurkan Buku Saku Panduan Peliputan BerbasisPerlindungan Anak

Plan Indonesia dan Forum Jurnalis Lembata Luncurkan Buku Saku Panduan Peliputan BerbasisPerlindungan Anak

16 Juni 2026
0

LEWOLEBA, AKSARANEWS.NET – Plan Indonesia bersama Forum Jurnalis Lembata (FJL) secara resmi meluncurkan “Buku Saku Panduan Peliputan Anak Berbasis Perlindungan...

Launching Buku Panduan Peliputan Ramah Anak, FJL Dorong Penggunaan Diksi Berbasis Perlindungan

16 Juni 2026
0

LEMBATA, AKSARANEWS.NET -Peluncuran Buku Panduan Peliputan Ramah Anak yang digagas PLAN Indonesia bersama Forum Jurnalis Lembata (FJL) mendapat apresiasi dari...

PLN UIP Nusra Bangun Akses Jalan PLTP Ulumbu, Tingkatkan Mobilitas dan Serap Tenaga Kerja Lokal

16 Juni 2026
0

MATARAM, 15 Juni 2026 - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) mulai melaksanakan pembangunan akses jalan...

Next Post

Tokoh Pemuda Desa Watu Wona Bersatu Bangun Solidaritas dan Harapan

Mutasi ke Bima, Kastel Risal : Terimakasih Lewotanah, Leu Au Lembata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

A.M Lamabelawa: Program MBG Dibenahi Tata Kelola, Bukan Dihentikan

17 Juni 2026
SPMB SMA Negeri 1 Ile Ape tutup 4 Juli, Ada Kursus Komputer dan Bahasa Inggris

SPMB SMA Negeri 1 Ile Ape tutup 4 Juli, Ada Kursus Komputer dan Bahasa Inggris

17 Juni 2026

MOST VIEWED

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed

Aksara News ( aksaranews.net ) merupakan portal berita online Nusa Tenggara Timur. Kami berkomitmen menyajikan berita terupdate, akurat dan edukatif.

CATEGORY

  • Advetorial – Pariwara
  • Berita Utama
  • Budaya
  • Daerah
  • Dunia
  • Ekbis
  • Feature
  • Hiburan
  • Hukrim
  • Hukum
  • Hukum Kriminal
  • Humaniora
  • Islami
  • Kemanusiaan
  • Kesehatan
  • Literasi
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan Daerah
  • Pendidikan
  • Pilkada 2024
  • Politik
  • Polkam
  • Puisi
  • Rohani
  • Sosial
  • Uncategorized

SITE LINKS

  • Masuk
  • Feed entri
  • Feed komentar
  • WordPress.org
  • Landing Page
  • All Features
  • Get JNews
  • Kontak

© 2023 - aksaranews.net

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Homepage Layout 1
    • Homepage Layout 2
  • Polkam
  • Dunia
  • Ekbis
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Hiburan
  • Olahraga
  • Pariwisata
  • Hukrim

© 2023 - aksaranews.net

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In