LEMBATA, AKSARANEWS.NET – KEPALA Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata, John Arimon, Selasa (20/1/2025) menegaskan, hingga saat ini Pelabuhan Ferry Waijarang belum dapat dioperasikan secara normal karena masih terdapat sejumlah persoalan teknis yang belum sepenuhnya ditangani.
John Arimon menjelaskan, sebelumnya pihak ASDP secara lisan menyatakan kesediaannya untuk melakukan uji coba terbatas sandar kapal di Pelabuhan Very.
Namun, dalam prosesnya terjadi tarik ulur dengan berbagai alasan yang disampaikan oleh pihak ASDP.
“Awalnya alasan mereka soal kolam labuh yang kotor dan adanya dolphin yang miring serta tumbang ke arah darat. Itu sudah ditindaklanjuti dengan pembersihan,” ujar John.
Menurutnya, upaya pembersihan kolam labuh telah dilakukan, termasuk penanganan terhadap dolphin yang tumbang. Bahkan, upaya tersebut dilakukan hingga dua kali, dan dolphin yang tumbang tersebut dinilai sudah jatuh dengan sendirinya serta tidak lagi mengganggu olah gerak kapal saat sandar.

“Dolphin yang tumbang itu tidak mengganggu manuver kapal. Wakil Bupati juga turun langsung membantu proses pembersihan kolam labuh,” tambahnya.
Namun demikian, lanjut John, setelah persoalan tersebut ditangani, pihak ASDP kembali menyampaikan alasan lain, yakni kapten kapal yang tidak berani melakukan sandar uji coba di Pelabuhan Ferry.
“Sekarang alasannya kapten tidak berani. Padahal armada ferry ada, hanya saja sudah sekitar dua minggu tidak beroperasi karena cuaca ekstrem,” jelasnya.
John mengakui, secara teknis Pelabuhan Very memang masih belum sepenuhnya layak karena masih terdapat struktur dolphin yang perlu penanganan lanjutan. Meski begitu, ia menyebut ada kapten kapal yang menyatakan kesediaan untuk melakukan uji coba sandar.
Terkait kondisi tersebut, Bupati Lembata telah menerima laporan mengenai kerusakan pelabuhan beserta langkah-langkah penanganannya.
Bupati, kata John, kemudian memerintahkan agar pihak ASDP menyampaikan sikap dan keputusannya secara resmi melalui surat.
“Bupati minta ASDP bersurat secara resmi. Jadi komunikasi tidak lagi lisan, tapi formal dan jelas,” tegas John.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap adanya komunikasi resmi dari ASDP agar ada kepastian terkait pengoperasian kembali Pelabuhan Ferry Waijarang demi kelancaran transportasi dan pelayanan kepada masyarakat. (team).



















