LEMBATA, AKSARANEWS.NET – Menu makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh salah satu SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Kabupaten Lembata ditemukan berulat.
Seperti yang diberitakan beberapa hari lalu bahwa menu Makanan Bergizi Gratis untuk anak-anak TK Negeri 3 Nubatukan di Lamahora yang disediakan oleh SPPG 01 Lamahora itu terdapat ulat dalam daging.
Siswa dan guru TK Negeri 03 tersebut dikejutkan karena ada ulat dalam daging pada menu MBG yang dibagikan di sekolah tersebut.
Ulat terlihat menempel dan menjalar pada daging ayam yang menjadi salah satu menu makan siswa.
Menyikapi hal ini, Pihak SPPG 01 Lamahora mendatangi TKN 3 Nubatukan yang dihadiri juga oleh Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Wens O. Pukan, Kepala Komite TKN 3 Nubatukan, Laurens Ola dan beberapa pihak teknis lainnya untuk melakukan pertemuan dan evaluasi terkait pemberitaan yang Viral. Pada Jumat, (17/04).
Ketua komite TKN 3 Lamahora, Laurens Ola mengatakan kita semua hadir di sini tidak saling menyalahkan pihak manapun, kita datang untuk mencari akar persoalan untuk memperbaiki permasalahan ini.
“Kita datang tidak untuk saling menyalahkan satu sama lain, namun kita duduk bersama ini untuk mencari jalan yang terbaik untuk anak-anak di Kabupaten Lembata yang kita cintai ini,” Ucap Laurens.
Pada kesempatan yang sama, Ketua SPPG 01 Hani Chandra mengatakan kita berbicara berdasarkan data, bukti dan hasil lab,
” SPPG kami sudah melakukan sesuai dengan SOP yang ada, terkait persoalan ini kita tunggu hasil Lab,” Ucap Hani
Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, dalam pertemuan evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tersebut ia menyusul laporan dari pihak sekolah dan masyarakat terkait temuan ulat pada salah satu menu makanan.
Muhamad Nasir, menegaskan bahwa setiap persoalan dalam pelaksanaan MBG harus ditangani secara serius, terukur dan sesuai standar.
“Kualitas gizi, spesifikasi makanan, serta keamanan pangan adalah hal mutlak, dengan keselamatan siswa sebagai prioritas utama,” Kata Nasir
Muhamad Nasir menegaskan sebagai tindak lanjut, hasil identifikasi yang telah dilakukan akan dibahas lebih lanjut bersama Satgas MBG dan Pemangku kepentingan lainnya di tingkat Kabupaten untuk dirumuskan langkah perbaikan yang komprehensif dan Sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur).



















